Menikahi Perawan Tua

Menikahi Perawan Tua
Benar-benar Selesai


__ADS_3

“Permisi Bu Nara.” Nara dan Meera yang akan melangkah masuk pun menoleh. “Owh, kamu orangnya Elang ya?” tanya Meera pada pria di hadapan mereka.


“Betul Bu.”


“Nara, dia yang akan mengantarkan kemana kamu pergi selama Reka tidak ada di Jakarta,” ujar Meera. Nara baru akan menjawab tapi kembali di sela oleh Meera. “Tolong kamu nurut ya, demi keamanan kamu dan ketenangan kita semua. Dia orangnya Elang dan sudah terlatih. Jadi, tidak usaha takut kamu pasti aman.” Meera meninggalkan Nara dan pria dihadapannya.


“Maaf Bu, boleh pinjam ponselnya?”


Nara menatap ponselnya lalu kepada pria dihadapannya. “Saya hanya mengecek gpsnya,” sahut pria itu. Meskipun ragu, Nara memberikan ponselnya kepada pria tersebut. “Nama saya Leo,” ujarnya sambil mengutak atik ponsel Nara.


“Saya sudah simpan kontak saya di ponsel Ibu. Pak Leo,” ucapnya lagi. Kalau mau, Ibu juga bisa merubah jadi panggilan cepat. Saya juga sudah mendapatkan jadwal Ibu, tapi kalau ada jadwal berbeda boleh dikomunikasikan pada saya. Apa hari ini Ibu mau diantar ke kampus?” tanya Leo. Pria yang umurnya mungkin hampir sama dengan Papih mertuanya Nara.


“Hm, hari ini saya tidak berangkat. Pak eh,” ucap Nara yang bingung memanggil Leo.


“Biasanya saya dipanggil Bang,” ujarnya.


Nara pun mengangguk. “Hari ini saya tidak ada rencana kemana pun,” jawab Nara.

__ADS_1


“Baik Bu, kalau berubah pikiran silahkan hubungi saya. Nanti kemanapun Ibu mau pergi, kita akan pakai mobil itu,” tunjuk Leo pada mobil yang sudah terparkir di carport. “Tapi saya punya mobil sendiri Bang.”


Nara bukan tidak tahu jenis dan harga mobil yang ditunjuk oleh Leo. Jenis mobil premium dengan tampilan sangat elegan dan kaca gelap. Sepertinya Elang dan Reka benar-benar total merencanakan bagaimana keamanan Nara. Meskipun Nara hidup di keluarga berada tapi dia tidak pernah menggunakan kekayaan keluarganya untuk bersenang-senang.


“Bang Leo tahu profesi saya ‘kan? Nggak mungkin dong saya ke kampus naik itu, orang juga bisa menilai penghasilan saya tidak mungkin sanggup untuk mencicil mobil macam itu,” sahut Nara.


“Demi keamanan Ibu sebaiknya tidak perlu memikirkan kemungkinan kesimpulan orang lain. Lagi pula, jika melihat latar belakang keluarga Ibu juga Tuan Reka, tidak sulit memiliki kendaraan yang lebih dari itu." Jawaban Leo memang benar. Nara berpikir jika Leo bukan hanya direkrut sebagai supir tapi kalimatnya tertata seperti orang berpendidikan. Akhirnya dia hanya bisa menurut dengan rencana Elang dan Reka.


“Oke,” jawab Nara tidak ingin memperpanjang masalah. Karena Leo pasti akan menyampaikan apapun pada Reka atau Elang. “Jika Reno menghubungi Ibu, tolong sampaikan pada saya. Karena saya tidak meretas ponsel Bu Nara, walaupun atasan saya menyampaikan saya boleh melakukan itu.”


“Yang sudah menginstruksikan tugas-tugas ini.”


Nara menghela nafasnya, “Iya tapi siapa? Reka, Kak Elang atau Papih Kevin?” tanya Nara.


“Mereka,” jawabnya. Nara menghela nafasnya, “Ya sudahlah,” ujarnya lalu melangkah masuk ke rumah. Sesampainya di kamar, ponselnya bergetar ternyata pesan yang dikirimkan oleh Reka. Menyampaikan jika dia sudah masuk ke pesawat dan juga mengirimkan pesan-pesan berisi kalimat cinta dan rasa rindu untuk Nara. Nara hanya tersenyum dan menggelengkan kepala membaca pesan-pesan dari Reka.


Tidak menyangka jika Reka bisa lebay seperti saat ini saat mengungkapkan rasa dan emosinya pada Nara. Jika dibandingkan dengan pertemuan-pertemuan awal mereka seperti musuh. Nara merebahkan tubuhnya, karena kantuk yang melanda. Bukan hanya karena hormon kehamilan tapi lelah karena petualangannya dengan Reka semalam.

__ADS_1


Sedangkan di tempat berbeda, tepatnya di ruang kerja Abimana. Reno yang duduk didepan meja Abimana hanya menunduk. “Jadi kapan kau akan menikah? Pihak perempuan itu pasti akan menanyakan persyaratan yang sudah mereka berikan untuk menebus kebebasan kau.”


Reno menghela nafasnya karena sampai saat ini dia benar-benar tidak tahu bagaimana akan menjalankan persyaratan Nara. Hanya satu syarat itu yang sulit untuk Reno lakukan. Apalagi selama ini dia hanya mengenal Nara bahkan rela melakukan hal yang akhirnya membuat dia merasakan dinginnya lantai penjara.


“Sampai besok kau tidak ucapkan satu nama untuk dinikahi, aku yang akan mencarikan calon istri untukmu,” ancam Abimana. “Aku memang tidak ada calon Yah. Kenapa aku sampai nekat membawa Nara karena memang dia yang aku cintai.”


“Tutup mulutmu itu. Aku bisa umumkan kalau aku sedang mencari menantu, perempuan yang lebih cantik dari Nara juga akan ada dan siap dijadikan menantu seorang Abimana.”


Reno menghela nafasnya. “Terserah Ayah, aku akan turuti kemauan Ayah.”


“Mulai besok kamu bergabung di sini, kerja. Pernikahan biar aku yang atur,” titah Abimana. Reno hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan ayahnya. Saat dalam perjalanan pulang terbersit ide menemui Nara tapi urung dilakukan karena ancaman persyaratan juga ancaman ayahnya.


“Nara, sepertinya kisah kita akan benar-benar selesai.” 


\=\=\=\=\=\=


Nara dengan Reno akan bertemu lagi nggak ya? Siapa dong yang akan menikah dengan Reno😊🙂

__ADS_1


__ADS_2