
" lni tidak seperti yang kau pikir B ... aku tidak melakukan apa apa dengan Grace "
" Terus gue harus berpikir seperti apa ketika gue lihat dengan mata kepala gue sendiri kalau wanita itu duduk di atas elo dan elo memeluknya ? Gue harus berpikir elo lagi reunian sambil makan siang gitu ?! Pakai otak elo !!!! "
" Tapi gue bener bener nggak ngapa ngapain tadi B .... please gue mau ketemu Nayya !! "
" Haishhh ... elo pikir bini gue bakal ijinin bajingan kaya elo deketin Nayya lagi hahh !! Dari kemarin dia minta Cherry sama Nayya di bawa ke mansion tapi gue tolak . Gue bilang sama bini gue kalau elo benar benar suka sama Nayya . Aira cuma khawatir , kalian sudah tinggal di satu atap padahal belum terikat ikatan apapun . Bini gue takut elo khilaf , dia udah tahu reputasi elo sebagai casanova "
" Tapi gue serius sama Nayya B !! Gue udah lamar dia ... "
" Urusan elo itu sih ! Satu hal yang harus elo inget . Sampai gue tahu elo lawan bini gue ... sumpah gue matiin elo !! "
" Ckk ... kok gitu! Terus gimana caranya gue ketemu Nayya kalau ada bini elo "
" Mana gue tahu !! Pokoknya jangan sampai gue denger bini gue ngeluh soal elo , camkan itu !! "
Jerry terlihat lunglai ketika melihat Bumi berjalan meninggalkan ruangannya . Singa gunung itu memang tak akan membiarkan siapapun menyakiti istrinya . Kini otaknya harus berpikir keras bagaimana caranya bertemu Nayya tanpa harus menyinggung Aira .
Jerry tak kehabisan akal , dia beberapakali menelpon gadisnya . Dia juga mengirimkan beberapa pesan agar gadis itu mau mengangkat telepon darinya .
Tapi hasilnya nihil , jangankan mengangkat telpon pesan darinya pun tidak juga terbaca . Baru kali ini dia di buat kalang kabut oleh seorang wanita .
__ADS_1
Setelah menyelesaikan berkas yang tadi diberikan oleh Grace , Jerry segera pulang ke apartemen berharap Nayya dan Cherry sudah menantinya di rumah seperti biasanya .
Dia sudah mulai terbiasa dengan dua gadis beda generasi itu . Setiap pagi Nayya akan membuatkan sarapan untuk mereka bertiga dan ketika pulang kerja pasti gadis kecil itu akan segera naik ke gendongannya .
Dan saat makan malam pasti Cherry akan bercerita tentang apa saja yang seharian ini dilakukan dengan baby sitternya . Sungguh dia mulai terbiasa dan sangat menikmati hal itu .
Tapi sepertinya harapannya tidak akan terwujud kali ini . Sepertinya istri Bumi benar benar membawa mereka pergi dari tempatnya . Jerry sudah memeriksa setiap.sufut rumah dan dia tidak menjumpai dua gadis yang ia kasihi .
Jerry jatuh lunglai di atas sofa kamar tamunya , jiwanya terasa kosong ketika tak ada wajah wajah yang dia rindukan .
" Pulang sayang ... " lirihnya sambil memejamkan matanya .
" Papaaaa ... "
" Cherry ... sayang !! "
Jerry bangkit dan menghampiri mereka , dia langsung menggendong si gendut Cherry . Sedang satu tangannya mencoba meraih tangan Nayya , tapi tangan mungil itu menepisnya lembut .
" Nayya bawa ini dulu ke atas "
Jerry tidak memaksakan kehendaknya , ia membiarkan gadisnya menata hati terlebih dahulu . Dia siap jika harus semalaman mendengar kemarahan dari gadis itu karena dia memang bersalah . Tapi ia tak akan melepaskan Nayya apapun yang terjadi .
__ADS_1
" Tadi Cherry kemana ? Kok bawa boneka gede banget sih !? "
" Tadi jalan jalan sama Tante Aila , Celli di beliin banyak baju dan boneka . Kakak juga di beliin banyak " sahut gadis kecil itu polos .
" Papa kok nggak di beliin sih ? "
" Kan semua cewe cewe "
" Lhohh Om Bumi nggak ikut !? "
" Enggak , tadinya mau sampel Papa tapi kata kakak Papa lagi sibuk "
Sepertinya tadi mereka ingin berjalan jalan bersama dan Bumi sengaja mengajaknya agar ia tidak menjadi satu satunya laki laki yang menemani para wanita yang akan berbelanja .
" Cherry sayang nonton televisi yuk ! Kakak mau bicara sebentar sama Papa ... "
Jerry terkejut ketika tiba tiba Nayya sudah berada disampingnya dan mengambil alih Cherry untuk di bawa keruang tengah .
" Kakak tunggu disini , Nayya ingin bicara sebentar ...."
" lya sayang "
__ADS_1
Dan Jerry sudah benar benar menyiapkan hatinya agar bisa mendengarkan semua keluh kesah gadisnya .