
" Dede kapan pulang sama Papa ? Sepi kalau nggak ada Mama sama dede "
" Bilang sama Papa de , kita pulang kalau papa udah bisa menakhlukkan hati nenek . Makanya jangan nakal lagi sama kita ya De , ditinggal tiga hari aja udah bingung " balas Air seakan mengejek suaminya .
" Sayang .. "
" Aku dan Dewa sudah menjelaskan semuanya sama ibu , sepertinya ibu mengerti kok Mas . Tapi dia masih sakit hati karena kamu udah ngusir kita dari rumah . Kami sama sama perempuan , ibu pasti tahu rasanya jika jadi aku waktu itu . Menggendong Janu , menyeret koper sendiri dan tak ada uang . Saat itu sempurna sekali keadaanku . Pengen nangis tapi nggak bisa , pengen pulang tapi bingung ke rumah siapa , pengen kembali ke apartemen tapi takut kamu ngamuk lagi ... "
" Stop please ... "
" Maaf Mas , malah jadi curhat sama kamu . Tapi waktu itu aku punya keyakinan bahwa Mas Bumi akan mencari kami . Sepertinya hal itu adalah hal yang tidak mungkin , tapi aku percaya Mas adalah orang baik di balik sifat Mas yang arogan "
Bumi menghela nafasnya , kecemburuannya pada sang istri membutakan matanya . Air menggenggam satu tangan suaminya .
" Mas tidak berjuang sendirian karena aku dan Janu selalu mendukungmu . Kita lewati ini bersama sama ya "
Air mencuri cium pada suaminya , ia mengecup sekilas rahang kokoh suaminya . Dan hal itu membuat Bumi kelimpungan , sentuhan bibir istrinya membuatnya sedikit terganggu . Bukan dia sebenarnya yang terganggu , tapi juniornya yang mulai menggeliat bangun .
" Ckk .. jangan mancing mancing sayang ! Sumpah bikin puyeng kalau kangen sama kamu "
__ADS_1
Air hanya tertawa mendengar keluhan suaminya , baru kemarin mereka menyempurnakan cinta mereka dan setelahnya mereka harus berpisah karena keadaan . Pasti akan terasa berat untuk mereka khususnya suaminya yang mempunyai kadar mesum level tinggi .
" Aku juga kangen sama Mas "
" Sayang .. "
" Pokoknya kalau nggak ada aku , Mas tetap harus jaga kesehatan .Jangan lembur sampai malam terus , jangan sampai ketika sudah saatnya aku dan Janu pulang malah Mas lagi sakit "
" lya sayang , udah malam sebaiknya aku pulang biar kamu bisa istirahat . Besok ke ruko kan ? "
" lya , alhamdulilah kita buka cabang lagi di Bandung Mas . Deniel juga sih yang ngurus , Mas Varo minta jaringan supermarketnya di sana juga di suplai sama kue kue kita . Minggu depan aku kesana mau survey tempat . Kalau Mas ada waktu anterin Air kesana ya ! Kan nggak enak kalau pergi sama Deniel atau Mas Varo "
" Pasti ... pasti akan Mas antar . Ajak lbu dan Dewa sekalian ya , kita liburan di sana . Mas punya villa di Bandung "
" Biar di antar sama Dewa saja , jangan repotkan suamimu dengan memintanya untuk mengantarmu ! Nak Bumi adalah seorang pemimpin perusahaan , dia tidak bisa sembarangan pergi pergi "
Ibu Sri tiba tiba muncul dari dalam bersama dengan Dewa . Dan Dewa sudah kembali menahan senyumnya , dia tahu bahwa baru saja kakak iparnya sudah semangat 45 untuk mengantar sang istri . Tapi semangatnya surut ketika sang ibu melarangnya .
" Bu ... "
__ADS_1
Bumi menatap istrinya dengan sedikit menggelengkan kepalanya seakan dia meminta Air untuk menerima usulan ibunya . Tapi sepertinya Dewa kembali menjadi penyelamatnya .
" Minggu depan Dewa banyak banget tugas kuliah , sepertinya Dewa nggak bisa nganter "
Bu Sri menatap putra bungsunya penuh selidik , dia sangat hafal dan paham karakter seorang Dewa . Dewa yang tahu arti tatapan sang ibu kemudian mencoba untuk menjelaskan .
" Buat apa Dewa bohong Bu , Dewa memang sedang banyak sekali tugas kuliah "
" Ya sudah jika begitu , jika itu tidak mengganggu waktu kerja nak Bumi , lbu tidak akan berkeberatan jika kau ingin mengantar istrimu "
Bumi mengangguk masih mencoba bersikap biasa saja , padahal di dalam hatinya sedang bersorak gembira .
" Aira tidak pernah mengganggu waktu Bumi Bu , baiklah saya pamit dulu . Terimakasih ibu dan Dewa sudah mau menerima saya disini . Sekali lagi Bumi ingin minta maaf jika Bumi belum mampu menjadi yang seperti lbu inginkan "
" Kau juga putraku , seorang ibu tidak akan pernah bisa lama lama memarahi putranya . Ibu juga minta maaf kalau keputusan ibu ini mungkin menyakitkan untuk kalian "
" Tidak ... lbu sudah benar . Bumi memang sudah bersikap keterlaluan "
Bumi pulang dengan hati penuh kebahagiaan , walaupun belum bisa membawa pulang anak dan istrinya tapi setidaknya ia tahu bahwa tidak ada kebencian di hati mertuanya .
__ADS_1
Benar kata Dewa , semua akan berjalan dengan baik selama kita memang punya niat baik .Dia tidak sabar menantikan minggu depan , saat itu ia bisa berkumpul lagi dengan keluarga kecilnya walau hanya dalam waktu yang sebentar .