Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
107


__ADS_3

Air terlihat begitu bahagia karena pagi ini dia bisa kembali pergi ke tokonya . Bumi sendiri yang akan mengantar ataupun menjemputnya nanti .


" Memangnya nggak apa apa kalau Mas terus yang antar jemput ? Kan bisa sama supir Mas ! "


" Kamu sama Janu kan tanggung jawab Mas , bukan tanggung jawab supir Yank "


Bumi meraih pinggang sang istri yang hanya mengenakan jubah mandinya . Dia terkekeh melihat maha karyanya yang sudah memenuhi setiap jengkal tubuh istrinya . Tanda merah keunguan yang membuat tubuh putih itu seperti macan tutul .


" Bukan itu maksud Air !! Ckk lni kenapa Mas bikin tandanya banyak banget sih ... Air bingung mau nutupinya " gerutu Air yang sedang memoleskan fondation pada area lehernya .


" Kamu nggemesin banget semalam . Besok besok lagi pesen baju kaya gitu lagi Yank "


" Nggak !! Udah mahal ujung ujungnya kamu sobek juga "


Bumi hanya menggaruk tengkuknya sambil tertawa , semalam karena sudah tidak sabar untuk memasuki istrinya Bumi akhirnya dengan mudah merobek baju tipis itu .


" Nanti mampir ke rumah Papa dulu Mas , Papa kemarin bilang kalau pagi ini mau bicara sama Mas "


Bumi mengangguk dan membiarkan istrinya menyelesaikan riasannya . Dia menghampiri Janu dan menggendong bayi gembul itu ke bawah untuk sarapan .


" Sayang aku siapin Janu dulu ya , udah disiapin di bawah kan ? "


" lya ... tapi kalau pagi biasanya maemnya Dede nggak terlalu banyak kaya siang . Jadi jangan dipaksain "


" Siap kapten !! "

__ADS_1


Setelah selesai bersiap siap Air segera turun ke bawah menyusul anak dan suaminya . Tapi ia dikejutkan dengan mangkok mpAsi yang masih penuh , sepertinya belum disentuh sekalipun .


Mereka pun tidak terlihat di meja makan . Air segera menuju ruang televisi , dan benar saja dua laki laki itu terlihat ada disana .


" Ya Allah Mas , itu kenapa rotinya jadi berantakan gitu !! Kamu kasih Dede sarapan itu !? " pekik Air yang melihat satu kotak penuh cheese cake yang ia buat sudah hancur tak berbentuk .


Tangan mungil itu sedang sibuk menyuapi papanya dan sekali kali memasukkannya ke mulutnya sendiri .


" ltu kan nanti mau di bawa buat Mama , kemarin Air nggak sempat bikinin soalnya "


" Sssstttttt ... aakkk itu Janu mau suapin kamu , kan besok bisa bikin lagi Yank "


Refleks Air membuka mulutnya ketika tangan mungil putranya sudah ada di depan mulutnya . Niatnya untuk memarahi sang suami tiba tiba langsung hilang melihat tawa Janu ketika berhasil menyuapinya .


Setelah sarapan mereka segera berangkat menuju kediaman Adipraja .


" Mas mampir dulu ke toko buah depan ya , kita beli buah tangan buat Papa , nggak enak masa nggak bawa apa apa "


" Nggak usah sayang , disana juga pasti udah banyak buah "


" Tapi beda Mas ... mampir dulu ya "


" Ya sudah , tapi jangan kelamaan ya ! Janu gendong Papa sini , kita pilih pilih buah sama Mama "


" Nggak usah , biar aku kesana sendiri ! Lagian kan nggak lama "

__ADS_1


Air segera turun dari mobil setelah menyerahkan Janu pada suaminya . Pagi ini toko buah yang ia kunjungi itu lumayan ramai oleh pembeli .


Air ke bagian dalam toko ketika buah yang ia cari tidak ada di bagian depan toko .


Setelah beberapa lama Bumi tidak juga melihat istrinya keluar dari toko . Hatinya menjadi tidak tenang karena tadi Air bilang tidak akan lama .


" Kita cari Mama dulu yuk De , lama banget beli buahnya "


Sebelum keluar mobil ada panggilan di ponselnya , ternyata Adam yang sedang menelponnya .


":Elo lagi ngapain disitu !? Udah gue bilang kan jangan mampir mampir kalau nggak perlu perlu amat !! "


Bumi menjauhkan ponselnya dari telinganya mendengar Adam yang berteriak teriak ketika bicara padanya .


" Berisik banget sih elo !! Suara elo bikin kaget anak gue , lagian Air cuma mau beli buah "


" Elo sama dia kan !? "


" Tadi dia turun sendiri , nggak lama katanya sih "


" Dan sekarang !? "


" lni gue lagi mau turun nyusul dia " jawabnya dengan entengnya .


" Ya Tuhan kau ceroboh sekali B !!!! "

__ADS_1


__ADS_2