Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
114


__ADS_3

Varo mulai dengan sentuhan lembut di kedua pucuk bukitnya , kadang memilin bahkan meremas lembut hingga tubuh istrinya melengkung ketika ia menjadi bayi yang dengan rakusnya menghisap pucuk kemerahannya .


" Masss .... eeuugghh "


" lya sayaannng ... "


Varo seperti sedang di ingatkan untuk kembali pada mode lembutnya . Ternyata tidak menggunakan obat laknat itu pun dia hampir saja kesetanan menikmati semua kenikmatan ini .


Varo kembali meraih bibir sang istri , mereka kembali bermain dengan lidah mereka . Saling menyesap dan bertukar saliva , sedang dua jarinya bergerak lembut memanjakan area bawah istrinya .


Semakin lama dua jari itu bergerak dengan tempo yang semakin cepat .


" Aaarrgghhh ... Mas mmpphhtt "


Varo terus saja ******* bibir kemerahan itu hingga suara lengguhan lengguhan sang istri menjadi tertahan .


" Erin pengen pipis ... eeuugghh "


" Keluarin sayanngg .. "


Bukannya memperlambat tapi Varo malah mempercepat gerakan tangannya , hingga dia tersenyum puas ketika istri kecilnya mengalami pelepasan untuk pertama kalinya .


Nafas Erin terlihat masih tersengal sengal ketika Varo sudah siap pada permainan inti mereka . Varo melebarkan kedua kaki sang istri dengan mata yang sudah berkabut .


" Maaassss ... "


" Rileks ya ... Mas pelan pelan kok , tapi tahan sedikit karena mungkin akan masih sedikit sakit " .


Perlahan Varo mencoba memasuki tubuh istrinya , ternyata masih saja sangat sempit meski dulu ia pernah beberapa kali memasukinya .


" Massss .. sakit .. eeuugghh "


Baru ujungnya yang mulai menerobos tapi wanitanya sudah terlihat kesakitan .


" Tahan dikit ya "


Dan Varo dengan sedikit tenaga memasukkan semua dengan gerakan cepat . Wanitanya tentu saja menjerit , bahkan bahunya perih karena dua tangan mungil itu mencengkeram bahunya dengan kuatnya .

__ADS_1


Varo membiarkan tongkatnya berdiam sejenak untuk menikmat kehangatan dan denyutan lembut di bawah sana . Dan dia mulai bergerak ketika Erin dirasa sudah bisa menerimanya .


Lembut di awal tapi lama kelamaan Varo semakin menggila . Suara ******* atau erangan bersahut sahutan menggema di dinding kamar itu , bersamaan dengan suara beradunya kulit dua tubuh yang terdengar sangat nyaring .


Hingga akhirnya Varo ambruk diatas tubuh polos istrinya setelah keduanya sampai pada puncak gelombang yang membuat keduanya mengerang merasakan kenikmatan .


" Terima kasih sayang , Mas sayang sama kamu " Varo memberikan kecupan kecupan kecil pada wajah sang istri yang sudah terlihat lelah .


Paginya Varo tak bisa berhenti tersenyum melihat bibir sang istri yang terus saja mengerucut , bagaimana tidak jika sampai hampir pagi mereka baru menghentikan kegiatan panas mereka .


" Sayang , mau lagi ya !? Kok bibirnya di bikin seksi gitu .. niat banget sih kamu pengen goda Mas "


" Bodo ... Mas Varo nyebelin !! "


Erin menutup seluruh tubuhnya dengan menggunakan selimut ketika Varo memeluk erat tubuh yang sudah sangat menjadi candunya itu .


Dia tahu istrinya marah karena pagi tadi ketika memandikan sang istri dia masih saja sempat kembali menyalurkan hasratnya . Entah , tapi malam ini ia benar benar bersemangat untuk selalu menyentuh tubuh mungil sang istri .


" Mas udah ijinin kamu dua hari untuk istirahat di rumah "


" Ya Allah ... Erin ada kelas nanti jam delapan Mas !! " pekiknya .


" Yakin bisa jalan !? " goda Varo yang gemas melihat raut panik istrinya .


" Lhoohh kok malah nangis sih sayang , udah dong ! Kan Mas udah ijinin kamu hari ini "


" Jahat !! Tadi malam Mas bilang cuma sekali lagi , tapi Mas bikin badan Erin capek sampai pagi "


Varo terkekeh mendengar protes dari istrinya , tadi malam setelah selesai permainan pertama memang ia meminta jatah lagi . Dan dia bilang hanya akan mengulangi sekali itu , tapi apa daya tubuh mungil itu terlalu nikmat untuk ia abaikan .


" Kamu enak sih sayang , nagih banget !! lni saja mau nambah lagi pengennya " ujarnya sambil menggaruk tengkuknya ketika Erin menatap sinis padanya .


" Mas ... "


" Boleh nambah !? "


" Ckk ... bukan itu , tapi Erin laper banget "

__ADS_1


Varo menepuk dahinya , ia sampai melupakan sarapan untuk mereka . Erin tidak mungkin turun dengan keadaan begini , untung saja tak ada maid ataupun Mbok Sum yang mengetuk pintu pagi ini . Mungkin mereka tahu dan paham apa yang mereka lakukan di dalam kamar ini .


" Maaf ya , terlalu sibuk makan kamu Mas jadi lupa kalau pagi ini kita belum makan "


Kata kata frontal itu sukses mendapat cubitan keras di perut liatnya . Tapi cubitan itu malah kembali membangunkan sesuatu yang tadi sudah tidur .


" Sayang ... "


" Mass !!! Laper Erin ... "


" Iyaa .. iyaaaa !! Tapi habis sarapan lagi ya "


" Bodo amat !!! Nyebelin dasar ! "


Varo segera turun dan berjalan ke arah dapur , terlihat beberapa maid yang tiap pagi bertugas bersih bersih dan merapikan rumah mengangguk hormat padanya .


Dia menghampiri Mbok Sum yang masih sibuk di dapur , dia terlihat sedang membuat sesuatu .


" Pagi Mbok "


" Pagi Den .. non Erin mana ? Kok nggak ikut turun sarapan !? "


" Ehmm .. sepertinya dia sarapan di kamar deh mbok , lagi nggak enak badan kayanya " ujar Varo dengan salah tingkah , dia yang membuat sang istri tidak bisa berjalan pagi ini .


Mbok Sum hanya tersenyum , ia juga pernah muda hingga ia tahu apa yang terjadi semalam pada nyonya mudanya .


" Ya sudah Simbok juga sudah siapin sarapan itu di nampan , sama ini .... "


Mbok Sum terlihat menaruh masakan yang baru saja selesai ia buat , dan masukkan ke dalam mangkok kecil .


" ltu apa Mbok ? "


" Ini sup sungsum dengan sedikit jahe , biar pegel pegel non Erin segera hilang . lni Mbok juga siapin obat oles sekalian , itu punggung Den Varo merah merah semua kaya gitu "


Varo menggaruk tengkuknya , ternyata pembantunya itu tahu semuanya . Tanda merah di punggungnya adalah tanda cinta dari sang istri . Erin selalu mencakar punggungnya ketika ia menggila saat memacu untuk mencapai kenikmatan .


~ Udah plong yaaaa .. Mas Varo udah belah duren lagi sama ayank Erin . Maaf telat up pagi ini soalnya emak ketiduran tadi malam , habis lomba bikin nasi goreng sama ibu ibu komplek .. dan tentu saja tidak menang 😭😭 tapi yang penting semangat 45 lahh ~

__ADS_1


__ADS_2