Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
73


__ADS_3

" Bagaimana dengan perusahaan !? "


" Baik Pah .. tentu saja baik , walau belumlah sebaik seperti kak Reynand tapi Bumi akan terus berusaha agar Adipraja tetap menjadi sebuah perusahaan besar yang paling kuat dan berpengaruh "


" Kemarin Papa bertemu dengan Putra .. "


" Om Putra ? Papanya Narra ? "


Alfian mengangguk dsn kemudian meneruskan bicaranya .


" Dia mencari putrinya , dia ingin mengharapkan bantuan dari kita "


" Setahu Bumi wanita ular itu sedang mengejar mimpinya di Paris . Kenapa Om Putra harus mencarinya ? "


" Dia terjebak akibat dari kelakuannya sendiri , dulu selama masih bersama kakakmu saja dia sudah berani mengundang pria lain untuk menghangatkan ranjangnya "


" Siapa yang menjebaknya Pah ? "


" Dia terjebak dalam lingkaran prostitusi kelas elite dan lebih parahnya dia dijual oleh mucikarinya pada seorang psikopat . Papa tidak tahu persis layar belakangnya . Tapi orang yang membelinya bukan orang sembarangan . Dia Alexander Gozza , salah satu pejabat yang mempunyai pengaruh besar . Putranya sangat terobsesi dengan wanita ular itu "


" Dan apa hubungannya dengan kita ? Bukan Bumi tidak peduli atau bagaimana , tapi itu sudah bukan urusan kita lagi . Mereka terlalu sering menyakiti kita "


" Entahlah , tapi Papa minta kamu lebih berhati hati . Putra Alex sangat terobsesi pada Narra , dia seorang psikopat gila ! Papa tidak ingin dia mengganggu kita jika tahu Narra pernah punya hubungan dengan keluarga kita . Kau harus lebih menjaga anak dan istrimu karena kita tidak tahu apa isi otak orang gila itu "


Bumi menyeringai , tangannya terkepal keras dengan tatapan tajamnya .


" Papa tidak usah khawatir , Bumi bisa menjadi lebih gila dari orang itu jika itu menyangkut Janu dan Aira . Akan Bumi lenyapkan dia sebelum bisa menyentuh mereka "


" Kita punya orang orang yang hebat yang bisa menyelesaikan mereka . Jangan membuat Aira ketakutan padamu "

__ADS_1


Bumi terdiam mendengarnya , tapi kata kata papanya benar ia tidak boleh menunjukkan sisi lain dirinya jika tidak mau anak dan istrinya ketakutan .


Selama ini hanya sang papa yang tahu dan pernah melihat sisi lain dirinya . Alfian juga yang sedikit demi sedikit membantunya untuk melupakannya .


Setelah selesai berbicara dengan papanya Bumi segera turun ke bawah . Dia melihat Air dan Janu sedang bermain di ruang tengah .


" Sayang .. Mama mana ? Kalian kok cuma berdua ? "


" Mamah lagi ganti baju Mas katanya mau ada arisan "


" Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja , Dede sama Papa sini " Bumi merengkuh tubuh gembul putranya .


" Nunggu Mamah dulu Mas , kan Janu mau ikut Omanya ! Mau dipamerin gitu katanya "


" Nggak !! Memangnya Janu barang loak segala dipamerin . Ganteng begini !! " kata Bumi menciumi pipi putranya .


" Yang bilang cucu Oma kaya barang loak siapa !! Sekali sekali Janu biar jalan jalan sama Opa dan Omanya kenapa sih "


" Tapi Yank ... "


Tapi usapan lembut sang istri di lengannya membuatnya luluh juga .


" Asal jangan sampai Janu ketinggalan di tempat arisan hanya karena Mamah sibuk dengan teman teman Mamah " gerutu Bumi yang tahu sifat Mamanya .


" Ada Papa yang ngawasin " seru Alfian yang berjalan di belakang Bumi .


Akhirnya Bumi mengalah , dengan berat hati dia memberikan Janu pada Mamanya .


*

__ADS_1


Siang itu Deniel sedang makan siang dengan Vallery . Akhir akhir ini memang mereka dekat karena dokter cantik itu ingin membantu masalah kelainan Deniel . Kebetulan Deniel pun tidak keberatan jika Val membantunya .


Mereka terlihat sedang bercanda saat itu , sampai datangnya seseorang membuat suasana berubah .


" Hai Deniel ... l miss you ! Kangen banget tau , Tante udah nggak pernah lihat kamu di club' lagi ! Nanti malem ke apartemen Tante yuk " seorang perempuan mendekat ke arah Deniel dan duduk disampingnya .


Wanita parubaya itu bahkan sudah menggesekkan gunung kembarnya ke lengan Deniel . Dan pria muda itu hanya menanggapinya dengan senyuman .


" Deniel udah ada job Tante cantik " ucap Deniel tanpa menyebutkan nama karena jujur saja ia lupa nama wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya .


Vallery yang duduk di depan Deniel langsung memalingkan mukanya . Ia muak melihat wanita yang terus saja memancing naluri Deniel itu .


" Ya udah ... besok ngga apa apa deh " tawar wanita itu .


" Besok juga full " sahut Deniel .


" Terus kapan dong ada waktu buat Tante "


" Sampai kapan pun Deniel ngga akan ada waktu untuk melayani Tante lagi ... maaf ya "


" Lho kok bisa !! Tante bisa bayar dua kali lipat , kamu nggak udah khawatir !! " wanita itu mulai tersulut emosinya .


" Deniel udah ada kontrak Tan ... "


" Siapa wanita itu !? "


" Tuhh .. " Deniel menunjuk Val yang duduk di depannya .


" Maaf ya ... Deniel udah kontrak seumur hidup dengan dia , jadi nggak akan pindah pindah lagi ke lain hati " sambungnya .

__ADS_1


" APPAAAA !!! " Val dan wanita itu berteriak bersamaan .


__ADS_2