
" Bagaimana bisa kau berada di sini ?? Kau kenal Kak Asti ?! "
" Aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu " jawab Dewa datar tanpa sedikitpun melihat ke arahnya .
Gadis itu mengenakan atasan model kemben dan hanya menggunakan hotpants sebagai bawahannya . Dari dulu Dewa risih jika harus melihat wanita yang mengenakan pakaian yang terlalu terbuka .
Senyum Dewa mengembang ketika melihat Asti turun dari tangga dengan mengenakan dress rumahan . Gadis itu terlihat semakin cantik . Dan Jasmine tidak suka ketika mata Dewa menatap kagum kakak perempuannya .
" Lhohh Jasmine kapan kamu datang ?? Kau bilang akan mengambil berkas itu malam nanti " Asti sekilas memeluk adiknya , mereka sangat jarang bertemu karena kesibukan masing masing .
" Mumpung Jasmine nggak lembur jadi langsung mampir kesini tadi . Kakak kenal Dewa !? "
" Oooo dia donatur di proyek Kakak . Sepertinya kalian sudah saling mengenal ... "
" Nusa Corp bekerjasama dengan Adipraja Kak "
Asti melangkah ke dapur karena tadi sudah berjanji untuk membuatkan dewa secangkir kopi , sedangkan Jasmine duduk di sebelah Dewa . Dia sengaja melakukannya agar sang kakak bisa melihat kedekatan mereka .
" Disini masih ada banyak tempat untuk duduk , kenapa harus di sisiku !? '
" Aku sudah bilang bahwa aku akan mrngejarmu !! Tidak akan kubiarkan kau dekat dengan siapapun termasuk dia " lirih Jasmine dengan suara yang masih dapat dengan jelas terdengar oleh Dewa , wanita itu menunjuk kakaknya yang sedang mendekati mereka dengan membawa secangkir kopi .
__ADS_1
" Kau tidak akan pernah mendapatkan siapa pun jika sikapmu seperti ini "
" Kita lihat saja nanti "
Jasmine langsung menyambar kopi buatan Astika dan meminumnya . Dewa tau gadis itu memang sengaja meminumnya karena Jasmine tidak rela dia meminum minuman buatan kakaknya .
" Jeje .. itu kan kopi buat Dewa kok main embat ! Ya sudah aku buat lagi , sebentar ya Wa "
" Udah kakak disini saja , biar aku yang buatin !!! "
Astika hanya mengangguk dan duduk di single sofa yang berseberangan dengan Dewa .
" Aku tidak peduli dengan kisahnya "
" Ckk .. dia adikku , kuperingatkan kau jangan terlalu sinis padanya !! "
" Pantas saja dia bertambah keras kepala karena kalian terus terusan seperti ini ! Jangan selalu menjadi tameng untuknya karena akan membuatnya semakin egois dan tidak peka pada orang sekitarnya "
" Dia cuma meminum kopimu bukan meminta hidupmu . Kenapa kau jadi marah marah begini " gerutu Asti .
Dewa tahu Astika belum tahu jika adiknya sedang mengejarnya , Jasmine terlalu terobsesi menikahi CEO Adipraja . Dia ingin menjadi hebat di mata Daddynya tanpa perlu bersusah susah seperti yang kakaknya lakukan .
__ADS_1
Dewa bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu .
" Sebaiknya aku pulang "
" Tapi kau belum minum kopimu , Jeje sedang membuatnya " kata Asti sambil mengikuti langkah pria di depannya .
" Aku hanya ingin kopi buatanmu , bukan buatan orang lain "
Dewa menghentikan langkahnya ketika sudah ada di depan pintu .
" Suatu saat aku akan menagih janjimu , dan saat aku memintanya jangan pernah biarkan orang lain yang membuatnya ! Karena janji adalah hutang "
Astika hanya menggeleng gelengkan kepalanya heran , dia merasa hari ini semua orang menjadi bersikap aneh .
" Kak , Dewa mana !? lni aku sudah buatkan kopinya " teriak Jasmine mencari keberadaan Dewa .
" Udah pulang Je ! Buat kakak saja sini kopinya "
" Enak saja ini Jeje buat khusus buat dia !! "
Astika memijit keningnya sepertinya masalah secangkir kopi ini sukses membuatnya pusing . Tapi sekarang dia tahu Jasmine mempunyai perhatian khusus untuk CEO tampan Adipraja itu .
__ADS_1