Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
112


__ADS_3

" Gue udah atur tempatnya , gue harap elo nggak bakal ngecewain tuan besar ! Jangan mainin emosi elo di sana "


" Entahlah ... gue nggak bisa jamin !! Tapi gue akan berusaha , moga moga saja mereka nggak mulai duluan karena kalau begitu dua duanya nggak bakal keluar hidup hidup "


" Ngeri banget sih elo sekarang !! "


" lni masalah harga diri dan keluarga gue . Elo pasti juga bakal lakuin hal yang sama jika ada di posisi gue "


Adam dan Bumi masih saja ada di kantor walau hati sudah terlihat makin sore . Adam sudah mengatur pertemuan Alfian dan Alex dengan sedemikian rupa . Dia dan Bumi juga sudah mengatur keamanan dengan sangat rapi sehingga tuan besar Adipraja bisa dipastikan aman .


" Nggak pulang elo ? "


" Sebentar lagi , masih suntuk gue gara gara pria brengs*k itu !! Lagian bini gue aman karena mereka udah ada dirumah Papa "


" Bagaimana soal.Narra !? "


" Otak elo kongslet Dam ?? "


" Serius gue . Udah lama dia di bawah kuasa Terra . Nggak kasihan elo ? Ya kalau nggak sama dia sih minimal sama Cherry .. elo kan sayang sama dia "


Bumi terdiam , beberapa waktu belakangan ini bahkan dia hampir melupakan gadis cilik itu . Dia terlalu sibuk dengan anak dan istrinya . Gadis kecil itu pasti sedang kesepian karena yang ia tahu Cherry sangat menyayangi ibunya begitupun sebaliknya .


" Gue pernah bahas hal ini sama Papa , tentang Narra ! Kami anggap dia sedang menjalani karmanya , tapi kami tidak pernah menutup mata padanya . Suatu saat pasti kami akan menolongnya , membebaskannya dari jerat pria gila itu "


" Heran gue sebenarnya sama dia . Wajahnya cantik , tubuh yang sempurna dan karir yang bagus . Kurang apa sih !? Tapi hidupnya berantakan , kasihan banget ... "


Bumi hanya berdecih sebal mendengar semua pujian yang dilayangkan Adam pada mantan kakak iparnya itu .

__ADS_1


" Mereka sama sama cantik , sama sama bertubuh sempurna tapi kenapa mereka beda banget ya ... " lanjutnya .


" Siapa !!?? "


" Narra sama bini elo lahhh "


" Elo mau gue tenggelamin di kolam depan !? Berani beraninya elo banding bandingin Aira sama wanita ular itu !! "


Adam hanya terkekeh dia tahu pasti pria bucin di depannya akan murka jika istrinya ia bandingkan dengan Narra .


" Pulang gue !! Eneg lama lama gue liat muka elo "


*


Sementara itu Erin sedang menyibukkan diri bersama Mbok Sum untuk membersihkan ruang makan . Kejadian tadi masih saja terngiang ngilang di kepalanya .


Walau sekarang statusnya sudah menjadi seorang istri , tetapi ia masih tetap malu untuk melakukannya lagi . Lagipula ia sedikit khawatir jika hal itu bisa membuatnya hamil , ia baru saja menempuh pendidikan kehadiran seorang anak mungkin bisa mengganggu kegiatannya .


" Non ... udah biar Mbok aja yang beresin . Non Erin ke atas saja istirahat ! Den Varo kayanya juga sudah nungguin itu ... " kata wanita tua itu sambil tersenyum .


Tuan mudanya terlihat sudah tidak sabar menunggu nyonya mudanya dengan berdiri di ujung tangga . Erin tak bisa lagi menyembunyikan wajah merahnya , ia tahu pria tampan itu pasti ingin melanjutkan kegiatan yang tadi sempat terjeda .


" Ehmm iya mbok .. Erin ke atas dulu ya "


Erin segera melangkah menuju suaminya yang sudah berganti baju dengan hanya mengenakan kaos oblong warna putih dan celana training warna khaki . Tubuh sempurna sang suami sempat membuat tubuhnya merinding .


" Sayang ... lama banget sih "

__ADS_1


" Kan udah biasa kalau habis makan malam Erin beresin dapur dulu Mas , kasihan Mbok Sum kalau harus beresin sendirian "


" Besok pagi kan ada maid kesini buat bersih bersih sayang "


Varo melingkarkan tangannya pada pinggang ramping istri kecilnya .


" Erin mandi dulu Mas , gerah banget habis bersih bersih . Bau asem " kata Erin dengan mengangkat satu tangannya .


Dan entah Varo tersenyum lebar setelah mendengar kata kata istrinya . Sepertinya dia sangat senang ketika mendengar kata ' mandi ' dari istrinya .


" He em yang wangi ya sayang !! Perlu bantuan Mas nggak buat gosok punggung kamu ?! "


" Apaan sih Mas , Erin udah gede ... bisa mandi sendiri "


Varo bertukar pesan dengan Deniel saat menunggu istrinya mandi . Sepertinya dia perlu membicarakan sesuatu dengan sepupu gilanya itu . Dia senyum senyum sendiri ketika membaca balasan yang di berikan oleh Deniel .


Sepupunya itu memang selalu bisa memberikan solusi yang hebat jika mengenai seputar ranjang .


CEKLEKKK ..


Erin keluar kamar mandi dengan hanya mengenakan jubah mandinya . Sedikitpun ia tak berpikir jika hal itu bisa membuat sesuatu mulai bangkit di bawah sana .


" Ya Allah ... kamu seneng banget bikin Mas panas dingin sih ! Udah dipamerin gitu tapi nggak bisa nyicipin " gerutu Varo yang tiap hari harus menahan gejolak hasratnya .


Tapi malam ini ia bertekad untuk mengakhiri penderitaannya setiap malam . Ia akan berusaha menakhlukkan gunung tinggi di hati istrinya agar mau dengan suka rela menyerahkan dirinya .


Untuk menyempurnakan cinta mereka !!

__ADS_1


__ADS_2