Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
02


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya ...


Terlihat di sebuah komplek pemakaman elite seorang wanita sedang bersimpuh di pusara yang masih basah .


" Maaf karena aku tak bisa membawa dia , tapi aku yakin kau bisa melihatnya dari atas sana . Mas tahu ? Dia sangat mirip denganmu . Senyumnya sangat manis seperti senyummu , matanya juga sama sepertimu . Semua yang ada padanya sangat mirip denganmu "


Wanita itu menghela nafasnya , ia terlihat berusaha keras menahan air mata yang sudah menggenang di sudut matanya . Diciumnya batu nisan yang bertuliskan nama suaminya .


" Tenanglah disana , Mas tidak usah khawatir karena dengan sekuat tenaga aku akan membuat putra kita bahagia , terimakasih telah memberikan Janu Kama Adipraja . Aku akan membuatnya pantas untuk menjadi seorang Adipraja , pria yang tangguh sepertimu "


Tanpa ia ketahui dua orang parubaya sedang mendengar semuanya dengan berderaian air mata , mereka berpelukan untuk saling menguatkan . Rasa bersalah sekaligus rasa bahagia karena menemukan keturunan yang akan menjadi pewaris keluarga Adipraja yang sesungguhnya .


Tak lama kemudian wanita itu meninggalkan komplek pemakaman dengan sedikit terburu buru , ia khawatir putra yang ia titipkan pada ibunya rewel karena masih memberikan ASI eksklusif .


Aira Prameswari nama wanita tersebut , seorang wanita cantik yang dinikahi siri oleh Reynand Adipraja tiga tahun yang lalu . Namun sayang Tuhan baru mempercayakan dia untuk mengandung setelah dua tahun usia pernikahan mereka .


Berasal dari keluarga sangat sederhana , dia hanya tinggal bersama ibu dan adik laki lakinya karena sang ayah sudah meninggal saat mereka masih kecil .


Air sudah terbiasa hidup sederhana , dia juga seorang wanita mandiri yang tidak pernah mengeluh dengan segala kekurangannya . Begitupun adik laki lakinya yang bernama Dewa , walaupun masih sangat muda ia ikut berusaha untuk membahagiakan dua perempuan dalam hidupnya .Setelah lulus sekolah Dewa melanjutkan kuliah sambil bekerja paruh waktu .

__ADS_1


Mata Air menyipit ketika melihat sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumahnya , ia segera menaruh motornya untuk segera masuk karena khawatir jika terjadi sesuatu pada Janu ataupun ibunya .


" Assalamualaikum ... ibu !! "


Tapi langkahnya terhenti ketika melihat sang ibu yang menggendong putranya dengan masih bercucuran air mata . Dewa juga terlihat sedang menenangkan sang ibu dengan merengkuh bahunya .


" Walaikumsalam "


Tatapan Air berpindah pada dua orang parubaya yang menjawab salamnya . Seorang laki laki dan perempuan yang sedang berumur yang mengenakan pakaian mahal sedang duduk di rumahnya yang sangat sederhana .


" Ibu ... Dewa .. ada apa ini ? Siapa mereka ? "


Senja yang mengerti maksud ibunya segera mengambil bayi tampan itu dan membawanya ke kamar untuk menyusui bayinya . Tak lama ia mendengar suara mobil yang meninggalkan halaman rumah mereka , dia berpikir mungkin dua orang yang ia jumpai di ruang tengah tadi sudah pulang .


" Janu sudah tidur ? " tanya ibu Sri yang kemudian masuk ke kamar putrinya .


" Sudah Bu , tadi siapa mereka ? "


" Mereka adalah Tuan dan Nyonya Alfian Adipraja " jawab lbu Sri singkat karena ia tahu persis akan seperti apa reaksi putrinya .

__ADS_1


" Adipraja !!?? Mereka orang tua Mas Reynand ? Untuk apa mereka kesini Bu , jika ini berhubungan dengan Janu apapun alasannya aku akan melawan mereka . Janu adalah putraku "


Air masih ingat dengan jelas bahwa pernikahannya dengan Reynand tidak pernah mendapat restu dari keluarga Adipraja . Dia rela menikah siri karena berpikir lambat taun mungkin bisa mencairkan hati mertuanya .


Hingga keluarga itu dengan teganya menikahkan Reynand dengan wanita lain walau mereka tahu Reynand sudah menjadi suaminya .


" Tidak ada siapapun yang akan mengambil Janu dari sisimu . lbu dan Dewa juga tidak akan tinggal diam jika mereka mengganggu hidup kalian "


Air terdiam tapi air mata tak terasa sudah mengalir di pipinya . Selama tiga tahun ini ia mencoba menjadi wanita kuat di depan suaminya . Air selalu tampak tersenyum walau hatinya sedang menangis . Di dunia ini tak ada satu pun istri yang rela melihat suaminya dimiliki oleh wanita lain .


" Kenapa baru sekarang ? Kenapa setelah Mas Reynand pergi meninggalkan kami ? Jika mereka keberatan dengan keberadaan Janu maka mereka tidak usah khawatir , Air tak akan pernah membebankan hidup Janu pada mereka . Janu Kama Adipraja hanya putraku , dia akan besar dengan keringat ibunya . Bukan dengan mengemis pada mereka "


" Kau pernah dengarkan kalau sebuah penyesalan pasti selalu ada di belakang . Dan itulah yang sedang mereka alami saat ini , mereka menyesal Air . Mereka ingin minta maaf kepadamu juga Janu "


" Masih sakit Bu " Air memegang dadanya dengan kedua tangannya . Dia sudah mulai terisak tertahan karena takut suaranya akan membangunkan putranya yang sedang tidur .


" Ibu tahu .. lbu paham nak ! lbu juga seorang wanita . Tapi ikhlaskan semua ... pasrahkan semua pada yang di atas "


" Air tidak pernah membenci kedua orang tua Mas Reynand , tapi Air hanya merasa sangat kecewa ... Air tidak akan melarang jika mereka ingin bertemu Janu tapi jangan harap mereka bisa memiliki Janu ! "

__ADS_1


__ADS_2