Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
125


__ADS_3

" Sayang sini , Mbok Sum juga udah di dapur tuh " sambut Ardilla Angelica , ibu dari Dennis Alvaro .


Penthouse milik kedua orang tua Varo memang satu gedung dengan apartemen Varo . Hanya berbeda satu lantai saja karena penthouse milik Dila berada di lantai teratas gedung itu .


Sengaja mereka tidak membeli rumah ataupun mansion seperti kebanyakan pengusaha karena dia dan suaminya sangat jarang pulang ke lndonesia .


"' Lhohh Varo kok kamu ikut kesini , bukannya kamu ada meeting di perusahaan !? "


Varo tidak menjawab tapi dari raut wajahnya Dilla tahu putranya sedang kesal .


" Erin tadi Mommy bikin adonan brownies tolong kamu kasih ke loyang terus di open sekalian ya ! Mommy mau bicara sama suami kamu sebentar "


" Iya Mom , dari tadi ngambek ! Nggak biasa biasanya Mas Varo kaya gitu "


Diila duduk di sisi putranya yang duduk di ruang tamu , dan menepuk bahunya pelan .


" What's wrong son ? "


" Kenapa harus Erin sih Mom !? Kenapa harus istri Varo sih ?? "


" Apanya ?? " Dilla sedikit bingung dengan keluhan putra semata wayangnya .


" Setiap hari Varo harus melihat tatapan memuja dari mata pria pria di kampus saat melihat istri Varo . Nggak sopan banget mereka !! "


" Now you see her ... look at her !! "

__ADS_1


Dilla menunjuk Erin yang sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat . Varo mengikuti perkataan Mommynya , wanitanya terlihat begitu cantik walau sedang mengenakan apron dan rambut yang di ikat asal .


" Apa yang sekarang kau lihat !? "


" She's so hot ... "


Dilla menepuk keras bahu putranya , tak menyangka Varo bisa begitu mesum setelah menikah dengan Erin .


" Mas Varo mau Erin siapkan makan siang sekalian ? Mbok Sum bikin Gudeg sama ayam ingkung "


" Apa sayang ?? Budeg ? Hisshh dosa ngatain suami !! Ayam memang punya pacar kok main tikung segala ? "


" Gimana Mas !? " Erin malah bingung .


Erin hanya melongo mendengar pertanyaan pertanyaan dari suaminya sedangkan Dilla langsung menjewer telinga putranya yang salah dengar .


" Ckk .. apaan sih Mom , Varo ganteng begini "


" Ya Tuhan sayang , bagaimana bisa kau mau menjadi istrinya . Putra Mommy masih saja kekanakan walau usianya sudah tua !! "


Erin tergelak mendengar perkataan mertuanya . Dia merasa beruntung ibu mertuanya sangat menyayanginya , bahkan kadang ia merasa lebih disayangi daripada suaminya yang merupakan anak kandung .


" Aku dewasa Mom , bukan tua !! "


" Sama saja , kau sangat beruntung punya istri seperti Erina "

__ADS_1


" Aunty benar ... untung saja Erina mau di nikahi pedofil seperti dirimu !! "


Ternyata Deniel juga datang ke apartemen itu , dia juga di undang untuk makan malam . Seharusnya ia datang bersama Vallery tapi sayang mungkin Vallery baru bisa datang saat acara makan selesai karena dia harus mengoperasi secara mendadak salah satu pasiennya .


Dilla langsung memeluk keponakan kesayangannya . Dia menyayangi Deniel sama seperti ia mencintai putranya sendiri . Keponakannya mempunyai jiwa pemberontak , tapi ia juga tidak bisa menyalahkannya .


Deniel hanya kecewa dengan keadaan , tapi ia pun juga tidak bisa memperbaiki keadaan tersebut .


" Kenapa kau jahat sekali pada Aunty ? "


" Dia sedang punya mainan baru Mom !! " adu Varo , Mommynya memang belum mengetahui tentang Vallery .


" Jaga mulutmu pria tua !! " sahut Deniel sebal .


" Sayang tiba tiba saja aku merasa lapar . Mas ingin mencoba ayam ditikung yang tadi kau masak " kata Varo sambil melangkah pergi menuju sang istri yang terlihat sedang mengeluarkan brownies dari open besar yang ada di dapur .


Varo ingin memberikan waktu pada Mommynya untuk bicara pada sepupunya . Varo yakin banyak hal yang ingin disampaikan Dilla mengenai perselisihan antara Deniel dan kedua orang tuanya .


" Sini sayang ...."


" Come on aunty , Deniel sudah sebesar ini kenapa masih memanggil seperti itu "


" Lhoohh apa salahnya ? Kamu dan Varo adalah kesayangan aunty "


" Sebelum datang ke lndonesia Aunty bertemu dengan Mommy dan Daddymu . Mereka .... "

__ADS_1


Sebelum Dilla menyelesaikan kata katanya Deniel lebih dulu memotongnya .


" Stop Aunty , l don't want to hear that !! Mereka tidak akan pernah peduli padaku . Ada Kevin disana ... cukup Kevin saja !! "


__ADS_2