Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
127


__ADS_3

" Jal*ng ku bunuh kau !!! "


Luna melihat pria yang tadi mengantarnya sedang menghampiri dua penjaga yang berjaga di depan pintu Terra . Dua orang itu terlihat memucat .


" Ada apa !? "


" Tadi nona Narra meminta ijin pada kami agar bisa menjenguk tuan Terra , kami ijinkan karena dia hanya bilang ingin melihatnya saja . Kami mengijinkan karena Tuan Alex pernah berkata untuk tidak melarang jika nona ingin bertemu dengan calon suaminya "


Salah satu dari penjaga menjawab pertanyaan dari Jake dengan kepala yang tertunduk .


" Tapi tidak jika keadaan Tuan Terra sedang seperti ini . Dia membutuhkan banyak istirahat . Apa kalian bodoh !! "


Luna mendekati mereka , ia ingin segera melihat keadaan laki laki di dalam kamar itu .


" Apa aku bisa masuk ? "


" Tentu saja Dokter "


" Jangan panggil aku seperti itu , tuanmu tidak boleh tahu bahwa aku seorang dokter "


" Maaf saya lupa ... maafkan saya "


Luna melihat pecahan gelas yang bertebaran di lantai , dengan hati hati ia mengumpulkan pecahan itu agar tidak melukai seseorang yang memasuki kamar itu .


Sekilas ia bisa melihat Terra sudah terbangun dari tidurnya . Mata laki laki itu sedang memandang langit langit kamarnya . Setelah selesai ia menghampiri Terra .


" Anda tidak apa apa tuan ?! "


" Apa matamu buta hahh !! Apa kau tidak bisa melihat badanku yang hampir semua di balut kain perban !? "


" Apa anda butuh sesuatu !!? "


Luna sengaja tidak menanggapi kemarahan Terra karena jika ia menanggapi kemarahan Terra malah akan semakin menjadi .


" Pergi !!! "


" Baik , saya permisi "


Luna segera keluar dari kamar itu , sebelum pergi ia berpesan pada dua penjaga yang tadi ditegur oleh Jake .


" Kalian ... jangan pernah memasuki kamar ini apapun yang terjadi . Tugas kalian hanya berjaga ! Kalian tahu kan kalau tuan Alex sudah mengatakan untuk menuruti apapun yang aku minta !? "

__ADS_1


" Baik nona "


Luna hanya ingin Terra tidak selalu keras kepala , ia ingin pria itu tahu jika dia juga membutuhkan orang lain untuk membantunya . Apalagi dengan kondisinya saat ini yang memang tidak bisa bergerak dengan leluasa .


*


Sudah beberapa hari terakhir ini Air tidak pernah lagi pergi ke toko miliknya . Bumi benar benar tidak mengijinkan sang istri pergi kemanapun . Dia khawatir Terra kembali nekad menemuinya lagi .


Walau Alex sudah berjanji akan menjauhkan putranya dari keluarga Adipraja tapi Bumi yakin Terra akan melakukan segala cara untuk membalas dendam padanya .


Dan sejujurnya ia menantikan hal itu , ia menantikan berhadapan satu lawan satu lagi . Jika hal itu terjadi maka Papanya tidak akan punya alasan lagi untuk mencegahnya . Mencegah nya untuk menghancurkan pria gila itu .


" Mas .. "


" Ya sayang "


" Besok Air udah boleh pergi ke toko ya !? "


" Kamu kan masih bisa atur semua dari rumah sayang , Deniel juga sudah handle kafe di Bandung kan !? "


" Kenapa sih Mas ? Air yakin bukan karena Janu deh , Mas sembunyikan sesuatu dari Air ya ? "


" Memang apa yang bisa Mas sembunyikan dari kamu ? "


Air hanya berdecih kesal , ia memang tidak akan bisa melawan kata kata suaminya . Dia berencana akan menelpon Deniel ataupun Varo setelah ini .


Dia ingin salah satu dari mereka menyelidiki kenapa Bumi sangat over protektif padanya selama beberapa waktu terakhir ini . Karena hanya mereka yang bisa dia andalkan .


