Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
50


__ADS_3

Setelah semalaman menunggu suaminya yang sakit , siang harinya Air memutuskan untuk kembali ke ruko . la tak bisa meninggalkan Janu terlalu lama karena ia masih memberikan ASI eksklusif pada bayi gembul itu .


Bumi tak membiarkan sang istri pulang sendiri , walau belum sepenuhnya fit ia bersikeras untuk tetap mengantar sang istri ke rukonya .


" Lhohh masih pucat gitu kok udah nyetir sendiri nak Bumi , mending istirahat total saja dirumah dulu ! Biar fit lagi badannya " kata Ibu Sri yang melihat menantunya datang mengantar Air .


" Dijamin udah sehat sih dianya Bu , tuh ibu ngga lihat Mas Bumi udah bisa bikin Mbak Air udah kaya macan tutul gitu " sahut Dewa sambil tertawa .


Bumi hanya menggaruk tengkuknya , sedangkan Air langsung nenggendong Janu untuk menutupi rasa salah tingkahnya . Air pergi ke kamar bersama ibunya .


" Mas ngga kerja !? " tanya Dewa untuk mencairkan suasana .


" Istirahat dua hari Wa ! Kamu jadi bikin bengkel di sebelah toko ? "


" lbu masih keberatan Mas , lbu takut Dewa keteteran soalnya Dewa masih kuliah . Padahal hasilnya lumayan buat bantu bantu ibu "


" Udahh ... kamu kalau kuliah ya kuliah saja , jangan mikir soal lainnya , biarkan Mas bertanggung jawab pada kalian "


" Tanggung jawab Mas Bumi hanya pada Mbak Air dan Janu , Dewa sudah cukup dewasa untuk bertanggung jawab pada diri sendiri "


Bumi menepuk bahu adik iparnya , ia kagum dengan sosok Dewa yang bisa sedewasa ini padahal umurnya masih tergolong muda.


" Mas tidak dendam sama Dewa !? "


" Kenapa bisa begitu ? "


" Kan Dewa udah pernah bikin bonyok Mas Bumi "


" Mau kamu matiin aku saja aku ngga bakal marah Wa , aku pantas mendapatkan semua itu "


" Ya mana bisa orang mati marah " kemudian mereka terkekeh bersama .


Setelah sedikit berbincang akhirnya Dewa dan ibunya pamit untuk segera pulang . Sedang Bumi memilih bermain dengan Janu di ranjang sekalian untuk istirahat karena sang istri sibuk dengan toko rotinya .


" Mas ... "

__ADS_1


" Ya sayang ? "


" Mas mau nginep sini apa mau pulang ? Udah sore banget ini "


" Memang boleh nginep sini !? " tanya Bumi turun dari ranjang karena Janu sudah terlelap dengan pulas .


" Masa ngga boleh sih , lagian Mas juga belum pulih benar . Air khawatir kalau Mas harus nyetir sendiri ke apartemen "


" Aku baik baik saja sayang ... "


Bumi memeluk tubuh wangi istrinya yang memang baru saja mandi . Aroma segar itu sedikit menggelitik naluri laki lakinya . Diciuminya tengkuk istrinya hingga Air mulai memejamkan mata untuk menikmatinya .


" Mass ... "


" Heemmmm ... " Bumi masih disibukkan dengan kegiatan yang sudah menjadi candu baru untuknya , mencium aroma tubuh istrinya .


" Jangan bandel " ancam Air .


" Tapi kangen ... boleh ya "


" Boleh banget , tapi nanti kalau udah bener bener sembuh " Air mengecup pipi sang suami agar tak merajuk .


" Ngga usah segitunya Mas , masa sampai beli rumah baru . Aku ngga pernah masalah jika harus pulang kesana . Kita akan buat kenangan baru yang indah disana untuk menghapus kenangan lama "


" Akan aku lakukan semua untuk kebahagiaan kalian , kalian adalah hidupku "


" Aku semakin mencintaimu Mas ... "


" O iya sayang aku lupa bilang padamu . Lusa papa dan mama pulang , sepertinya keadaan papa sudah jauh lebih baik "


Tangan Bumi mulai menelusup di dalam kaos rumahan yang dikenakan istrinya . Tapi tangan Air menahannya .


" Besok ... aku serahkan semua padamu , jiwa dan ragaku seutuhnya padamu Mas . Besok kau boleh sentuh aku sepuasmu dengan syarat kau harus fit sepenuhnya "


" Kenapa harus besok sih sayang ?! Aku sudah sehat kok ... boleh sekarang saja ? Pleasee ... "

__ADS_1


" Dan akan berakhir di kamar mandi lagi seperti semalam , nggak mau !!! "


Ya semalam memang hampir saja mereka menyempurnakan hubungan mereka tapi ketika akan mencapai kegiatan inti suaminya merasa mual dan muntah muntah di kamar mandi .


" Tapi ini udah on ... " Bumi melihat ke arah bawah dengan tatapan.memelas , berharap istrinya berubah pikiran .


" Sayang ... "


Bumi terlonjak karena Air malah naik kepangkuannya. , wanita yang sudah menjadi istrinya itu meraih dagunya . Perlahan Air mengecupi kecil seluruh wajah suaminya .


Bumi tertawa kecil mendapat perlakuan manja seperti itu , baru kali ini dia melihat sisi lain seorang Air . Ketika ciuman ringan itu sampai bibirnya Bumi tak segan untuk menyambar bibir Air dan segera melum*tnya .


Bumi terlihat tersenyum melihat Air mulai terbawa dalam permainannya . Posisi Air yang sedang berada dipangkuannya membuat Bumi semakin bergairah .


Dalam ciuman panas itu tangan Air mulai membuka satu persatu kancing kemeja sang suami .


" Sayaaaannnggg ... "


Bumi semakin tak karuan ketika bibir sang istri turun menyusuri lehernya , hingga kemudian ia mendongak agar Air bisa lebih leluasa bermain . Tak terasa seluruh kancing kemejanya sudah terbuka menampilkan guratan roti sobek yang sempurna .


" Maasss .. "


" Apa sayang !? " jawabnya dengan mata terpejam .


" Mandi sana !!! Tadi Air sudah siapin air mandi buat Mas . Bisa adem lagi kalau kelamaan dibiarin "


" Sayang kok gitu sih ... terus ngapain kamu sampai duduk kepangkuan Mas begini ? " kesal Bumi .


" Aku cuma ingin melakukannya dalam keadaan bersih Mas , kan sore ini Mas Bumi belom mandi "


Mata Bumi bersinar mendengar penuturan Air .


" Bener nanti habis mandi Mas bisa ambil jatah Mas ? Janji kami nggak bohong ? "


Air tertawa geli melihat tingkah sang suami yang seperti anak kecil yang sedang dijanjikan ibunya untuk membeli permen .

__ADS_1


" Air janji ... "


"


__ADS_2