
"Bukan begitu Ra. Sumpah ini situasi aku nggak suka banget karena benar-benar buat kamu salah paham. Duduk kita bicara," ajak Reka.
Nara mengangkat tangan dan melirik layar jam tangannya. "Tidak bisa, aku bisa telat," jawab Nara lalu berbalik mengambil tas kerjanya dan meninggalkan kamar.
Reka mengusap kasar wajahnya juga meninju udara, "Shittt," makinya lalu berjalan keluar kamar. Nara sudah akan menutup pintu mobilnya saat Reka keluar dari pintu depan. Bahkan pagi ini tidak dilewati dengan pelukan dan kecupan di kening.
Reka menghela nafasnya, lalu beranjak masuk kembali. "Nara mana?" tanya Bunda. Tidak mungkin Reka menjawab mereka sedang berselisih paham, "Barusan berangkat, ada kegiatan pagi."
Nara mengemudi sambil mengusap ujung matanya. Kehamilan membuatnya lebih sensitif dsn sentimentil, tapi hal itu tidak disadari oleh Nara apalagi Reka. "Aku kenapa sih, urusan begitu saja sampai nangis. Hal yang lebih berat dari ini pernah aku alami tapi nggak ada sampai mengeluarkan air mata," tutur Nara.
Nara berhenti di area ruko dengan berbagai macam warung makan. Memilih bubur ayam untuk sarapannya. Sebelum turun dari mobil, Nara sempat mengusap air matanya dengan tisue.
Mengawali hari dengan interaksi yang buruk dengan Reka mempengaruhi aktifitasnya seharian. Ditambah Reka tidak ada menghubungi atau datang untuk meminta maaf sekedar menjelaskan situasi. (Tetep ya wanita selalu benar).
Nara yang sedang mengikuti rapat mempersiapkan rangkaian kegiatan kampus terlihat tidak antusias, "Kamu kenapa, sakit?" tanya Ardi sambil berbisik. Nara hanya menggelengkan kepalanya.
Dengan Reka suaminya yang jelas-jelas sudah membuatnya hamil saja Nara kesal. Ardi sejak pagi mencoba berkomunikasi dengan Nara bahkan mengajak makan siang bersama juga saat rapat duduk di samping Nara, membuat ibu hamil itu kesal. Ditambah wangi parfum Ardi membuatnya mual.
__ADS_1
"Kayaknya kamu sakit deh, sejak tadi pakai minyak angin terus," ujar Ardi.
"Hanya masuk angin," jawab Nara. Sekali lagi Ardi bicara, ingin aku garuk wajahnya, batin Nara.
Alih-alih menghampiri istrinya, Reka malah menuju base camp lebih tepatnya kamar kost Yasa. "Wow, lihat siapa yang datang," ejak Dewa. "Reka, yang baru saja masuk ke dalam grup suami-suami takut istri," ejek Yasa dengan lantang. Reka hanya berdecak.
"Tumben pagi-pagi udah kesini mana rambutnya kering. Pasti habis bertengkar dengan istri," ejek Yasa dan dibalas dengan kekehan Dewa.
Sial, kenapa mereka benar sih, batin Reka.
Seharian Reka menghabiskan waktu bersama Yasa dan Dewa. Melupakan sejenak kesalahpahamannya dengan Nara. Bermain games sambil berteriak dan bersahutan bahkan Reka sempat tertidur karena lelah dengan gamesnya.
"Setengah tujuh."
"Hah, mampus gue," teriak Reka beranjak bangun lalu mengambil ponselnya. "Kenapa sih kalau gue ketiduran di sini selalu telat. Nggak bagus fengsui kamar ini, bikin orang terlambat dan malas," ungkap Reka sambil bergegas menuju pintu.
"Dasar aja lo nya yang kebluk pake bicara masalah fengsui," sahut Yasa.
__ADS_1
Reka sudah berada di atas motor sportnya, melaju cukup kencang agar cepat sampai rumah. Memarkir motornya dan melihat sudah ada mobil Nara.
Nara yang duduk di kursi meja rias sambil membuka lembar demi lembar buku yang dibacanya tidak menoleh saat pintu kamar dibuka dan masuklah Reka.
"Kamu sudah pulang Ra?" Rara hanya mengangguk. Reka duduk di pinggir ranjang, "Ra, sepertinya kita harus bicara," ujar Reka.
Rara menutup bukunya dan beranjak menuju ranjang. "Aku lelah kita bicara nanti," sahut Nara lalu berbaring memunggungi Reka.
"Nara, kita nggak bisa begini terus. Aku nggak fokus seharian ini," ucap Reka.
Nara beranjak bangun, "Kamu ngapain aja sehari ini?" tanyanya pada Reka.
"Di kamar Yasa, maen games terus ....aduh," pekik Reka menghindari Nara yang memukuli dengan bantal.
"Bukannya klarifikasi masalah dengan menjelaskan atau bujuk atau apa gitu, ini malah asyik dengan games. Bener-bener kamu ya."
Reka mengambil bantal dari tangan Nara lalu meraih tubuh Nara ke dalam pelukannya. "Reka, lepas," ujar Nara. Reka terkekeh sambil mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
hayo Reka mau ngapain ? lanjut sore ya gaes, 🥰