Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
162


__ADS_3

" Kenapa tuan memilihku ?! "


" Anggap saja aku tidak punya pilihan lainnya , karena aku tidak tahu jawabannya "


Luna sedang menemani Terra yang saat ini berada di kamarnya . Dia berhasil membujuk pria itu untuk pulang ke mansion karena bayi yang belum di namai itu belum boleh keluar dari inkubator .


" Kau belum mengenalku !! "


" Kau Luna ... "


" Aku adalah ibu dari seorang putra . Aku pernah menikah tapi lima tahun pernikahan kami ternyata tidak menjamin bahwa kami sudah saling mengenal dan saling memahami satu sama lain . Kami berpisah ketika putra kami berusia empat tahun . Kini usianya sudah enam tahun , namanya Steve "


" Aku tidak peduli , bahkan jika anakmu sepuluh sekalipun "


Luna menghembuskan nafasnya , ternyata keegoisan pria ini tidak berkurang sama sekali . Luna beranjak dan mengambil sebuah buku yang ada di atas meja .


" Apa kau memintaku untuk membaca ini !? "


Terra menerima buku itu dan mencermati buku itu , buku tentang psikologi cinta . Dulu mungkin ia akan langsung membuang buku itu jika ada yang berani memberikan padanya .


" Kau ingin aku belajar mencintaimu !? "


" Bukan ... dari buku itu kau akan bisa belajar untuk mencintai dirimu sendiri dan mencintai orang orang di sekitarmu . Pelan pelan kau akan menikmati bagaimana rasanya mencintai ataupun dicintai "


" Kau sudah membacanya ?! "


" Aku yang membuatnya "

__ADS_1


Terra melihat sampul buku itu kemudian tertawa .


" Kenapa kau tertawa !? "


" Kau pembohong !!! "


Luna terdiam dia sedang merutuki dirinya sendiri yang tanpa sadar membongkar identitasnya dirinya sendiri . Dari puluhan buku yang ada di sudut ruangan kenapa buku karangannya sendiri yang ia ambil .


" Dari awal aku sudah tahu bahwa kau bukan seorang pembantu biasa . Ayahku tak akan main main jika itu mengenai diriku . Aku tak sengaja menemukan bukumu di lemari buku ayahku . Dari situ aku tahu bahwa kau seorang psikiater "


" Kau marah !? "


" Sangat !! Aku marah ketika ternyata aku masih saja dianggap gila oleh ayahku . Tapi aku tak bisa berbuat apa apa karena aku memang membutuhkan bantuanmu saat itu . Kau tahu aku bahkan tak bisa menggerakkan badanku "


" Lama lama kau nyaman denganku ... "


" Bagaimana dengan wanita yang pernah kau puja itu ? "


Luna bertanya karena ia pernah mendengar bahwa Terra pernah tergila gila dengan seorang wanita yang sudah bersuami dan mempunyai anak .


" Dia wanita yang hatinya dipenuhi dengan rasa cinta ... hanya ada cinta di hatinya , aku mengaguminya . Di luar sana terlalu banyak wanita cantik dengan hati busuk !! Kecantikan mereka digunakan hanya untuk mencari kenikmatan dunia . Aku membencinya !! Mereka seperti ibuku yang meninggalkan aku dan ayah hanya karena kondisi kami yang miskin waktu itu . Dia rela menjadi gundik pria kaya raya agar bisa hidup senang "


" Kau masih kagum pada wanita itu ? "


" Masih ... kau keberatan jika aku jujur ? "


" Tentu saja tidak "

__ADS_1


" Dulu aku sangat ingin memilikinya , tapi semakin hari aku semakin sadar . Dia tak akan bahagia jika aku memaksakan rasaku . Seperti ketika aku meminta ayahku untuk membawa Narra ke rumah ini .... "


Terra terdiam sejenak , berkali kaki ia menghembuskan nafasnya kasar . Seperti masih ada beban berat di hatinya yang sampai saat ini masih ia rasakan .


" Aku ingin dia merasakan sakit yang dirasakan aku dan ayahku . Waktu itu aku hanya mengungkapkan cintaku padanya . Tapi dia dan keluarganya bertubi tubi menghancurkan kami . Mereka menganggap cintaku sebagai sebuah kejahatan ! Aku ingin dia juga merasakan sakit ini . Aku membuat neraka untuknya !! Tapi semakin aku menyiksanya malah membuat hatiku semakin sakit . Aku menyesal .. apa itu terdengar lucu ??! "


" Sedikit .... "


" Sepertinya percuma karena sesalku datang ketika dia sudah pergi untuk selamanya . Aku ingin berterima kasih padanya karena sudah memberikan hal terindah untukku , putraku Alexander Nararya . Nama yang kuambil dari nama ayahku dan nama ibu dari putraku "


" Nama yang bagus sekali , Narra pasti juga akan suka dengan nama itu . Dia juga pasti tahu kau sudah menyesali semuanya . Kita akan memulai semuanya dari awal "


" Aku tak akan memaksamu ... "


" Cihh semudah itu kau berubah pikiran tuan !?? Sepertinya aku memang harus berpikir ulang tentang tawaranmu kemarin . Aku tidak bisa mendampingi orang yang lemah , yang bahkan tidak bisa memegang perkataannya sendiri "


" Aku psikopat gila ... semua wanita pasti akan berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk mau mendampingiku "


" Kau istimewa ... "


Terra terbahak mendengar kata kata manis Luna , wanita itu menyebutnya istimewa . Dilihat dari segi manapun tidak ada hal istimewa dari dirinya yang bisa ia banggakan .


" Kau istimewa tuan .... aku lebih suka pendosa yang menyadari kekurangannya daripada seorang soleh yang memamerkan segala kelebihannya "


" Apa itu artinya kau memberikan kesempatan padaku ? "


" Aku hanya memberikan kesempatan pada diriku sendiri untuk meraih cinta . Kita akan belajar bersama sama , belajar untuk menjadi pribadi lebih baik agar pantas di hormati dan disayangi oleh putra putra kita kelak "

__ADS_1


Terra meraih tangan Luna dan mereka sama sama tersenyum .


__ADS_2