
Tak terkira betapa bahagianya seorang Bumi ketika bisa kembali membawa anak dan istrinya kembali ke apartemen . Alfian dan Rita sebenarnya ingin mereka tinggal di kediaman Adipraja tapi Bumi ingin sementara waktu ini bisa benar benar menikmati waktu berdua dengan sang istri .
" Sayang ... "
" Ya Mas .. " Air berjalan menuju sang suami yang berada di ruang kerja dengan membawa segelas kopi .
" Besok akan ada asisten rumah tangga yang bantu kamu disini . Dia yang akan membereskan rumah , Mas tahu ke depan kamu akan disibukkan dengan pembukaan cabang yang ada di Bandung itu "
" Tapi sepertinya aku masih sanggup mengerjakan pekerjaan rumah , aku sudah biasa melakukan semua sendiri "
" Aku tahu sayang , tapi aku tak ingin kamu terlalu capek di siang hari . Karena mungkin aku akan membuat kamu lelah setiap malamnya "
" Ckk .. kenapa kamu jadi mesum sekali sih Mas !! Kemana itu Bumi yang cool dan sok cuek " ujar Air kesal .
" Lhohh apa ya salah ? Setiap malam kamu harus mengurusku dan Janu . Bikin makan malam buat kita , main sama Janu , bikinin kopi ... Semua pasti butuh tenaga ekstra kan !? "
" Apalagi tugas kita bertambah satu " lanjut Bumi terlihat serius .
" Tugas ? "
" Bikin dedek buat Janu ... kan kamu yang bilang pengen rumah kita dipenuhi tawa dari anak anak kita "
" Isshhh , nyebelin ! Ujung ujungnya ya pasti soal ranjang . Ya udah Mas lanjutin kerjanya , cari duit yang banyak biar besok bisa jalan jalan sambil beli cilok "
" Cilok ? Memang berapa harga cilok ? "
" Satunya paling lima ratus . Memangnya kenapa Mas ? "
" Terus kamu pengen beli berapa ?
__ADS_1
" Ya kalau berdua sama Mas ya paling sepuluh udah cukup . Lagian kan belum tentu kamu seneng apa enggak "
Bumi cuma manggut manggut seperti sedang memikirkan sesuatu . Ia mengambil ponselnya yang ada di meja dan sebentar kemudian ia kembali berbicara dengan istrinya .
" Sayang udah aku transfer ... cek m-banking kamu "
" Hahh m-banking ? Transfer ? Buat apa !? "
" Lhahh itu katanya kamu pengen beli cilok , satunya lima ratus kan ? Aku udah transfer buat beli sepuluh "
Dahi Air berkerut mendengar penjelasan dari suaminya yang jujur saja ia sama sekali tidak mengerti . Ada hubungan apa antara transfer dan cilok .
Air membuka m-banking dari ponselnya dan benar saja ada notif adanya dana yang masuk ke rekeningnya . Angka lima memang menjadi awal angkanya , tapi ia sedikit bingung dengan angka nol yang terlalu banyak mengikutinya .
" Ya Allah Mas ini .. satu .. dua .. tiga .. empat .. lima .. enam .. tujuh .. delapan .. sembilan ... !! Kau tak salah kan Mas , buat apa uang sebanyak ini ?! "
" Mas tau kan cilok itu apa ? " Air yang sedikit gemas pada sang suami berjalan mendekat dan duduk di pangkuan suaminya .
" Merk mobil ? Nama batu permata ? Atau perhiasan ? Aku kurang tahu soal barang barang perempuan "
" Cilok itu nama makanan kaki lima Mas ! Satunya kalau enggak lima ratus ya seribuan . Kalau sebungkus isi sepuluh ya berarti harganya cuma lima ribu rupiah . Kenapa kamu malah ngirim duit segitu banyak ? "
Bumi tertawa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Tadi ia mengira Air ingin membeli barang mewah yang biasanya digilai oleh kaum Hawa . Seperti perhiasan , tas atau bahkan mobil . la lupa bahwa sang istri adalah sosok yang sangat sederhana .
" Ya sudah anggap saja itu uang saweran malam ini .. "
" Saweran ? Kamu nggak aneh aneh kan Mas ? " Air mengira Bumi ingin menyewa biduan organ tunggal seperti yang biasa ia lihat jika ada hajatan .
" Sawerannya aja gede , aku pengen yang maksimal .. yang bikin aku menggelepar semalaman "
__ADS_1
BUGGHH . ..... Air memukul lengan suaminya
" Awww .. kok main kasar sih yank ! Oooo .. kamu ingin main disini ya ? Baik kalau begitu . Aku layani jika kamu ingin sedikit main kasar . Sekali kali kayanya seru juga "
Bumi mulai melancarkan serangannya , ia mulai dengan mencium bibir sang istri dengan penuh gairah dengan tangan yang mulai melucuti pakaian istrinya . Perlahan ia membawa tubuh istrinya ke sebuah sofa bed yang ada di depan meja kerjanya .
" Emmpphhhtt ... Mas mau ngapain !? Tadi bukannya mau nyawer biduan ? "
" Tadi mas kan udah nyawer kamu , sekarang kamu tugasnya jadi biduannya Mas . Goyang sampai pagi " kata Bumi menarik tubuh Air yang sudah sepenuhnya polos ke atas tubuhnya
" Dasar mesumm !! "
Dan malam itu Bumi benar benar di buat tak berdaya oleh istrinya . Air yang memacu tubuhnya di atas sang suami tampak sangat menikmati setiap gerakannya .
Dia sengaja membuat gerakan dengan tempo lambat tapi sangat dalam . Sesekali ia akan berhenti kemudian ia bergerak sedikit memutar .
" Argghh .. sayaaaanngg ... cepet !! " Bumi sudah tak sabar untuk menyelesaikannya kali ini . Gerakan tubuh Air di atasnya benar benar sudah membuatnya gila .
" Cepet atau sampai pagi ??? Tadi bilang sampai pagi ... yang mana yang bener ? " goda Air yang sengaja menghentikan gerakannya . la menuntun tangan kekar suaminya ke area atasnya yang terlihat menggantung sempurna .
" Sayaaaanngg ... "
Bumi yang sudah benar benar tidak tahan akhirnya membalikkan keadaan , tubuh sang istri menjadi di bawahnya . Dengan liar ia memacu hasratnya , hingga mereka sama sama mencapai ******* yang begitu indah .
Mereka saling memeluk dengan saling membisikkan kata kata cinta . Hingga akhirnya Bumi beranjak karena dari kamera pemantau dia melihat putranya bangun .
" Sayang biar aku yang akan gendong Janu , biasanya kalau malem begini dia pengen dibikinin susu . Kamu bersihkan diri dulu saja biar seger bobonya "
~ Mas Bumi modus nihh ... nggak mau tinggal di kediaman Adipraja biar bisa mesra mesraan terus sama mbak Aira ... jangan lupa goyang jempol ya pemirsahhh 😘 ! Vote and komen biar tambah rame ya ~
__ADS_1