
" Bagaimana dengan perusahaan !? "
" Baik Pah .. tentu saja baik , walau belumlah sebaik seperti kak Reynand tapi Bumi akan terus berusaha agar Adipraja tetap menjadi sebuah perusahaan besar yang paling kuat dan berpengaruh "
" Kemarin Papa bertemu dengan Putra .. "
" Om Putra ? Papanya Narra ? "
Alfian mengangguk dsn kemudian meneruskan bicaranya .
" Dia mencari putrinya , dia ingin mengharapkan bantuan dari kita "
" Setahu Bumi wanita ular itu sedang mengejar mimpinya di Paris . Kenapa Om Putra harus mencarinya ? "
" Dia terjebak akibat dari kelakuannya sendiri , dulu selama masih bersama kakakmu saja dia sudah berani mengundang pria lain untuk menghangatkan ranjangnya "
" Siapa yang menjebaknya Pah ? "
" Dia terjebak dalam lingkaran prostitusi kelas elite dan lebih parahnya dia dijual oleh mucikarinya pada seorang psikopat . Papa tidak tahu persis layar belakangnya . Tapi orang yang membelinya bukan orang sembarangan . Dia Alexander Gozza , salah satu pejabat yang mempunyai pengaruh besar . Putranya sangat terobsesi dengan wanita ular itu "
" Dan apa hubungannya dengan kita ? Bukan Bumi tidak peduli atau bagaimana , tapi itu sudah bukan urusan kita lagi . Mereka terlalu sering menyakiti kita "
" Entahlah , tapi Papa minta kamu lebih berhati hati . Putra Alex sangat terobsesi pada Narra , dia seorang psikopat gila ! Papa tidak ingin dia mengganggu kita jika tahu Narra pernah punya hubungan dengan keluarga kita . Kau harus lebih menjaga anak dan istrimu karena kita tidak tahu apa isi otak orang gila itu "
Bumi menyeringai , tangannya terkepal keras dengan tatapan tajamnya .
" Papa tidak usah khawatir , Bumi bisa menjadi lebih gila dari orang itu jika itu menyangkut Janu dan Aira . Akan Bumi lenyapkan dia sebelum bisa menyentuh mereka "
" Kita punya orang orang yang hebat yang bisa menyelesaikan mereka . Jangan membuat Aira ketakutan padamu "
__ADS_1
Bumi terdiam mendengarnya , tapi kata kata papanya benar ia tidak boleh menunjukkan sisi lain dirinya jika tidak mau anak dan istrinya ketakutan .
Selama ini hanya sang papa yang tahu dan pernah melihat sisi lain dirinya . Alfian juga yang sedikit demi sedikit membantunya untuk melupakannya .
Setelah selesai berbicara dengan papanya Bumi segera turun ke bawah . Dia melihat Air dan Janu sedang bermain di ruang tengah .
" Sayang .. Mama mana ? Kalian kok cuma berdua ? "
" Mamah lagi ganti baju Mas katanya mau ada arisan "
" Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang saja , Dede sama Papa sini " Bumi merengkuh tubuh gembul putranya .
" Nunggu Mamah dulu Mas , kan Janu mau ikut Omanya ! Mau dipamerin gitu katanya "
" Nggak !! Memangnya Janu barang loak segala dipamerin . Ganteng begini !! " kata Bumi menciumi pipi putranya .
" Yang bilang cucu Oma kaya barang loak siapa !! Sekali sekali Janu biar jalan jalan sama Opa dan Omanya kenapa sih "
" Tapi Yank ... "
Tapi usapan lembut sang istri di lengannya membuatnya luluh juga .
" Asal jangan sampai Janu ketinggalan di tempat arisan hanya karena Mamah sibuk dengan teman teman Mamah " gerutu Bumi yang tahu sifat Mamanya .
" Ada Papa yang ngawasin " seru Alfian yang berjalan di belakang Bumi .
Akhirnya Bumi mengalah , dengan berat hati dia memberikan Janu pada Mamanya .
*
__ADS_1
Siang itu Deniel sedang makan siang dengan Vallery . Akhir akhir ini memang mereka dekat karena dokter cantik itu ingin membantu masalah kelainan Deniel . Kebetulan Deniel pun tidak keberatan jika Val membantunya .
Mereka terlihat sedang bercanda saat itu , sampai datangnya seseorang membuat suasana berubah .
" Hai Deniel ... l miss you ! Kangen banget tau , Tante udah nggak pernah lihat kamu di club' lagi ! Nanti malem ke apartemen Tante yuk " seorang perempuan mendekat ke arah Deniel dan duduk disampingnya .
Wanita parubaya itu bahkan sudah menggesekkan gunung kembarnya ke lengan Deniel . Dan pria muda itu hanya menanggapinya dengan senyuman .
" Deniel udah ada job Tante cantik " ucap Deniel tanpa menyebutkan nama karena jujur saja ia lupa nama wanita yang sedang bergelayut manja di lengannya .
Vallery yang duduk di depan Deniel langsung memalingkan mukanya . Ia muak melihat wanita yang terus saja memancing naluri Deniel itu .
" Ya udah ... besok ngga apa apa deh " tawar wanita itu .
" Besok juga full " sahut Deniel .
" Terus kapan dong ada waktu buat Tante "
" Sampai kapan pun Deniel ngga akan ada waktu untuk melayani Tante lagi ... maaf ya "
" Lho kok bisa !! Tante bisa bayar dua kali lipat , kamu nggak udah khawatir !! " wanita itu mulai tersulut emosinya .
" Deniel udah ada kontrak Tan ... "
" Siapa wanita itu !? "
" Tuhh .. " Deniel menunjuk Val yang duduk di depannya .
" Maaf ya ... Deniel udah kontrak seumur hidup dengan dia , jadi nggak akan pindah pindah lagi ke lain hati " sambungnya .
__ADS_1
" APPAAAA !!! " Val dan wanita itu berteriak bersamaan .