
" Kenapa aku harus menyakiti istriku sendiri , kau lihat mereka sayang ? Mereka pikir aku monster yang suka menyiksa perempuan "
" Hahh istri !!?? "
Adam terlihat tidak terkejut , tapi berbeda dengan dua wanita di sampingnya . Mereka terlihat shock mendengar wanita cantik di depan mereka ternyata adalah istri dari seorang Bumi Attala Adipraja .
" Tidak lucu , bukannya dia pembantu yang kemarin aku obati !? " Vallery menutup mulutnya tak percaya .
" lstri ?? Jadi ... tadi ? "
Air tersenyum melihat raut kaget mereka , dia sangat maklum . Pernikahan mereka sangat mendadak dan belum diketahui oleh publik . Jadi sangat wajar jika orang luar mengira seorang Bumi masih berstatus lajang .
" Hai .. aku Adam sekretaris pribadinya , dan yang ada di sampingku adalah sekretarisku . Dan yang berbaju putih itu Dokter Val "
Adam memecah kebisuan mereka dengan memperkenalkan dirinya . Air mengangguk ramah dan kemudian perhatiannya kembali pada suaminya . Adam yang tahu situasi kembali angkat bicara .
" Tadi dia muntah jadi aku lepas bajunya , mukanya pucat jadi aku putuskan untuk memanggil Vallery kesini untuk memeriksa kondisinya "
" Silahkan jika Dokter ingin memeriksanya " kata Air yang melihat dokter muda itu masih menatapnya .
" Ehh .. iya .. jadi liatin kamu terus . Maaf kemarin aku kira kamu pembantunya laki laki songong itu " ucap Dokter Val salah tingkah tapi kemudian dia menatap Bumi penuh ancaman .
" Aku butuh penjelasanmu tuan Bumi yang terhormat !! Bagaimana bisa istrimu bisa kau tempatkan di kamar pembantu itu " katanya sambil memeriksa keadaan laki laki yang tampak salah tingkah itu .
Vallery adalah salah satu sahabat Bumi juga , walaupun dia seorang wanita tapi ia tak segan segan menegur Bumi jika laki laki itu berbuat semaunya . Dulu dia juga orang pertama yang tidak suka dengan hubungan Bumi dan Narra . Bahkan Bumi sempat memusuhinya karena hal itu .
" Aku sendiri yang memintanya dokter , aku harus mengawasi putraku yang masih bayi . Akan terlalu lelah jika aku harus turun naik tangga untuk mengawasinya " bohong Air membela suaminya .
" Elo ngga usah bela laki laki laknat ini , jika aku jadi kau maka aku akan pergi sejauh mungkin . Aku yakin masih banyak laki laki baik diluar sana yang bisa mencintaimu "
Selain seorang dokter Val juga seorang aktivis perempuan , dia sangat membenci bullying pada kaum wanita .
" Vall ... "
" Diem elo Dam , gue tahu elo bakal belain dia juga "
Adam hanya menghela nafas panjang melihat Vsllery yang memarahi habis habisan bosnya .
__ADS_1
" Dokter Val ... bagaimana dengan kondisi Mas Bumi ? "
" Oh iya sampai lupa , dia hanya terlalu lelah membuat kondisinya drop ! Istirahatlah untuk beberapa di rumah . Lagipula ada dia , elo ngga usah forsir tenaga habis habisan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan " Vallery menunjuk pada Adam .
" Sebaiknya kita bawa Bumi untuk istirahat di kamarnya . Lebih nyaman disana untuk berbaring "
Adam segera memapah Bumi untuk naik ke atas diikuti oleh Val dan sekretaris Adam . Sampai di kamar Bumi mencari keberadaan istrinya karena Air tidak terlihat mengantarnya ke kamar .
" Mana istriku !!! Mana dia !! "
" Ngga usah teriak teriak bisa nggak sih Bum ? Budeg gue lama lama deket sama elo " kata Adam sambil menggosok telinganya .