Dia akan lebih tenang jika tahu masalah apa sebenarnya yang telah terjadi . Dia melihat Bumi mengangkat panggilan ponselnya . Sepertinya sang suami sedang berbicara dengan papanya .


Mungkin papa Alfian sedang menanyakan sesuatu tentang Janu karena saat ini Janu sedang dibawa oleh kakek neneknya untuk berkunjung di salah satu rumah kerabat mereka .


" Yank , ini papa lagi nanya Dede boleh makan jelly buah nggak !? "


" Jangan dulu deh Mas , jelly biasanya susah di kunyah . Mending di kasih puding atau agar agar saja kalau ada . Kan Dede bisa ngunyah itu "


" Ok ... "


Air berjalan ke kamar mandi dengan menanggalkan satu demi satu pakaiannya , ia sengaja melakukan itu dengan slow motion agar sang suami memperhatikannya . Tentu saja ada tujuan kenapa ia melakukan semua itu .


Benar saja , Bumi langsung menutup teleponnya ketika melihat semua itu . Dia sangat sulit menelan salivanya ketika tubuh polos seputih marmer terpampang di hadapannya .

__ADS_1


" Sayang ... "


Tubuhnya menegang ketika sang istri menurunkan satu satunya penghalang yang masih ada di area bawahnya . Bumi melihat tubuh Air yang membungkuk agar bisa melepas kain segitiga itu dari kakinya .


Dan terpampang jelas area berumput dimana sarang tongkat saktinya berada . Bumi bangkit dan membuka kaos rumahannya . Sepertinya suhu tubuhnya memang sudah meningkat karena ulah istrinya .


Tapi ketika ia ingin melangkah mendekat ternyata Air sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya dari dalam . Bumi bergegas mengetuk pintunya .


" Sayang buka dong pintunya , kok dikunci sih ?? Mas kan juga lagi gerah pengen mandi juga "


" Nggak !! Air lagi pengen berendam , Mas mandi di bawah saja !! " sahut Air dari dalam kamar mandi .


Sebenarnya ia sedang menahan tawanya , ia tahu sang suami pasti sudah kelimpungan melihat ulahnya tadi . Bumi memang semesum itu , dia akan selalu tergoda jika melihat tubuh istrinya .


" Sayang please ... Mas ikut mandi di dalam ya " Bumi masih berusaha membujuk istrinya .


" Dengan satu syarat "


" Apa sayang ? Angka lima yang nol nya banyak ??! "


" Bukan itu !! Besok ijinin Air ke toko , satu hari saja "


" Tapi sayang ... "


" Air nggak maksa , kalau nggak boleh ya udah !! Sana gih Mas pergi dulu !! Air mau mandi dulu ... "


Hening .. Air tahu pasti sang suami sedang berpikir dan ia tahu pasti jawaban apa yang nanti akan di katakan suaminya .


" Ya sudah untuk satu hari saja , tapi di antar sama Mas ya !! Sekarang buka pintunya sayang ... Mas udah gerah banget ini !! "


" Janji dulu !! "


" Mas janji ... udah cepetan buka pintunya sayang "


Dan mata Bumi berbinar saat Air sudah membuka pintunya , dia segera menerobos masuk dan membawa tubuh polos istrinya ke dalam bath up yang belum terisi air .


" Massss ... "


Air hanya pasrah , dia membiarkan sang suami puas menjamahnya karena tak bisa di pungkiri ia pun sangat menikmati setiap sentuhan suaminya .


~ Sampai nanti siang lagi ya ... emak selipkan cerita cerita dari tokoh pendukung karena emak pengen ceritanya tuntas . Tidak ada kisah salah satu tokoh yang menggantung . Tapi tetap saja tokoh utama menjadi prioritas emak . Mungkin kurang sempurna dalam merangkai setiap katanya , tapi emak juga masih terus belajar . Terus dampingi emak ya ... bantu emak terus belajar ! Jangan lupa goyang jempol dan kembang kopinya untuk sajen emak 😘😘😘 lope U all 😘😘😘 ~

__ADS_1


__ADS_2