Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
45


__ADS_3

Siang itu Air ingin bertemu dengan Varo , ada beberapa hal yang harus mereka bahas . Janu tidak ikut karena ikut lbu Sri yang kebetulan saat ini sedang ada di ruko .


Varo memperbesar gerai kue yang diisi Air tiap harinya dan itu berarti jumlah kue yang dikirim oleh Air juga harus lebih banyak . Animo masyarakat pada kue kue buatannya juga cukup tinggi hingga dua toko kue dan roti miliknya masih keteteran untuk memenuhi semuanya .


Sekarang dia sedang menunggu Varo di depan gerai kue yang ada di supermarket milik laki laki itu . Memang benar , ternyata cukup banyak pengunjung supermarket yang mengunjungi gerainya .


Penataan gerai yang lebih mirip kafe kecil membuat para pembeli merasa lebih nyaman . Para pembeli langsung bisa menikmati kue buatannya sambil duduk nongkrong karena di sediakan meja kursi ala kafe dengan suasana yang Instagramable .


" Hai !! "


" Hai , sudah lama menunggu ? "


" Baru saja kok "


" Janu mana ? Aku kangen banget , udah cukup lama nggak ketemu sama dia "


" Neneknya lagi ada di ruko , mana boleh dia si bawa panas panasan kaya gini " jawab Air sambil tertawa kecil .


lbu Sri memang bisa menjadi sangat rewel jika itu menyangkut urusan cucu kesayangannya .


" Perlu aku kasih inventaris sebuah mobil ? "


" Mobil ? "


" Jangan salah paham , aku bukan memberinya padamu . Itu hanya inventaris , yang artinya aku meminjamkan untukmu untuk mobilitas yang bersangkutan dengan jaringan supermarket milikku "


" Tapi aku belum bisa menyetir Varo "


" Aku bisa mengajarimu "


" lya dan mukamu akan penuh lebam setelah pulang dari mengajariku menyetir . Kau tahu kan ? Pawangku itu galak sekali "

__ADS_1


" Ya , bucin akut dia sih "


Setelah membicarakan semua hal yang berhubungan dengan usahanya , Air kemudian pamit pergi karena Bumi tak kunjung datang ke tempat itu .


Dia sudah berkali kali menelpon tapi tak juga diangkat oleh suaminya , mengirim pesan pun juga belum juga terbaca sama sekali .


Tiba tiba ia teringat bingkai foto yang tertinggal di apartemen suaminya . Bingkai foto berisi gambar Reynand , dirinya dan Janu yang baru lahir . Dulu ketika bersedih foto itu yang selalu menemani dan menguatkannya .


Air akhirnya memutuskan untuk mampir ke apartemen untuk mengambil bingkai foto itu , semoga saja Bumi belum mengganti password pintunya hingga ia bisa masuk ke sana .


Tak lama sampailah dia di depan pintu apartemen . Setelah menekan tombol pintu itu terbuka , Air bernafas lega ternyata Bumi belum mengganti password pintunya .


KLEKK ..


Air berdiri terpaku ditempatnya , di depan sana ia melihat seorang wanita seksi sedang duduk berjongkok di sebelah suaminya yang sudah shirtless , tidak menggunakan atasan sama sekali . Bumi tampak memejamkan matanya .


" Lancang !! Siapa kau berani beraninya masuk ke rumah ini !! " wanita seksi itu malah meneriakinya seakan dia adalah seorang pencuri .


" Pergi .. atau aku panggil.keamanan untuk menyeretmu keluar !! "


" Tapi ... "


" Tapi apa !? Kau tidak akan keluar sebelum bisa merayu pemilik rumah ini ? Kau tak akan berhasil "


Lagi lagi wanita seksi itu memotong setiap kata katanya . Air menghela nafas panjang , ia melangkah mendekat berniat untuk melihat kondisi suaminya . Karena yang ia lihat sang suami tak terlihat baik baik saja .


" Nekat juga kau !! " wanita seksi itu merangsek maju ingin mendorongnya . Tapi Air bisa menahan tangan wanita itu hingga wanita itulah yang terjengkang ke belakang . Merasa kalah wanita itu semakin emosi .


" Aku hanya ingin melihat keadaan suamiku , hanya itu . Kau tidak usah khawatir jika aku akan menyakitinya "


" Ha ... ha .. tidak lucu . Dia belum menikah , dan kau mengaku sebagai istrinya !? Jika kau istrinya maka aku adalah selingkuhannya ... Puas !!! "

__ADS_1


Air tidak memperdulikan ocehan wanita itu . Yang terpenting sekarang adalah kondisi suaminya . Dia duduk berjongkok dengan satu tangannya membelai wajah pucat suaminya .


" Mas ... " bisiknya pelan .


Perlahan suaminya membuka matanya , Air tersenyum dan mengecup kening laki laki yang masih setengah sadar itu .


" Bangun sayang "


" Sayang ... " Bumi masih merasa kepalanya pusing ketika ia akan bangkit dan memeluk istrinya . Dia terlampau bahagia melihat sang istri menemaninya .


" Mbak .. bolehkan saya minta tolong ? Tolong ambilkan segelas air putih hangat "


Wanita itu terhenyak melihat Bumi yang terlihat sangat manja di depan wanita yang sempat ia bentak bentak tadi . Refleks ia menuju dapur untuk mengambil air sesuai perintah wanita itu .


Air membantu Bumi untuk duduk bersandar agar bisa minum air hangat ditangannya .


" Minum dulu Mas "


Air menoleh ketika ada seorang laki laki dan seorang dokter perempuan yang dulu pernah merawatnya saat terkena pecahan kaca .


Adam tampak mengernyit ketika melihat seorang wanita cantik yang duduk bersama Bumi . Dia tak asing dengan wajah ayu itu .


" Perhatikan pandanganmu " ujar Bumi menatap tajam asisten pribadinya yang menatap kagum istrinya .


Adam menggaruk tengkuknya , baru sadar jika wanita cantik itu adalah istri dari sahabat merangkap bosnya itu .


" Hei kakimu sudah sembuh ? " Dokter muda itu menghampiri Air yang duduk di samping Bumi .


" Apa dia menyakitimu lagi !? " Dokter muda itu menunjuk ke arah Bumi dengan tatapan sinis .


" Kenapa aku harus menyakiti istriku sendiri , kau lihat mereka sayang ? Mereka pikir aku monster yang suka menyiksa perempuan "

__ADS_1


" Hahh istri !!?? "


__ADS_2