" ltu ... itu .. tadi nyonya tidak mau ke atas , katanya beliau mau menunggu di bawah saja . Nyonya juga sempat bikin teh hangat , katanya harus diminum sama tuan " sekretaris Adam tampak membawa nampan berisi segelas teh hangat yang kemudian di letakkan di atas nakas .
DEGGHH ... DEGGHHH
" Sayang ... " lirih Bumi .
Dia baru ingat bahwa ia pernah melarang istrinya untuk menyentuh lantai atas . Dengan alasan apapun Air tidak boleh naik ke lantai tempat kamarnya berada .
Hatinya terasa diremas ketika kembali di ingatkan dengan kekejamannya pada anak dan istrinya .
Adam , Dokter Val dan sekretarisnya segera menuruti kemauannya . Lagipula masih banyak pekerjaan yang harus Adam selesaikan di kantor .
Air terkejut melihat tiga orang yang turun tergesa .
" Lhohh .. Mas Adam mau kemana ? Terus yang jagain Mas Bumi di atas siapa ? "
" Saya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan nyonya . Dokter Val juga ada tugas di rumah sakit . Jadi kami harus pergi "
" Ya Tuhan .. jangan terlalu formal pada saya Mas , jangan panggil nyonya . Panggil saya Air ... Nama saya Aira "
" Eh .. iya maaf Air " Adam menggaruk tengkuknya , aneh rasanya jika memanggil wanita cantik di depannya hanya dengan nama saja .
" Bu Aira .. maafkan saya , tadi .. "
Aira menghampiri sekretaris Adam dan tersenyum .
__ADS_1
" Kau hanya mencoba melindungi suamiku , tapi lain kali.bersikaplah lebih baik pada orang yang tidak kau kenal . Tidak semua orang punya niat jahat "
" Baik Bu Aira ... terimakasih " .
Setelah semua orang pergi Air menjadi bingung sendiri , ia ingin melihat kondisi suaminya . Tapi ia tak mungkin mengingkari janjinya untuk tidak akan pernah naik ke lantai atas .
" Sayang ... "
Air terperanjat kaget melihat Bumi yang melangkah turun ke lantai bawah .
" Mass ... " pekik Air yang melihat Bumi tiba tiba jatuh bersimpuh di depannya . Ia mengira Bumi akan pingsan lagi , ia menarik Bumi agar kembali berdiri . Tapi Bumi hanya menggelengkan kepalanya .
" Biarkan ... aku pantas disini . Fely benar , aku adalah monster yang tak punya hati "
Air kemudian ikut bersimpuh di depan suaminya , ia mencium pipi Bumi yang masih saja tertunduk sedih .
" Kita sudah sepakat untuk tidak membahas ini lagi kan ? "
" Tapi kau tidak menemaniku di atas , kau pasti masih mengingatnya . Kau pasti masih mengingat kata kata konyol itu kan !? "
" Tapi ... aku sudah berjanji padamu Mas " kata Air dengan wajah menunduk .
Bumi memeluk kaki sang istri dengan perasaan hancur , mungkin seperti inilah perasaan istrinya ketika ia memintanya untuk tidak menyentuh apapun miliknya termasuk kamar pribadinya .
" Aku mohon , jangan siksa aku dengan mengingatkan kembali semua dosaku padamu . Jika perlu aku akan menebus semua sakitmu dengan nyawaku "
" Mas .. jangan begini " Air menangis melihat keputusasaan suaminya . Sungguh ia tak berharap akan seperti ini .
Mereka saling memeluk , menumpahkan semua rasa . Tak hentinya Bumi mencium pucuk kepala istrinya .
" Aku mencintaimu ... "
" Aku tahu ... aku lebih mencintaimu sayang "
__ADS_1
Bonus visualnya mas Bum sama mbak Airaπππ