Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
139


__ADS_3

" Ngapain muka elo ditekuk kaya gitu ?? Gue udah pakai parfum adek gue , apalagi mau elo hahh !? "


" Ckk .. bukan itu , bini gue lagi murka ! "


" Elo bikin salah apa memang !? "


" Mana gue tahu "


Ketika mereka sedang berbicara sekretaris Adam yang bernama Bertha datang dan mengatakan sesuatu .


" Tuan ada yang ingin bertemu dengan Tuan Bumi "


Adam tampak mengernyitkan dahinya , suara sekretarisnya sedikit bergetar dan raut mukanya pun seperti sedikit panik . Dia tahu tamu itu mungkin bukan orang yang seharusnya datang ke kantor ini .


" Siapa ? " tanya Adam mencoba tenang .


" Aku .. aku yang ingin bertemu dengan Bumi , apa tidak boleh ? Bukankah aku masih menjadi salah satu pemilik saham di sini ? "


Bumi hanya membuang mukanya , sungguh sebenarnya ia tidak mau lagi berurusan dengan orang tersebut .


" Semua saham atas namamu sudah kau jual jika kau lupa , saham apa lagi yang ingin kau tanyakan " Adam tepaksa menjawab karena tahu Bumi tak akan mau lagi berbicara dengan Putra semenjak kasus teror istrinya .


" Tapi Narra adalah menantu di sini , dia berpisah dengan suaminya bukan karena diceraikan . Tapi karena Reynand meninggal , Narra punya andil di perusahaan ini "


" Jika anda sedang menuntut hak anda , tuntutlah lewat jalur resmi . Dewa pengacara dan kita bertemu di pengadilan , bagaimana !? cukup adil kan ? Dan kami pasti akan memenuhi hasil keputusan " kata Adam dengan tenang .


Putra memucat karena ia tahu lewat jalur hukum pun ia tak akan mendapat apa apa . Lagipula Alfian mempunyai bukti bahwa Cherry bukan putri kandung Reynand . Dan bukti bahwa selama menikah dengan Reynand putrinya sudah berselingkuh .


Tubuh pria parubaya itu terhuyung dan jatuh terduduk di sofa .

__ADS_1


" Aku hanya ingin membebaskan putriku dari jebakan mafia perdagangan manusia . Dia di jual oleh mucikari kepada seseorang . Aku mohon bebaskan dia demi Cherry cucuku "


Bumi menghembuskan nafasnya , gadis cilik bernama Cherry itu pernah menghiasi hari harinya . Bumi menyayanginya walau ia sangat membenci Narra .


" Aku akan membebaskannya , tapi tidak sekarang "


" Kapan ? Menunggu dia mati dahulu !? "


" ltu lebih baik untukku kurasa , lagipula tak ada untungnya aku membebaskan dia '


" Kau !!! "


" Pergi ... pergi sebelum aku meminta orang untuk menyeret mu keluar dari sini !! "


" Baik , tapi aku dan Cherry akan terus menunggumu untuk menepati janjimu . Bebaskan Narra !! "


Bumi tak bergeming sedikitpun , bahkan ketika Putra sudah keluar dari ruangannya .


" Gue tahu .. lagipula wanita itu sedang hamil , tidak mungkin Alex akan melepaskan cucunya "


" Miris bener nasib Narra ya , puas main sama berondong sekarang dimainin orang gila kaya Terra . Untung dia nggak mati ditangan elo waktu itu , kalau iya pasti anak Narra sekarang udah nggak punya ayah "


Bumi tak menanggapi kata katanya , ia sedang serius melihat berkas berkas yang menumpuk di depannya . Berkas berkas yang tadi diserahkan Adam untuk ditandatangani .


" B ... "


Adam memanggil Bumi setelah ia membaca pesan dari salah satu sahabatnya , Vallery .


" Hei B ... "

__ADS_1


" Berisik gue lagi lihat laporan yang tadi elo kasih ke gue . Diem !! Atau gue lempar elo dari jendela "


" Ckk .. ini lantai dua puluh , gue tamat kalau jatuh dari sini . Vallery tanya ... "


Sebelum ia menyelesaikan kata katanya Bumi sudah lebih dulu memotongnya .


" Keluar !!! Gue nggak mau pulang malem lagi . Bini gue lagi ngambek !! Nggak tenang dunia akhirat rasanya kalau dia masih ngambek . Bawaannya mau gebukin elo "


" Cihhh ... apa hubungannya sama gue !? Ya sudah gue keluar nih yaaa ... jangan nyesel kalau gue tinggalin "


Adam berjalan menuju pintu keluar , tapi sebelum keluar dari pintu ruangan ia membalikkan badannya .


" Elo di tanyain sama Val , kenapa nggak ikut anterin bini elo ke rumah sakit ... " setelah berkata seperti itu ia langsung melenggang pergi ke ruangannya sendiri .


Bumi terpaku , dunianya rasanya berhenti saat itu juga . Ia sudah tak melihat Adam ada di ruangannya , padahal ia ingin bertanya apa yang baru saja dikatakan sabahatnya itu .


" ADAMMMM !!! "


Bumi bangkit dan berlari menuju ruangan sahabatnya .


BRAAKKK ...


" Anj*ng !! Apa yang elo bilang tadi !?? Yang jelas kalau ngomong !! "


" Amnesia elo , tadi yang nyuruh gue keluar siapa ? Nih Val kirim pesan ke gue dia lagi sama Aira di rumah sakit , sama nyokap elo juga . Val cuma nanya kenapa elo nggak nganterin bini elo .. itu aja "


" Rumah sakit ... " lirih Bumi .


Dia ingat kemarin Val memang meminta Aira untuk memeriksakan diri lebih lanjut ke rumah sakit . Ya Tuhan ... bisa bisanya dia lupa akan hal itu .

__ADS_1


" Heiiii B !! Gue ikut .... "


Adam.berlari di belakang Bumi , ia tidak mungkin membiarkan sahabatnya menyetir sendirian dengan kondisi kalap seperti itu . Mendengar sang istri ada di rumah sakit membuat Bumi menggila .


__ADS_2