Menikahi Perawan Tua

Menikahi Perawan Tua
Bab 25


__ADS_3

Bian menolak mamanya yang ingin menemui Alisha. Sementara Alisha tetap tak berani menampakkan dirinya karena ia masih merasa trauma dengan penculikan itu.


Sebenarnya, hal yang diucapkan oleh Diandra padanya terakhir kali adalah siapa orang yang mempunyai ide untuk melakukan penculikan Alisha. Dan orang itu adalah Mama Liana.


Ibu mertuanya membuat kesepakatan dengan Diandra bahwa jika dia berhasil membuat Alisha diculik dan dibuang, dia akan menikahkan Diandra dengan Bian. Sementara Diandra memanfaatkan hal itu untuk masuk ke dalam rumah Herdianto agar bisa membalaskan dendamnya. Mama Liana pun berpura-pura sedang dijadikan tawanan oleh Diandra sehingga tidak akan dicurigai oleh Bian.


Namun kegagalan dari rencana ini dimulai dari keanehan Diandra yang mempermudah David dan Bian dalam melacak keberadaan anak buahnya. Seolah Diandra tak peduli dengan aksi penculikan itu.


Dan entah mengapa Bian masih menaruh curiga dengan kematian Diandra. Ia adalah gadis yang sedang dipenuhi kebencian pada Bian dan keluarganya. Tidak masuk akal jika seseorang yang sedang ingin membalas dendam malah berakhir melenyapkan dirinya sendiri. Namun Bian belum menemukan petunjuk apapun yang mendukung kecurigaannya.


Karena tidak mendapat ijin dari Bian, Mama Liana memutuskan untuk pulang. Alisha juga berpura-pura tidak mengetahui kedatangan ibu mertuanya. Ia langsung keluar setelah Mama Liana sudah tak terlihat lagi.


“Maaf lama, Yang” ucap Alisha dengan memasang wajah senyumnya.


“It’s ok. Yuk!” balas Bian.


Mereka melanjutkan rencana untuk pergi sarapan berdua hari itu. Di dalam mobil, mereka lebih banyak terdiam. Alisha ingin memberitahu Bian mengenai ibu mertuanya, akan tetapi dia masih ragu Bian akan mempercayainya. Sebab Alisha tak mempunyai bukti apapun yang mendukung pernyataannya. Satu-satunya saksi hanyalah Diandra yang sudah tidak bisa dimintai keterangannya kembali.


Sama halnya dengan Bian. Pikirannya sedang tidak lurus. Dia memikirkan bagaimana mengatasi dan menyelesaikan masalah Diandra. Ditambah ia mendapat kabar bahwa perusahaannya tengah mendapat sorotan karena kasus itu. Sahamnya turun drastis karena keterkaitan perusahaannya dengan perusahaan Diandra. Dia dan David pun juga masih harus menjalani wajib lapor.


“Yang..” ucap Alisha lembut.


“Hm?”


“Kamu mau kasih panggilan apa buat baby kita?” tanya Alisha.

__ADS_1


Alisha mencoba meruntuhkan semua dinding masalah yang membentang di depan mereka. Selama ia menjadi istri Bian, belum ada satu hari pun mereka membicarakan kehidupan romansa mereka.


Bian yang cepat tanggap dengan arah pembicaraan mereka yang berbelok tajam, akhirnya mengikuti suasana dan flow yang berganti.


“Mm, kalau panggilan aku belum kepikiran sih. Emang kamu udah?” balas Bian.


“Aku mau panggil dia Snowball” jawab Alisha terkekeh.


Mendengar nama panggilan yang dipilih istrinya, Bian tergelak. Tawanya memenuhi mobil yang mereka tumpangi. Alisha pun ikut tergelak setelah merasakan dirinya yang begitu norak dan menggelikan. Tetapi masing-masing dari mereka terlihat bahagia dan lega karena melihat pasangan mereka sudah bisa tertawa lepas seperti seharusnya.


***


Seminggu setelah kasus Diandra terjadi, akhirnya Bian kembali ke kantornya. Ia tidak bisa terus larut dalam satu masalah karena akan memunculkan masalah baru dalam perjalanannya.


Syukurnya, kasus Diandra sudah dinyatakan sebagai kasus murni bunuh diri. Meski masih ada banyak kejanggalan, entah kenapa kasus itu ditutup dengan cepat. Pikiran Bian yang menganggap kasus itu cukup mencurigakan, teralihkan dengan pikiran mengenai perusahaannya yang mulai mengkhawatirkan.


Di hari pertama dia kembali ke kantor, Bian sudah mendapat satu pekerjaan besar yang harus ia selesaikan. Dia harus mendapatkan investor baru yang bersedia menanamkan modalnya di proyek yang sedang mereka tangani. Dengan adanya investor baru, dana proyek akan aman dan akan berpengaruh positif dalam kenaikan sahamnya.


Namun masalahnya mencari investor dengan dana yang super besar bukanlah hal yang mudah. Bian meluangkan waktu dan menjadwalkan banyak pertemuan bersama David demi memperluas koneksi dan peluang bisnisnya. Sebagian besar waktunya pun banyak dihabiskannya di kantor dan di luar kota.


