
Sepulang sekolah Erina menunggu angkutan umum agar dia bisa segera pulang . Sang ibu memang sudah diperbolehkan pulang karena keadaan yang berangsur membaik . Varo mempekerjakan seorang wanita yang bisa membantu dan menemani sang ibu di rumah .
Begitu perhatiannya laki laki itu hingga tak jarang ia menyempatkan waktunya untuk mengantar atau menjemput calon istrinya tersebut .
" Om elo belum jemput Rin ? Mau dong dikenalin !! "
Erin hanya menggeleng dan tersenyum , teman temannya mengira pria itu adalah Omnya . Varo memang sudah jadi idola baru di sekolahnya . Walaupun terpaut umur cukup jauh tapi ketampanan dan kemapanannya menjadi daya tarik tersendiri untuk teman temannya .
Erin memang sudah tak seketus dan sekeras dulu lagi jika dihadapan calon suaminya . Dia mulai mencoba menerima hubungan ini . Tak.betspa lama Erin dikejutkan dengan jeritan histeris tema temannya , dan ketika ia lihat ada mobil Paj*ro sport warna hitam berhenti di depannya .
Seorang pemuda tampan keluar dari mobil itu dan dia tidak asing dengan wajahnya . Pemuda itu pernah datang ke kamar rawat inap ketika ibunya masih di rumah sakit . Dia dikenalkan sebagai adik sepupu Varo , Deniel .
Pemuda tampan itu berjalan mendekat padanya dan hal itu membuat jeritan histeris teman temannya bertambah kencang .
" Hai .. kau masih ingat aku ? Aku Deniel sepupu calon suamimu . Hari ini dia memintaku untuk mengantar kalian ke rumah sakit . Dia bilang ada jadwal kontrol hari ini . Buka saja ponselmu pasti dia sudah mengabari "
" Ya aku ingat "
Erin menurut , ia segera membuka ponsel dan membaca pesan dari Varo yang mengabarkan bahwa hari ini ada meeting bulanan yang tidak bisa Varo tinggalkan hingga ia meminta Deniel untuk menggantikannya .
Erin akhirnya masuk ke dalam mobil Deniel yang segera melesat ke arah rumahnya .
__ADS_1
" Apa kau selalu seperti ini ? "
Suara Deniel memecah keheningan , Erin hanya menghela nafasnya tanpa melihat sedikitpun ke arah Deniel .
" Dari dulu aku selalu mengagumi wanita yang bisa berjuang untuk hidupnya sendiri . Dan berita baiknya adalah kau termasuk di dalamnya "
" Dan berita buruknya aku tidak suka masuk dalam kriteriamu ! Apa kau sedang merayu calon saudara iparmu ? "
" Ha .. ha .. terimakasih jika kau anggap itu sebuah rayuan . Tapi aku lebih tertarik dengan wanita dewasa , bukan anak sekolah sepertimu "
Deniel terus saja tersenyum , ia tak dapat membayangkan jika pria dewasa seperti Varo akan menikah dengan gadis labil seperti gadis di sampingnya .
Dengan sekali melihat saja Deniel sudah tahu gadis manis calon saudara iparnya itu selalu bersikap ketus hanya untuk menjaga jarak . Gadis itu tak mau dekat dengan siapa pun karena merasa rendah diri . Dan Deniel tahu benar apa sebabnya .
" Kenapa kau terus tersenyum ? Apa kau menganggapku lucu ? " dengus Erin yang tak suka dengan senyuman menyebalkan dari Deniel .
" Kau sangat cantik nona , jauh dari kata lucu ! Dan aku tersenyum karena aku sedang tak ingin marah marah "
" Jika kau tertarik dengan wanita dewasa , apakah kau juga mencintai mbak Aira ? "
Pertanyaan Erin membuat Varo kembali tersenyum , gadis disampingnya sudah mulai berani bertanya tentang dirinya .
__ADS_1
" Aku menganguminya sejak pertama aku melihatnya . Dia wanita yang kuat sekaligus sangat lembut , dia selalu menganggap setiap orang disekitarnya baik . Setiap cobaan dia anggap itu ujian . Dan dia tidak pernah lari dari masalahnya ... "
" Karena itu kalian sangat menyukainya !? "
" Kalian !? "
" Kau dan sepupumu "
Deniel menggeleng gelengkan kepalanya , gadis itu bahkan belum bisa menyebut sepupunya dengan namanya .
" Belajarlah sopan dan menghargai calon suamimu . Dia punya nama , apa kau tidak bisa untuk menyebut namanya ? Dia tulus padamu , harusnya kau bisa melihatnya . Aku tahu kau masih sangat muda tapi bukan berarti kau bisa semaunya "
" Kami sama sama mencintai sekaligus mengaguminya . Dan kami mencintai Aira dengan cara kdmi sendiri . Kami sadar jika dia memang tidak ditakdirkan untukku ataupun Varo . Dan kami tidak akanm melampaui batasan kami " ldnjut Deniel .
Kata kata Deniel membuat Erin tertunduk , Deniel benar ! Varo selalu menghadapi sikapnya dengan penuh kesabaran . Bisa saja laki laki itu meninggalkannya tapi itu tidak dia lakukan . Harusnya dia bisa lebih menghargai pria itu .
" Maafkan aku "
" Bukan padaku , tapi pada calon suamimu "
" Kadang aku merasa aku tidak pantas berada di sampingnya ? "
__ADS_1
" Kau tidak bisa memutuskan siapa yang pantas atau tidak pantas untuknya . lni hidupnya ! Dia sendiri yang akan memutuskan semuanya . Jika pada akhirnya dia memilihmu itu pasti karena kamu memang pantas untuknya "