
Air menunggu suaminya sampai jam makan malam terlewati , makanan yang sudah ia masak pun sepertinya sudah dingin . Sampai tak terasa ia dan Janu ketiduran di atas karpet yang ada di ruang televisi .
" Sayang ... "
" Mas ? Udah pulang ... " Air terbangun ketika mendengar suara suaminya .
" Maaf ya kalau Mas pulang kemalaman tadi aku ada pekerjaan sama Adam . Kok pada bobo di bawah sih " Bumi meletakkan tas yang ia bawa dan akan membopong putranya , niatnya ingin dia bawa ke atas .
" Mas ... udah dibilangin kalau pulang kerja jangan megang Dede !! Mas udah makan ? "
" Udah sih ... tapi laper lagi ! Ya sudah Mas mandi dulu "
" He em , Air angetin dulu makanannya "
Sebelum naik ke atas Bumi sempat menyambar bibir istrinya , dikecupnya ringan bibir tanpa polesan itu .
" Kangen banget sama kamu sayang " bisik Bumi .
Air segera menghangatkan kembali semua makanan yang tersaji di meja , tak lama setelah ia menyelesaikan semua Bumi turun hanya dengan mengenakan celana pendeknya .
Bukannya ke meja makan suaminya malah ke ruang televisi hanya untuk mencium Janu yang masih terlelap .
" Masss ... makan dulu gih !! Nanti bangun kalau kamu nyiumnya kaya gitu " Air memperingatkan karena Bumi yang mulai gemas dengan putranya .
Bumi terkekeh , ia memang sering gemas jika melihat pipi gembul putranya . Air menemani makan suaminya sambil sesekali mengawasi putranya .
" Sayang .. kok nggak makan sih "
__ADS_1
" Tadi udah "
" Tadi ada klien yang tiba tiba memajukan jadwal meeting besok . Katanya sih besok mau keluar kota jadi dia minta meeting sore tadi . Ehh dianya malah minta makan malam sekalian "
" Udah makan malam kok masih laper Mas ? "
" Ya mana enak aku makan disana ! Aku tahu pasti.kamu nungguin aku pulang "
Air mencubit pipi suaminya gemas hingga Bumi mengaduh karena kaget .
" Kayanya kasih kode ini ... " kata Bumi dengan senyum smirknya .
" lya .. kode Mas harus kasih kompensasi udah bikin aku dan Janu nungguin kamu "
" Kompensasi ? Ok ... apa sih yang enggak buat kamu sama Janu " Bumi mengambil ponsel yang ada di depannya tapi ketika ia ingin mengetikkan sesuatu Air segera mencegahnya .
" Mas mau ngapain ?? "
" Terus mau ngetik angka lima yang buntut nolnya banyak ?? Bukan ituuu ... Air nggak minta itu "
Air berkata sambil membereskan piring di meja karena sang suami sudah menyelesaikan makannya . Bumi mengekori dan mendekap sang istri yang ada di kitchen sink untuk mencuci piring .
" Terus minta apa ?? "
Bumi tak hentinya menciumi pundak Air dengan sesekali menyesap tengkuk wanitanya .
" Maasss ... jangan jahil ihh !! Aku lagi cuci piring . Aku cuma minta ehhh .. kan mesumnya kumat !! "
__ADS_1
Bumi ternyata sudah meloloskan lain segitiga penutup bawahnya . Bumi mudah melakukannya karena Air hanya mengenakan dress tidur pendek yang cukup seksi .
" Boleh ya !? "
" Mau bilang nggak boleh juga pasti kamu nggak bakal denger ... eeuungghh Maasss !!! "
Air meremat kuat pinggiran kitchen sink karena Bumi sudah mulai memacunya . Sensasi yang berbeda karena permainan itu dimulai tanpa pemanasan seperti biasanya . Sedikit sakit saat pertama tapi kemudian hanya nikmat yang ia rasakan .
Mereka terus berpacu untuk mencari nikmat cinta mereka . Mereka hanya berdesis menahan suara suara indah yang biasanya mereka keluarkan . Mereka hanya tak ingin mengganggu istirahat putra mereka .
" Sayaannng ... arrrgghhh !!! "
Bumi memeluk pinggang istrinya dengan erat ketika hempasan gelombang kenikmatan sudah menghampirinya . Diciuminya bertubi tubi pucuk kepals Air .
" Terimakasih ... Mas sayang sama kamu "
" Air juga sayang sama Mas ... mandinya gantian ya . Takutnya Janu bangun , lagian kalau mandi bareng pasti malah tambah lama jadinya "
" Tau banget sih kamu Mas pengen mandi bareng "
Permainan singkat yang sangat menyenangkan , Bumi sengaja melakukannya karena tak ingin putranya terbangun mendengar permainan panas yang biasanya sering mereka mainkan .
Sentuhannya pasti akan membuat istrinya berteriak ataupun menjerit . Jika itu terjadi dipastikan ia tidak jadi bermain karena putranya pasti akan mengambil alih kuasa pada istrinya ..
Setelah suaminya turun giliran Air yang ke atas untuk membersihkan diri .
" Kebiasaan .. " Air hafal dengan kebiasaan suami yang selalu melempar pakaian kotornya di sembarang tempat .
__ADS_1
Kali ini jas dan kemejanya tersampir di sofa yang ada disamping ranjangnya . Air mengambilnya berniat ingin menaruhnya di keranjang cucian . Tapi dahinya berkerut ketika mencium bau yang tidak biasanya .
Ada bau parfum khas wanita di jas dan kemeja milik suaminya . Sekali lagi ia angkat dan diciumnya dan benar ... memang ada parfum wanita di pakaian itu !