Hal itu perlahan memunculkan masalah baru dalam rumah tangganya. Dia harus menghentikan usahanya karena kandungannya yang harus ia jaga. Peran Nadia tidak terlalu bisa memaksimalkan usaha kateringnya karena pemasukan mereka semakin menurun. Ditambah Tsabina yang sudah kembali ke luar negeri karena masa cuti yang ia ambil telah habis.


Dengan semua masalah itu, akhirnya mental Alisha mulai goyah. Keberadaan suami yang sangat berpengaruh bagi mental istri yang sedang hamil, membuatnya berpikir jauh. Bian hampir tak pernah berada di rumah. Sekalinya ia pulang, hanya untuk mampir untuk berganti baju atau mengambil berkas.


Ketika Alisha membuatkan makanan untuknya pun, dia jarang memakannya seperti dulu. Bian benar-benar menjadi orang yang jarang masuk ke rumahnya sendiri.

__ADS_1


Setelah kasus Diandra berakhir, Bian dan Alisha memutuskan kembali ke rumah mereka. Alisha pun masih merahasiakan kehamilannya dari ibu mertuanya yang sedang dalam mode tenang. Alisha berpikir mentalnya tak akan kuat jika harus menghadapi ujaran kebencian dan sikap berlebihan dari mertuanya. Jika dia masih belum mengandung seperti dulu, ia akan mencoba menelannya mentah-mentah, tapi tidak untuk saat ini. Alisha yakin hal itu akan mempengaruhi kehamilannya.


Karena alasan itulah, mereka kini hanya tinggal berdua. Bian memang memperkerjakan asisten rumah tangga untuk membantu Alisha, tetapi itu tidak serta merta membuat istrinya tidak merasa kesepian. Tak jarang Alisha meminta ibunya untuk tinggal disana dan menemaninya.


Namun masalah utamanya bukan soal kesepian. Alisha merasa Bian sedikit berubah. Dia bukan hanya jarang pulang, tapi juga jarang menanyakan keadaannya.


Sempat terpikirkan olehnya, bahwa Bian mungkin memiliki wanita lain. Tetapi setelah memikirkannya berulang kali, sikapnya tak terlalu mencurigakan. Ia hanya terlihat terlalu terburu-buru dan terkesan tak mempedulikannya. Bahkan di beberapa situasi, dia pernah membentak Alisha dan sering mengomelinya.


Seperti hari itu, Bian mempunyai janji temu dengan seseorang di sebuah hotel. Ia terpaksa harus menemuinya sendiri tanpa didampingi David. Karena itulah dia harus berangkat lebih awal karena lokasinya lumayan jauh. Namun karena Alisha lupa membangunkannya lebih awal, Bian menjadi terlambat. Begitu Alisha bertanya padanya pukul berapa dia akan kembali, Bian terlihat tak menyukainya dan menatapnya dengan tajam.


“Kamu membuatku terlambat. Berangkat juga belum, kenapa tanya aku pulang jam berapa?” seru Bian.


Alisha hanya terdiam melihat sikap dan jawaban suaminya. Ia bertanya tentang kepulangannya bukan tanpa alasan. Hari itu adalah hari janji temu dirinya dengan dokter obgyn untuk memeriksakan kandungannya. Tapi belum sampai dia mengatakan hal itu, Bian sudah terburu mengomelinya.


Bukan hanya itu, dia juga tak memakan masakan yang sudah ia buat untuk sarapan mereka. Padahal Alisha sudah bangun subuh untuk membuatkan sarapan itu. Kesalahan lupa membangunkannya lebih awal membuat dirinya mendapat omelan dari sang suami.


Akhirnya dengan langkah berat dia pergi memeriksakan kandungannya sendirian, karena sang ibu juga tidak bisa menemaninya karena sedang tak enak badan. Nadia pun juga memiliki urusannya sendiri.


***


Bian berhasil menemukan seseorang yang bersedia menjadi investor di perusahaannya. Dia adalah Berlian, seorang wanita muda berusia dua puluh delapan tahun yang sudah sukses meniti karir di dunia bisnis. Meskipun masih muda, Berlian memiliki riwayat bisnis yang luar biasa. Dia berhasil mendapatkan proyek bernilai satu triliyun di usianya yang masih dua puluh empat tahun. Dan orang sesukses itu berhasil Bian dapatkan hanya dalam satu kali percobaan.


Biasanya Bian akan menemui satu orang investor sebanyak dua atau tiga kali untuk meyakinkannya. Namun kali ini Berlian langsung mengiyakan tawaran kerjasamanya hanya dengan satu kali pertemuan. Berlian sepertinya sudah mempelajari profil dari perusahaan Bian dan menyukai konsep dari kerjasama yang ditawarkan. Berulang kali ia memuji Bian dan kinerjanya.


“Semoga kerjasama kita berjalan lancar, Bapak Bian” ucap Berlian.

__ADS_1


“Semoga, Nona Berlian” jawab Bian.


__ADS_2