
Adam sedang urung uringan karena besok Bumi tidak dapat menghadiri meeting bulanan dengan para staff karena dia akan mengantar istrinya keluar kota .
" Come on bos ... kau CEOnya , kenapa harus selalu aku yang dipusingkan dengan meeting bulanan sih "
Adam protes karena selama beberapa hari ini dia selalu menemani bosnya lembur sampai larut malam . Bumi hanya pulang lebih awal jika akan mengunjungi Air dan anaknya .
" Karena aku sudah membayarmu mahal untuk hal itu " jawab Bumi enteng .
Bumi tidak ingin rencananya besok gagal karena hari itu pertama kalinya dia bisa bersama dengan istrinya lagi . Walaupun ibu mertuanya tidak pernah menghalangi dia untuk bertemu dengan anak dan istrinya tapi Bu Sri sepertinya belum mengijinkan dia membawa mereka pulang .
" Kenapa kau lama sekali bergerak !? "
" Maksudmu ? "
" Kau terlalu lama membiarkan anak dan istrimu berada di luar , aku tahu pasti kau pusing atas bawah selama ini " ejek Adam .
" Kenapa mulutmu dan mulut Jerry sama sama brengs*eknya ? Kalian pikir aku Deniel hah ? Yang hanya memikirkan kepuasan semata "
" Aku tidak bilang begitu , tapi kita laki laki normal . Pasti kita butuh **** untuk pelampiasan "
__ADS_1
" Aku akui hal itu , tapi makin lama aku menyadari satu hal , waktu kebersamaan kami lebih berharga dari apapun "
" Sepertinya ibu mertuamu sangat tepat untuk memberikan hukuman seperti itu padamu . Kau menjadi lebih bisa mengendalikan dirimu , tak lagi mengandalkan egomu "
Bumi diam , tapi Adam benar dia tak lagi berapi api seperti dulu . Dia dapat belajar dari mertua ataupun adik iparnya yang sederhana itu . Dari mereka dia belajar untuk menghormati orang lain dan menempatkan keluarga di atas segala galanya .
Bu Sri yang ia lihat ramah dan supel ternyata mampu memisahkan dia dan istrinya begitu lama tanpa sedikitpun membuatnya sakit hati . Dewa , laki laki muda yang pendiam dan ramah bahkan bisa menjadi macan garang ketika membela kakak dan keponakannya .
" Tuan dan nyonya besar masih marah ? "
" Mereka tidak marah padaku tapi Papa menjadi lebih pendiam . Dia jarang menegurku . Tapi wajar karena aku telah menyakiti hatinya "
" Minta maaflah dengan tulus pada mereka kemudian mintalah anak dsn istrimu untuk kembali . Mereka sudah pernah menikah , pasti tahu bagaimana rasanya dipisahkan begitu lama dengan orang yang kita cintai "
" Kurasa kali ini kau benar benar ketemu batunya bos " ujar Adam sambil terkekeh .
Sudah lebih dari seminggu ini bosnya tak seperti dulu lagi . Jika bertemu masalah di perusahaan pasti akan diselesaikan saat itu juga . Dia akan terjun langsung jika ada suatu proyek yang di bawahi Adipraja .
Menurutnya sebuah proyek pasti melibatkan orang banyak didalamnya Dan Bumi ingin memberikan yang terbaik untuk semua pegawainya . Karena dia merasa bukan apa apa jika tanpa bantuan mereka .
__ADS_1
*
Disiang yang terik itu Deniel benar benar melakukan ' kencan ' dengan dokter cantiknya . Vallery sudah menunggunya di sasana tinju yang ada di pinggiran kota . Jika tampak luar tempat itu sangat hijau dan bersih , sepertinya dia akan betah untuk berlama lama disana .
" Hai .. "
Deniel terkesima dengan penampilan gadis cantik di depannya . Biasanya Val terkesan cuek dan dingin , tapi kali ini sepertinya nyalinya akan benar benar di uji . Vallery benar benar terlihat seksi kali ini .
Sport wear two piece yang dia pakai memamerkan setiap lekuk tubuhnya . Vallery tersenyum lebar melihat Deniel yang tidak fokus melihat dirinya . Di satu sisi pria itu berusaha untuk tidak melihat ke arahnya tapi di sisi lain naluri laki-lakinya sedang bergejolak .
Val kembali melihat wajah Deniel yang memerah , sebagai seorang wanita sekaligus seorang dokter , ia tahu Deniel sedang berperang dengan dirinya sendiri . Berperang untuk melawan hasratnya .
Seperti yang ia lihat di waktu yang lalu ketika pria itu demam . Deniel benar benar sedang berperang dengan dirinya sendiri . Pria itu meredam gejolak gelombang hasratnya yang terlampau besar hingga membuatnya menjadi demam .
Vallery salut dengan usaha yang Deniel lakukan . Dia ingin membantu pria itu dengan caranya . Dia ingin mengalihkan fokus Deniel pada hal lain yang lebih menarik , mungkin dengan olah raga fisik seperti yang akan mereka lakukan .
" Kau seksi sayang ... " ujar Deniel menggoda , jiwa playboynya kembali muncul .
" Terima kasih atas pujiannya tuan , akan aku buat kau tidak berdaya di bawahku " jawab Val dengan mengacungkan satu tangannya yang sudah mengenakan sarung tinju .
__ADS_1
" Dengan senang hati nona "
Mereka bertarung tanpa beban , walau serius dengan pertarungannya tapi senyum selalu menghiasi raut mereka . Mereka bahagia !