Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
124


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Varo mengantar istri kecilnya ke kampus . Mereka selalu menjadi pusat perhatian jika tiba di area depan gedung kampus karena mobil mobil mewah yang di kendarai oleh Varo .


Varo memang sangat suka mengkoleksi mobil mobil mewah hingga satu lantai basement di apartemen sudah dia sewa hanya untuk meletakkan koleksinya .


Seperti pagi ini Varo mengendarai mobil Audi hitamnya , banyak mata yang tak henti menatap ke arah mereka .


" Sayang nanti kamu pulang jam berapa ? "


" Paling sekitar jam satu siang , kenapa Mas ? Kalau nggak bisa jemput nggak apa apa kok Erin bisa pulang naik taksi "


" Ya sudah jika begitu , maaf ya ! Aku akan ada meeting jadi mungkin akan pulang terlambat "


" He em , Mas hati hati ya "


Erin kemudian meraih tangan kanan Varo dan ia bawa ke keningnya . Dan Varo membalas dengan sebuah kecupan di kening istrinya . Sebuah kebiasaan kecil yang bisa membuat hati Varo terasa hangat . Setelah itu Erin keluar dari mobil suaminya .


Tapi Varo mengurungkan niatnya untuk segera pergi dari tempat itu ketika ia melihat seorang laki laki muda yang mengendarai motor sport turun dan menuntun motornya hanya demi berjalan bersama Erin .


Harusnya dia tak cemburu karena sudah pasti sang istri akan memiliki banyak teman di lingkungan kampus . Tapi entah kenapa hatinya mendidih melihat pemandangan itu .


Apalagi ketika Erin membalas senyuman pemuda di depannya . Dia tak bisa menerima itu , laki laki itu terlihat sangat mengagumi istrinya . Harusnya sang istri tidak membiarkan laki laki lain menikmati semua itu .


Varo keluar dari mobil dan menyusul langkah sang istri yang masih ada di area parkir kampus .


" Sayaannng !!! "


Langkah Erin dan laki laki muda itu sontak terhenti mendengar teriakan Varo . Laki laki muda itu tampak mengerutkan dahinya ketika melihat Varo menghampiri gadis di sisinya . Panggilan dari laki laki berpakaian formal itu sedikit mengganggu pendengarannya .


" Ya Mas .. " Erin mendekat pada Varo karena mungkin ada hal yang perlu di sampaikan oleh suaminya .


" Mas lupa bilang sama kamu kalau nanti malam kita makan malam sama Mommy . Soalnya besok dia mau menyusul Daddy ke Rusia "

__ADS_1


" lya nanti Erin ke sana bantuin Mom siapin semuanya "


Erin kira setelah berbicara seperti itu Varo akan langsung kembali ke mobilnya . Tapi pria halalnya malah memandangi teman yang ada disampingnya .


" O iya Mas kenalin ini teman Erin namanya Egy , dia satu jurusan sama aku "


" Hai Mas , saya teman Erin .. Egy "


Laki laki muda bernama Egy itu menyalami Varo dengan ramah , tapi tidak halnya dengan Varo dia hanya menatap sinis pemuda itu .


" Ya sudah sayang ... Mas ke kantor dulu "


Varo sengaja menekan kata ' sayang ' agar Egy tau dia adalah orang yang spesial untuk Erin . Varo juga sengaja mengecup sekilas pipi wanitanya sebagai tanda kepemilikannya atas diri Erina .


Egy terlihat terkejut dengan interaksi dua orang di depannya , tapi dia mencoba bersikap biasa saja .


" Apa kau sedang berada dalam kesulitan !? " tanya Egy ketika Varo sudah pergi .


" Wajahmu terlalu polos untuk menjadi wanita seperti itu . Jangan biarkan laki laki itu mengambil keuntungan darimu ! Kau bisa mengandalkan ku jika sedang mengalami kesulitan "


Erin masih tidak terlalu paham dengan arah pembicaraan Egy , dia tidak sadar jika wajahnya yang menggemaskan semakin membuat Egy tidak bisa mengalihkan pandangannya .


" Erin nggak ngerti kamu ngomong apa , kesulitan pelajaran maksud kamu !? "


" Kau tahu ? Sudah lama aku mendengar kasak kusuk teman teman tentang hal ini . Mereka membicarakan tentang semua barang branded yang kau pakai , hampir setiap pagi kau diantar dengan mobil mewah yang berbeda "


" Ini Mama yang beliin , Erin mana punya uang buat beli sendiri . Lagian mana boleh Erin jalan jalan sendiri buat beli ini itu , nggak bakal di ijinin " gerutu Erin yang mengingat semua aturan suaminya yang konyol .


Varo memberinya gold card agar Erin bisa menggunakan untuk semua keperluannya . Tapi Erin sama sekali tidak pernah menyentuhnya . Kartu itu menjadi penghuni setia dompetnya karena setiap pagi Varo juga memberikan beberapa lembar uang untuk sakunya .


Bagi suaminya mungkin jumlah saku yang di berikan padanya sangat kecil tapi baginya yang itu bisa ia tabung untuk keperluan lainnya .

__ADS_1


" Apa setiap malam kau bersamanya ? "


Erin mengangguk dan jawaban itu sedikit membuat kecewa pemuda disampingnya .


" Berapa dia membayarmu !? "


" Ralat ya bukan bayar ... tapi nafkah "


Egy hanya mendengus , ia berpikir ia telah salah menilai Erin . Dari awal brrtemu dia sudah suka dengan sikap Erin yang ramah dan humble . Walau penampilannya mencolok.karena barang barang branded yang sering ia pakai tapi gadis itu tetap saja rendah hati .


Dia tidak menyangka di balik kemewahan itu ada seorang pria dewasa di belakangnya . Yang mungkin memanfaatkan semua kepolosan gadis yang ia suka .


" Jika aku bisa memberimu lebih dari dia , maukah kau milikku !? "


Langkah Erin langsung terhenti , sekarang ia paham kemana arah pembicaraan ini . Sebenarnya ia sangat kesal , ingin sekali ia menampar pemuda di depannya . Tapi hal ini pasti akan jadi pusat perhatian .


" Milikmu ?? Atas dasar apa kau ingin aku menjadi milikmu ? "


" Jika yang kau butuhkan hanya barang barang seperti itu aku masih mampu untuk membelikannya . Aku masih muda , aku pasti bisa melayanimu lebih dari dia !! "


Erin hanya menghela nafasnya menahan emosi yang sudah ada di puncak ubun ubunnya .


" Kau tak akan bisa bisa seperti dia , tak akan pernah ! Dia melakukan segalanya untukku , dia mencintaiku dengan segenap hatinya "


" Cihhh ... bulshit !! Sugar Daddy seperti dia hanya butuh tubuhmu untuk menghangatkan ranjangnya !! "


PLAAKKK ..


" Jangan hina hubungan kami !! Kami sudah di ikat oleh hubungan suci yang disebut pernikahan . Kami menikah sah secara agama dan negara . Dia imamku , dan kau tidak akan pernah bisa menjadi seperti dia . Karena dia satu satunya lelaki dalam hidupku !! Camkan itu !! "


" Dia ... suami ... tidak mungkin !! "

__ADS_1


__ADS_2