
" Hei boy ... kau tidak keberatan jika kau menjadi putraku ?! Tapi aku mungkin tidak sehebat ayahmu "
Adam menggendong dan mengangkat tinggi tinggi badan anak yang tadi sempat berlari menghampirinya .
" Tidak .. tentu saja tidak . Aku tidak perlu ayah yang hebat !! Gema hanya ingin bisa bermain bola setiap hari sama Om , mengerjakan PR bersama dan kita akan lihat harimau dikebun binatang kan Om ?? "
Jawaban sederhana putranya membuat dada Diva terasa sangat sakit . Dari kecil putranya tidak mendapat perhatian dari ayahnya seperti anak anak yang lain .
Diva tahu bahwa suaminya tidak pernah mencintai dirinya , tapi kadang ia sangat berharap Gilang bisa mencintai putranya .. darah dagingnya sendiri . Tapi nyatanya sampai sekarang Gilang tidak pernah bisa menerima Gema di hatinya .
Jangankan menggendong , untuk sekedar menyapa putranya saja tidak pernah mau . Tapi sebagai seorang ibu dia melakukan semua cara agar ayah dan anak itu mempunyai hubungan yang lebih dekat.
" Apa pun maumu boy ! Sekarang biarkan kami orang dewasa berbicara terlebih dahulu . Karena pernikahan bukan sesuatu yang sederhana , jadi kami harus membahasnya lebih lanjut "
Adam menurunkan tubuh Gema dan dia tertawa ketika anak itu mengangguk anggukkan kepalanya dengan raut seperti sedang berpikir .
" Aku tahu Om ... lbu aku ke kamar dulu ya "
" lya sayang " Diva mencium pucuk kepala putranya .
Adam dan Diva kemudian duduk di ruang tengah . Sejenak mereka terlihat menikmati diamnya mereka hingga ...
" Aku ... "
" Aku ... "
__ADS_1
Suara mereka terdengar bersamaan hingga kemudian saling memandang .
" Kau dulu ... " Adam meminta Diva agar berbicara terlebih dahulu .
" Kita baru beberapa kali bertemu , tidak lucu jika kita tiba tiba menikah . Kita belum mengenal satu sama lain . Banyak kekurangan diriku yang belum kamu lihat dan ketahui . Dan bagaimana dengan keluargamu ? Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menikahi seorang gadis , bukan seorang janda "
" Hanya itu !? "
" Ckk .. aku serius !! Pernikahan bukan permainan "
" Aku yang menawari dan mengajakmu menikah , dan aku tak pernah mempermainkan pernikahan . Kau pikir ini dunia novel ? Kau pikir aku akan menawarimu pernikahan kontrak ?! Tidak !! Karena sekali aku mengikatmu maka kau akan terikat padaku seumur hidup . Hidup adalah tentang belajar , kita akan belajar untuk saling memahami dan memiliki . Mungkin aku bukan yang terbaik untuk kalian tapi perlahan aku akan terus belajar memantaskan diri untuk kalian . Aku akan belajar menjadi ayah sekaligus seorang suami . Aku tak akan menyentuhmu jika kau belum bersedia , tapi aku pria dewasa jadi siap tidak siap kau harus menyiapkan dirimu untuk menjadi istriku seutuhnya "
" Itu namanya memaksa "
" Aku hanya bicara kenyataan , aku tidak bisa terus menahan diriku untuk tidak menyentuhmu . Aku laki laki normal"
" Kedua orang tuaku sudah meninggal , sama sepertimu . Tapi aku punya keluarga yang selalu mendukungku . Aku tidak akan pernah bisa sampai di sini kalau bukan karena mereka "
Diva menghembuskan nafasnya panjang , dia tak bisa bayangkan jika dirinya akan terikat seumur hidup dengan seorang pria yang belum dikenalnya . Tapi hanya ini jalan terbaik untuk kebahagiaan putranya .
Apalagi tadi putranya terlihat sangat antusias dengan pernikahan mereka . Mungkin bukan pernikahan ini yang membuat Gema antusias , tapi mempunyai seorang ayah sekaligus sahabat yang mengerti dirinya .
Sangat jelas jika Gema sangat nyaman jika berada disampingnya Adam .
" Ya sudah ... " sepertinya keputusan inilah yang tepat untuk hidup mereka kedepannya .
__ADS_1
" Apanya ??! "
" Kita menikah , bukankah tadi kau menawariku untuk menikah !? " gerutu Diva sebal .
" Ok , kemasi barang barang kalian besok "
" Kenapa kami harus mengemasi barang kami ?! "
" Kau yang tadi sudah setuju untuk menikah denganku "
" Maksudku apa hubungannya menikah dengan aku harus mengemasi barang barangku besok ?? "
" Karena lusa kita akan menikah "
" APAAA !!!!! "
" Lebih cepat lebih baik bukan ?? " tanya Adam tanpa dosa .
" Tapi tidak secepat ini ... kita tidak bisa secepat ini menikah !! Banyak yang harus kita urus nantinya ... "
Diva tak habis pikir dengan pria di depannya , dia berpikir menikah hanya seperti membeli bawang di pasar . Sekali ingin langsung bisa di bawa pulang .
" Kenapa ' tidak bisa secepat itu ' ?? Aku bisa melakukan semua jika aku menginginkannya . Bahkan kita bisa menikah sekarang jika kau mau "
" Kau gila !! "
__ADS_1
" Setidaknya kau sekarang tahu salah satu sifatku "