
Air terlihat begitu bahagia karena pagi ini dia bisa kembali pergi ke tokonya . Bumi sendiri yang akan mengantar ataupun menjemputnya nanti .
" Memangnya nggak apa apa kalau Mas terus yang antar jemput ? Kan bisa sama supir Mas ! "
" Kamu sama Janu kan tanggung jawab Mas , bukan tanggung jawab supir Yank "
Bumi meraih pinggang sang istri yang hanya mengenakan jubah mandinya . Dia terkekeh melihat maha karyanya yang sudah memenuhi setiap jengkal tubuh istrinya . Tanda merah keunguan yang membuat tubuh putih itu seperti macan tutul .
" Bukan itu maksud Air !! Ckk lni kenapa Mas bikin tandanya banyak banget sih ... Air bingung mau nutupinya " gerutu Air yang sedang memoleskan fondation pada area lehernya .
" Kamu nggemesin banget semalam . Besok besok lagi pesen baju kaya gitu lagi Yank "
" Nggak !! Udah mahal ujung ujungnya kamu sobek juga "
Bumi hanya menggaruk tengkuknya sambil tertawa , semalam karena sudah tidak sabar untuk memasuki istrinya Bumi akhirnya dengan mudah merobek baju tipis itu .
" Nanti mampir ke rumah Papa dulu Mas , Papa kemarin bilang kalau pagi ini mau bicara sama Mas "
Bumi mengangguk dan membiarkan istrinya menyelesaikan riasannya . Dia menghampiri Janu dan menggendong bayi gembul itu ke bawah untuk sarapan .
" Sayang aku siapin Janu dulu ya , udah disiapin di bawah kan ? "
" lya ... tapi kalau pagi biasanya maemnya Dede nggak terlalu banyak kaya siang . Jadi jangan dipaksain "
" Siap kapten !! "
__ADS_1
Setelah selesai bersiap siap Air segera turun ke bawah menyusul anak dan suaminya . Tapi ia dikejutkan dengan mangkok mpAsi yang masih penuh , sepertinya belum disentuh sekalipun .
Mereka pun tidak terlihat di meja makan . Air segera menuju ruang televisi , dan benar saja dua laki laki itu terlihat ada disana .
" Ya Allah Mas , itu kenapa rotinya jadi berantakan gitu !! Kamu kasih Dede sarapan itu !? " pekik Air yang melihat satu kotak penuh cheese cake yang ia buat sudah hancur tak berbentuk .
Tangan mungil itu sedang sibuk menyuapi papanya dan sekali kali memasukkannya ke mulutnya sendiri .
" ltu kan nanti mau di bawa buat Mama , kemarin Air nggak sempat bikinin soalnya "
" Sssstttttt ... aakkk itu Janu mau suapin kamu , kan besok bisa bikin lagi Yank "
Refleks Air membuka mulutnya ketika tangan mungil putranya sudah ada di depan mulutnya . Niatnya untuk memarahi sang suami tiba tiba langsung hilang melihat tawa Janu ketika berhasil menyuapinya .
Setelah sarapan mereka segera berangkat menuju kediaman Adipraja .
" Mas mampir dulu ke toko buah depan ya , kita beli buah tangan buat Papa , nggak enak masa nggak bawa apa apa "
" Nggak usah sayang , disana juga pasti udah banyak buah "
" Tapi beda Mas ... mampir dulu ya "
" Ya sudah , tapi jangan kelamaan ya ! Janu gendong Papa sini , kita pilih pilih buah sama Mama "
" Nggak usah , biar aku kesana sendiri ! Lagian kan nggak lama "
__ADS_1
Air segera turun dari mobil setelah menyerahkan Janu pada suaminya . Pagi ini toko buah yang ia kunjungi itu lumayan ramai oleh pembeli .
Air ke bagian dalam toko ketika buah yang ia cari tidak ada di bagian depan toko .
Setelah beberapa lama Bumi tidak juga melihat istrinya keluar dari toko . Hatinya menjadi tidak tenang karena tadi Air bilang tidak akan lama .
" Kita cari Mama dulu yuk De , lama banget beli buahnya "
Sebelum keluar mobil ada panggilan di ponselnya , ternyata Adam yang sedang menelponnya .
":Elo lagi ngapain disitu !? Udah gue bilang kan jangan mampir mampir kalau nggak perlu perlu amat !! "
Bumi menjauhkan ponselnya dari telinganya mendengar Adam yang berteriak teriak ketika bicara padanya .
" Berisik banget sih elo !! Suara elo bikin kaget anak gue , lagian Air cuma mau beli buah "
" Elo sama dia kan !? "
" Tadi dia turun sendiri , nggak lama katanya sih "
" Dan sekarang !? "
" lni gue lagi mau turun nyusul dia " jawabnya dengan entengnya .
" Ya Tuhan kau ceroboh sekali B !!!! "
__ADS_1