
Reka menjabat tangan orang-orang perwakilan dari perusahaan Rekanan. Pertemuan mereka di salah satu restoran sambil menikmati sarapan pagi. Melirik arlojinya yang menunjukan pukul sepuluh pagi, Reka teringat jika pagi ini masih belum menghubungi Nara karena dia bangun kesiangan dan bergegas ke lokasi pertemuan.
“Pak Kris terima kasih atas bimbingannya selama ini, semoga kedepannya kita masih bisa bekerja sama,” ucap Reka sambil menjabat tangan Kris, Pimpinan cabang perusahaan miliknya papihnya.
“Sama-sama Pak Reka, justru saya senang kita bisa bekerja sama. Kedepannya mungkin akan lebih intens dari sekarang. Saya dengar Pak Kevin akan pensiun dini,” tutur Kris sambil terkekeh.
Setelah berbasa-basi dan pamit undur diri, Reka menuju mobilnya. Sudah ada supir yang menunggu, “Pak Reka,” panggil Selly sambil menghampiri Reka yang sudah berdiri di dekat pintu mobil. “Selamat jalan Pak, terima kasih bimbingannya selama ini,” ujar Selly sambil mengulurkan tangan kanannya yang kemudian disambut Reka dengan menjabatnya tanpa curiga.
Reka tidak menyangka jika Selly menubruk tubuh Reka, berjinjit dan mencium bibir Reka dengan kasar. Reka terkejut refleks mendorong tubuh Selly, agak sulit karena kedua tangan Selly mengalung pada leher Reka dan tidak mungkin Reka dengan gerakan kasar mendorong paksa tubuh Selly.
“Kamu benar-benar gila,” hardik Reka saat berhasil mengurai pagutan paksa dari Selly. Tanpa rasa bersalah Selly hanya tersenyum dengan kondisi terengah. Reka melihat sekeliling, walau tidak ramai Reka yakin ada yang melihat momen tadi.
“Jika ada informasi aneh terkait perbuatan kamu tadi, siap-siap didepak dari perusahan dan aku pastikan tidak akan mudah kamu mendapatkan pekerjaan baru.” Reka mengancam Selly dengan tatapan wajah garang.
Reka membuka pintu mobil, setelah duduk di kursinya dan memastikan pintu sudah tertutup dia pun menginstruksikan supir agar bergegas menuju bandara.
__ADS_1
Selly masih berdiri di tempatnya dengan wajah ceria. “Kenang-kenangan dari aku Pak. Siapa tahu nanti bermanfaat, Pak Reka tidak usah khawatir aku masih butuh pekerjaan jadi nggak akan macam-macam," ujar Selly bermonolog lalu menghampiri seseorang dan menerima ponsel yang digunakan untuk mengabadikan momen pagutan paksa yang dilakukan Selly.
...***...
Reka sudah menginjakkan kaki di Jakarta, supir keluarganya sudah menunggunya. Setelah memasukan semua barang bawaan ke dalam bagasi, “Den Reka, langsung pulang atau ada tujuan lain?” tanya supir.
“Ke Two Season Pak,” sahut Reka. Sejak insiden tabrakan bibirnya dengan Selly meskipun bukan kehendaknya, Reka galau antara menyampaikan pada Nara atau tidak. Dia malas pulang, apalagi di rumah ada Rika dan keponakannya. Sudah pasti ramai dan tidak mungkin bisa bermesraan dengan Nara.
Sebelum tiba di Two Season Reka menghubungi Leo dan memintanya mengantarkan Nara menyusul ke hotel. “Saya bawa koper yang ini, yang lain bawa pulang,” titah Reka saat sudah tiba di depan lobi.
Reka sudah cek In di resepsionis dan mendapatkan kunci kamarnya. Saat menuju lift sambil menyeret koper miliknya, Reka berpapasan dengan Elang. “Mau kemana?” tanya Elang yang menghentikan langkahnya. Reka hanya menunjukan access card yang ada di tangannya. “Udah balik dari Jogja?”
“Baru mendarat, nggak usah bilang aku ada di kamar mana. Pokoknya aku mau habiskan waktu dengan Nara,” sahut Reka.
“Dasar bocah,” ejek Elang lalu melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Sedangkan di tempat berbeda, tepatnya di kampus. Nara membuka pesan dari Reka setelah menyelesaikan tugasnya hari ini.
[Ra, nanti jangan pulang ke rumah. Aku sudah minta Leo antar kamu ke sini.]
“Jangan pulang, lalu kemana?" tanya Nara seakan didengar oleh Reka. "Padahal lebih baik pulang ke rumah, nggak tau kalau aku kangen kali."
Nara mengernyitkan dahinya saat mobil yang dikemudikan Leo berbelok memasuki kawasan Two Season. "Kenapa ke sini, bukannya Reka sudah menunggu aku, Bang?" tanya Nara dengan heran.
"Tuan Reka ada di sini, Bu," sahut Leo.
"Hahh," Nara terkejut dan tidak menyangka jika Reka menunggunya di Hotel. Sudah terbayang apa yang akan Reka lakukan dengan sengaja memilih bermalam disini. Dasar mesum, batin Nara.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Hmm bocah mesum 🤣🤣🤣