
Semula Dewa sedikit khawatir sikap Adam yang tidak memperdulikan Jasmine akan menjadi boomerang untuk perusahaan , secara Nusa Corp perusahaan milik ayah gadis itu . Dan tak ada ayah yang terima jika putrinya tidak dianggap .
Tapi ternyata Adam selalu benar !! Adam sudah mengatakan padanya walaupun Nusa Corp adalah perusahaan besar tapi mereka akan berpikir seribu kali lipat untuk membatalkan kerjasama yang pastinya sangat menguntungkan mereka itu .
Hari itu John kembali meminta untuk bertemu , kali ini mereka akan bertemu saat makan siang .
" Wa ... kamu ikut ! Nanti makan siang bareng Kakak . Sekalian belajar bagaimana menghadapi pengusaha pengusaha besar seperti John ke depannya "
" lya , aku saja yang bawa mobilnya . Kaki Kak Adam kan masih sakit gara gara kemarin sempat terkilir pas turun bukit "
*
Sementara itu disebuah rumah sederhana tampak seorang wanita sedang merawat seorang anak laki laki yang sedang sakit . Dengan telaten wanita itu mengganti kompres yang terpasang di dahi di kecil .
" Ayah .... "
Wanita bernama Diva itu meneteskan air matanya ketika putra satu satunya bernama Gema itu selalu menyebut nama ayahnya . Dua tahun yang lalu dia di ceraikan oleh sang suami karena ternyata suaminya lebih memilih hidup bersama wanita lain .
Diva menikah di usia yang sangat muda yaitu pada saat usianya masih tujuh belas tahun . Dia di paksa menikah dengan pria yang tidak ia cintai karena sebuah perjodohan . Dan naasnya selama menjadi suaminya , pria yang dijodohkan dengannya itu sudah mempunyai wanita yang dicintai .
__ADS_1
Dan saat kedua orang tuanya sudah meninggal , pria itu menceraikan dirinya dan menikahi wanita yang dicintainya . Diva mundur bukan karena tidak mau memperjuangkan keutuhan rumah tangganya .
Dia hanya benar benar lelah dan kehabisan kesabaran dalam menghadapi suaminya . Enam tahun ia bertahan dan mencoba menjadi wanita tegar karena hadirnya seorang Gema di hidup mereka .
Walau Gema hadir bukan karena cinta , tapi Diva sangat menyayangi putranya . Sang suami menyentuhnya hanya karena untuk memenuhi kebutuhan biologisnya .
Dan selama dua tahun berpisah , ternyata suaminya mengabaikan mereka . Tak sekalipun dia memberi tunjangan hidup untuk putranya . Pria itu benar benar menganggap mereka tidak ada di dunia ini .
" Gema minum obat dulu ya sayang "
" Iya Bunda "
Diva beranjak meninggalkan putranya yang sudah tertidur dengan lelap setelah meminum obat penurun panasnya . Dia beruntung mempunyai anak laki laki yang penurut dan sangat menyayanginya .
Kebetulan setelah perceraiannya ada seorang teman yang menawarinya pekerjaan sebagai seorang pengajar di sebuah Playgroup miliknya .
" Halo As ! Maaf tadi aku belum bisa berangkat mengajar . Gema masih panas "
Ternyata ia menelpon temannya bernama Astika , pemilik sekolah tempatnya mengajar .
__ADS_1
" Udah santai saja , Gilang memang goblok !! Bisa bisanya dia lupa pada anaknya sendiri . Dia hidup senang dengan wanita ular itu dan menelantarkan anak kandungnya sendiri !! "
" Udah nggak usah bahas Mas Gilang , kami sudah ikhlas kok ! Aku masih kuat menjaga Gema sendiri "
" Dua tahun Div !! Sampai Gema udah segede itu dia sama sekali enggan menengok anaknya sendiri . Masa orang sekaya dia nggak bisa kasih duit ke kalian !! Tuan besar Gilang Perkasa pemilik beberapa restoran terkenal di pulau ini . Benar benar keterlaluan dia ! "
Terdengar Diva tertawa kecil mendengar kemarahan sahabatnya . Dia dan Astika bersahabat dari mereka kecil hingga mereka tahu setiap kisah hidup masing .
" Kenapa jadi kamu yang sewot sih !? Ya udah aku mau beli telur dulu ke mini market depan , mumpung Gema masih tidur "
" Ya udah nanti sore aku kesitu "
" Ok "
Setelah melihat putranya yang masih tertidur pulas di kamarnya Diva kemudian keluar rumah untuk membeli telur di mini market yang tepat ada di seberang jalan depan rumahnya .
Saking tergesa gesanya ia sampai tidak fokus memperhatikan jalan dan ....
CKKIITTTTT ...
__ADS_1
Diva memejamkan matanya pasrah ketika mendengar bunyi mobil yang datang padanya , dia tahu dia bersalah karena menyeberang dengan tidak berhati hati .
" Kau tidak apa apa ??! "