Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
64


__ADS_3

Adam sedang urung uringan karena besok Bumi tidak dapat menghadiri meeting bulanan dengan para staff karena dia akan mengantar istrinya keluar kota .


" Come on bos ... kau CEOnya , kenapa harus selalu aku yang dipusingkan dengan meeting bulanan sih "


Adam protes karena selama beberapa hari ini dia selalu menemani bosnya lembur sampai larut malam . Bumi hanya pulang lebih awal jika akan mengunjungi Air dan anaknya .


" Karena aku sudah membayarmu mahal untuk hal itu " jawab Bumi enteng .


Bumi tidak ingin rencananya besok gagal karena hari itu pertama kalinya dia bisa bersama dengan istrinya lagi . Walaupun ibu mertuanya tidak pernah menghalangi dia untuk bertemu dengan anak dan istrinya tapi Bu Sri sepertinya belum mengijinkan dia membawa mereka pulang .


" Kenapa kau lama sekali bergerak !? "


" Maksudmu ? "


" Kau terlalu lama membiarkan anak dan istrimu berada di luar , aku tahu pasti kau pusing atas bawah selama ini " ejek Adam .


" Kenapa mulutmu dan mulut Jerry sama sama brengs*eknya ? Kalian pikir aku Deniel hah ? Yang hanya memikirkan kepuasan semata "


" Aku tidak bilang begitu , tapi kita laki laki normal . Pasti kita butuh **** untuk pelampiasan "

__ADS_1


" Aku akui hal itu , tapi makin lama aku menyadari satu hal , waktu kebersamaan kami lebih berharga dari apapun "


" Sepertinya ibu mertuamu sangat tepat untuk memberikan hukuman seperti itu padamu . Kau menjadi lebih bisa mengendalikan dirimu , tak lagi mengandalkan egomu "


Bumi diam , tapi Adam benar dia tak lagi berapi api seperti dulu . Dia dapat belajar dari mertua ataupun adik iparnya yang sederhana itu . Dari mereka dia belajar untuk menghormati orang lain dan menempatkan keluarga di atas segala galanya .


Bu Sri yang ia lihat ramah dan supel ternyata mampu memisahkan dia dan istrinya begitu lama tanpa sedikitpun membuatnya sakit hati . Dewa , laki laki muda yang pendiam dan ramah bahkan bisa menjadi macan garang ketika membela kakak dan keponakannya .


" Tuan dan nyonya besar masih marah ? "


" Mereka tidak marah padaku tapi Papa menjadi lebih pendiam . Dia jarang menegurku . Tapi wajar karena aku telah menyakiti hatinya "


" Minta maaflah dengan tulus pada mereka kemudian mintalah anak dsn istrimu untuk kembali . Mereka sudah pernah menikah , pasti tahu bagaimana rasanya dipisahkan begitu lama dengan orang yang kita cintai "


" Kurasa kali ini kau benar benar ketemu batunya bos " ujar Adam sambil terkekeh .


Sudah lebih dari seminggu ini bosnya tak seperti dulu lagi . Jika bertemu masalah di perusahaan pasti akan diselesaikan saat itu juga . Dia akan terjun langsung jika ada suatu proyek yang di bawahi Adipraja .


Menurutnya sebuah proyek pasti melibatkan orang banyak didalamnya Dan Bumi ingin memberikan yang terbaik untuk semua pegawainya . Karena dia merasa bukan apa apa jika tanpa bantuan mereka .

__ADS_1


*


Disiang yang terik itu Deniel benar benar melakukan ' kencan ' dengan dokter cantiknya . Vallery sudah menunggunya di sasana tinju yang ada di pinggiran kota . Jika tampak luar tempat itu sangat hijau dan bersih , sepertinya dia akan betah untuk berlama lama disana .


" Hai .. "


Deniel terkesima dengan penampilan gadis cantik di depannya . Biasanya Val terkesan cuek dan dingin , tapi kali ini sepertinya nyalinya akan benar benar di uji . Vallery benar benar terlihat seksi kali ini .


Sport wear two piece yang dia pakai memamerkan setiap lekuk tubuhnya . Vallery tersenyum lebar melihat Deniel yang tidak fokus melihat dirinya . Di satu sisi pria itu berusaha untuk tidak melihat ke arahnya tapi di sisi lain naluri laki-lakinya sedang bergejolak .


Val kembali melihat wajah Deniel yang memerah , sebagai seorang wanita sekaligus seorang dokter , ia tahu Deniel sedang berperang dengan dirinya sendiri . Berperang untuk melawan hasratnya .


Seperti yang ia lihat di waktu yang lalu ketika pria itu demam . Deniel benar benar sedang berperang dengan dirinya sendiri . Pria itu meredam gejolak gelombang hasratnya yang terlampau besar hingga membuatnya menjadi demam .


Vallery salut dengan usaha yang Deniel lakukan . Dia ingin membantu pria itu dengan caranya . Dia ingin mengalihkan fokus Deniel pada hal lain yang lebih menarik , mungkin dengan olah raga fisik seperti yang akan mereka lakukan .


" Kau seksi sayang ... " ujar Deniel menggoda , jiwa playboynya kembali muncul .


" Terima kasih atas pujiannya tuan , akan aku buat kau tidak berdaya di bawahku " jawab Val dengan mengacungkan satu tangannya yang sudah mengenakan sarung tinju .

__ADS_1


" Dengan senang hati nona "


Mereka bertarung tanpa beban , walau serius dengan pertarungannya tapi senyum selalu menghiasi raut mereka . Mereka bahagia !


__ADS_2