Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
BonChapt 41


__ADS_3

" Dewa ... " Astika seperti sedang bermimpi melihat pria muda yang akhir akhir ini mengganggu mimpinya . Pada pria itu dia bisa berkeluh kesah .


Pria muda itu sedang duduk di atas karpet dan bersandar pada sofa tempat dia merebahkan tubuhnya . Kepalanya sengaja ia sandarkan di atas pundak pria muda itu . Dan lirih ia berkata ..


" Tetaplah disini , jangan tinggalkan aku .. "


" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu , tapi kita tak bisa tetap disini . Lama lama aku dan dia bisa baku hantam untuk memperebutkan cintamu "


" Hahh .... "


Astika seperti terbangun dari mimpinya , ia bisa melihat dua laki laki di depannya saling melempar senyum . Dia baru sadar jika tadi dia datang ke apartemen Reyhan . Dia memaksakan diri untuk bangun dan merasa pusing secara tiba tiba .


" Hei .. hei .. pelan , tidak perlu terburu buru sayang " Reyhan terlihat panik melihat Astika yang mengeluh pusing .


Ekspresi Dewa hanya datar melihat interaksi antara Reyhan yang sangat terlihat masih mencintai Astika .


" Maaf , aku tidak bermaksud apa apa . Aku terbiasa memanggilnya seperti itu . Kami sekarang hanya berteman baik tidak lebih " Reyhan yang menyadari kesalahannya berusaha menjelaskan pada Dewa .


" Jangan mencoba untuk menjelaskan apa apa padaku , tidak apa apa ! Nyatanya kau lebih mengenal dia daripada aku " kata Dewa dengan menepuk pelan pundak Reyhan .


" Bawa aku pulang ... "


Dan lagi lagi dua laki laki itu sama sama bangkit , tentu saja mereka ingin mengantar pulang Astika . Tapi Reyhan duduk kembali ketika kembali mengingat posisinya . Dia hanya seorang ' mantan ' , pria muda di depannya yang sekarang lebih berhak pada wanita yang ia cintai .


" Aku yang akan mengantarkan dia pulang .. "


" Silahkan , jangan bangunkan dia jika tertidur lagi di dalam mobil . Tunggulah sebentar ! Dia pasti akan bangun dengan sendirinya ketika mobil berhenti "


Adam hanya mengangguk dan menggandeng tangan Astika berjalan menuju pintu apartemen Reyhan .


Sampai di mobil Dewa mengatur kursi agar Astika dapat nyaman beristirahat . Dan Reyhan ternyata benar Astika kembali tertidur di mobilnya , Dewa pun sengaja tidak membangunkan gadis itu setelah sampai di basement apartemen .


" Kau sudah bangun ?? "


Astika terlihat membuka mata tak lama setelah mereka sampai .


" Maaf jika kau lama menunggu . Kenapa tidak membangunkan aku ? "

__ADS_1


" Dia bilang kau akan kembali pusing jika aku bangunkan tiba tiba . Kau masih lemah "


Sepertinya keduanya memang tidak berniat keluar dari mobil karena nyatanya tak satupun dari mereka membuka pintu untuk keluar . Dan suara Astika akhirnya memecah keheningan itu .


" D .... "


" Hemm ... "


" Apa kau tidak cemburu pada Reyhan !? "


" Sangat !! "


Jawaban yang singkat tapi membuat senyum lebar di wajah ayu itu , dia bertanya seperti itu karena diapun bisa melihat bahwa Reyhan masih sangat mencintainya .


" Kami punya masa lalu yang mungkin membuat kami terlihat dekat "


" Bukan cuma ' terlihat ' ... tapi kalian memang sedekat itu "


" Apa kau akan mundur ?! "


Astika meraih tangan Dewa dan menggenggamnya erat .


" Apapun yang terjadi tetaplah yakin padaku , pada hubungan kita . Bantu aku untuk melupakan dia sepenuhnya "


" Aku antar kau ke atas , kau harus banyak istirahat . Jangan berpikir macam macam "


" Aku tidak sakit D ! "


Setelah mengantarkan Astika sampai ke unit apartemen Dewa segera kembali di mobilnya , dia mengambil ponsel dan menelpon seseorang .


" Aku ingin bicara padamu Rey , kita bertemu di taman depan apartemenmu "


*


" Dewa mana Mas , aku bawa makan siang banyak buat kalian "


" Makasih sayang "

__ADS_1


Adam meletakkan berkas yang baru saja ingin dia baca dsn berjalan menghampiri istrinya yang siang itu membawa makanan ke kantornya .


" Dewa lagi ada urusan di luar "


" Oooo ... "


Adam memang sengaja belum menceritakan masalah Dewa pada istrinya karena belakangan ini mood istrinya seperti roller coaster yang turun naik tak tentu .


" Kangen ... "


Adam memeluk posesif istrinya yang baru saja menata rantang rantang itu di meja .


" Ini di kantor Mas , Ada Nindy di luar "


" lni jam makan siang sayang , dia pasti sedang keluar makan bersama teman temannya . Hanya kita berdua disini ... "


Adam mulai mengendus tengkuk dan leher sang istri yang siang ini mengenakan baju model sabrina berwarna terang .


" Tunggu dulu ... aku punya kejutan buat Mas , tapi aku tidak tahu ini akan membuat senang Mas atau tidak ! Aku juga baru tahu tadi pagi . Aku ambil dulu di tas "


" Aku sedang membuka kejutanmu sayang , dan aku selalu menyukainya "


Adam meloloskan kain segitiga penghalang area bawah sang istri .


" Mas !! Bukan ini kejutannya "


Diva mencubit lengan sang suami yang sedang membuka celananya sendiri dan kemudian duduk memangkunya .


" Kita selesaikan kejutan yang ini dulu sayang , Mas kangen banget lagi " lirih Adam dengan meremat pelan dua bukit yang sudah ada di depannya .


Mau tak mau Diva mulai terpancing untuk mengikuti alurnya , dia mulai mengeluarkan suara suara indahnya ketika bibir sang suami meraih apapun yang bisa ia raih .


" Maaasss .... pelan pelan ya . Dulu dokter pernah bilang trisemester pertama tidak boleh terlalu bersemangat " kata Diva memperingatkan suaminya .


Adam mulai memposisikan ularnya agar bisa bersarang kembali di sarang kesukaannya . Tapi tiba tiba ia kemudian berhenti dan menatap ke arah istrinya .


" Tadi kamu bicara apa sayang !?"

__ADS_1


__ADS_2