
" Rey ... " lirih Astika melihat pria masa lalunya yang datang ke yayasan yang ia miliki siang ini .
" Hai , Dewa belum datang !? "
" Dewa ? "
" Dia ingin aku melihat proyek baru yang kau kerjakan , sekolah baru itu "
" Oooo itu , tapi bukan di daerah sini , aku sengaja membangunnya di daerah pedesaan agar mudah di jangkau . Sekitar sepuluh kilo dari tempat ini "
" Dewa sudah menceritakan semua , sekolah itu untuk kaum tidak beruntung . Seperti aku dulu "
Astika tersenyum mengingatnya , Reyhan juga sekolah karena di bantu oleh sebuah yayasan seperti yayasan yang di milikinya .
" Kau beruntung , nyatanya kau bisa di depanku seperti sekarang ini . Bekerja di sebuah perusahaan besar yang ada di luar negeri "
" ltu semua karena dukunganmu , jika bukan karena kami mungkin aku masih menjadi bukan apa apa .. sebentar sepertinya Dewa menelpon "
Reyhan mengangkat panggilan dari Dewa , ternyata CEO Adipraja itu membatalkan kedatangannya karena ada sebuah meeting yang harus ia sendiri yang menangani .
" Dia tak jadi datang , CEO seperti dia sepertinya sangat sibuk ! Kau harus bersiap siap mempunyai suami sibuk seperti dia "
" Aku tahu ... Apa kita jadi pergi !? " jawab Astika .
" Jika kau memang tidak keberatan "
" Kenapa aku harus keberatan ? Kau pria kaya raya dan kau bisa jadi donatur tetap di yayasanku !! "
__ADS_1
Reyhan tertawa melihat jiwa bisnis Astika , wanita itu benar benar berjuang untuk kaum yang kurang beruntung .
Mereka berangkat ke proyek sekolah yang tadi disebut oleh Astika . Reyhan sepertinya tidak asing dengan jalan kecil yang mereka tempuh .
" Ini ... '
' Sekolahnya tepat ada di pinggir lapangan itu , pembangunan baru enam puluh persen berjalan " kata Asti dengan menunjuk bangunan yang sedang di bangun di depan mereka .
Sedang Reyhan hanya terpaku di belakang setirnya , tempat ini adalah panti asuhan yang dulu dia tinggali .
" Kau lihat bangunan di sebelahnya kan ? Aku pindahkan panti asuhannya . Aku buat bangunan yang lebih layak karena rumah yang dulu sudah rapuh dan tidak muat untuk tinggal anak anak "
Reyhan meletakkan kepalanya di atas setir dan memukulnya pelan .
" Hei kenapa ... ? "
" Kau sudah di sini "
Reyhan kembali menegakkan kepalanya dan melihat gadis di sampingnya .
" Apa ?? Aku benar kan kau sudah disini !? "
" Terima kasih ... kau mengingat mereka saat aku tidak mengingatnya " lirih Reyhan .
" Aku merawat mereka bukan untukmu tapi memang sudah tugasku sebagai sesama "
" Aku tahu ... tetap saja aku ucapkan terima kasih . Ayo kita turun aku rindu mereka ! "
__ADS_1
" Kau merindukan mereka tapi tidak merindukan aku .... " lirih Astika sangat pelan , tapi ternyata pendengaran Reyhan masih sangat tajam .
Astika tersentak ketika satu tangannya di raih tangan kekar pria masa lalunya .
" Tiga tahun aku lalui seperti neraka ! Rindu ... putus asa .. rasa ingin pulang dan menculikmu untuk aku bawa pergi sejauh mungkin !! Jauh ... hanya kita berdua disana "
Dua manusia itu sama sama tertawa hambar dan menghela nafas panjang , jalan hidup nyatanya tidak seperti yang mereka inginkan .
" Apa jalan yang aku pilih sudah menyakitimu Rey !??? "
" Dewa pria yang baik ... sangat baik . Dan aku harus bertanggung jawab dengan perbuatanku pada adikmu . Aku rasa ini yang terbaik "
" Kau tidak menjawab pertanyaanku . Apa jalan yang aku pilih menyakitimu !!? "
" Tiga tahun yang lalu jalan yang aku pilih pasti sangat menyakitimu . lni karmaku ... kini aku hanya berharap kau bahagia "
" Kita turun ... mereka pasti senang bisa bertemu denganmu . Tapi mungkin sudah tidak banyak adik adikmu yang dulu tinggal di sini . Sebagian sudah aku tempatkan di perusahaan Daddy dan perusahaanku di Lombok . Dan yang bertahan disini aku jadikan pengurus untuk yayasanku "
" Ayo ... "
" Kita ke panti dulu saja , sekalian kita bicara dengan kepala proyek pengerjaan sekolah "
" Ok ... as you wish princess !! " Reyhan memanggil Astika seperti dulu dia sering memanggilnya .
Tanpa mereka sadari tangan mereka telah terpaut erat , mereka mendatangi anak anak yang berada di panti dengan tawa dan kebahagiaan . Mereka seperti sedang mengulang masa lalu yang dipenuhi cinta .
Tanpa mereka tahu ada sepasang mata yang melihat semua itu dalam diamnya dengan sudut bibirnya yang terangkat .
__ADS_1