Menikahi Perawan Tua

Menikahi Perawan Tua
Tidak Tertarik


__ADS_3

Reka terbangun dan mengerjapkan kedua matanya, karena silau dengan cahaya lampu kamar. Ternyata semalam dia tidak mengganti dengan lampu tidur. Menyadari ada sosok wanita yang menemaninya semalam, dia pun tersenyum.


Mengecup kening Nara yang masih terlelap. Bahkan kini Reka mendaratkan bibir di bagian wajah Nara yang lain. Nara hanya menggeliat pelan dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Reka. Di balik selimut tubuh keduanya masih polos, karena semalam Reka meminta haknya.


Efek rindu antara keduanya membuat percintaan mereka semalam cukup panas sampai mereka mereguk puncak kenikmatan lebih dari satu kali. Jika tidak mengingat kehamilan Nara, mungkin Reka akan lebih berlama berolahraga ranjang dengan istrinya.


Reka baru saja keluar dari kamar mandi saat Nara terbangun. Wangi sabun cukup mengusik indra penciuman Nara, dia pun mengeratkan selimut sambil menatap Reka. Entah karena hubungan mereka yang akhir-akhir ini terpisah jarak hingga Nara melihat perubahan dari Reka. Pria itu terlihat semakin matang dan dewasa, untuk wajah tidak usah diragukan lagi. Perpaduan antara Kevin Daud dan Meera Chandra benar-benar menghasilkan seorang Reka Chandra yang sempurna.


“Eh, kesayangan Reka sudah bangun.”


“Kamu mau kemana jam segini udah mandi. Ini ‘kan sabtu.”


"Lupa ya, alasan aku nggak pulang ke Jakarta karena aku dan Pak Kris ada janji bertemu klien tapi sambil main golf. Kamu temani aku ya?” Nara tidak menjawab, malah menarik selimut menutupi wajahnya karena Reka melepas handuk dan memakai boxer di depan Nara.


Reka terkekeh karena ulah Nara yang tersipu, “Pake malu segala, semalam aku obrak-abrik nggak malu tuh. Malah merem melek,” goda Reka.


Reka benar-benar memanjakan Nara. Tidak membiarkan Nara turun dari ranjang sebelum sarapan, bahkan dia sendiri yang menyuapi Nara.

__ADS_1


Saat ini Reka sudah siap dengan outfitnya, kaos polo berkerah berwarna navy yang dimasukan ke dalam celana pendek katun berwarna putih. Dilengkapi dengan sneaker dan topi dengan warna senada dengan celana yang dikenakan Reka.


“Ra, sudah siap belum?” tanya Reka sambil mengenakan jam tangannya.


“Hm, tapi jangan lama ya,” ujar Nara. Mengenakan maternity dress selutut dilengkapi dengan flatshoes dengan rambut digerai. Reka menatap lekat wajah Nara, "Kenapa sih? Penampilan aku aneh?" tanya Nara.


Reka menghela nafasnya, "Ra, kamu kok makin cantik. Jadi sayang untuk ajak kamu keluar, bisa-bisa dipandangi oleh lelaki buaya darat."


"Kalau kamu buaya apa?"


Nara dan Reka sudah berada di lobi tempat golf sesuai perjanjian Reka dan klien. Tidak lama Pak Kris didampingi Selly tiba berbarengan dengan klien. Reka menyambut kliennya dengan saling berjabat tangan.


“Sayang, kamu mau tunggu di sini?”


“Hm.”


Reka mengusap puncak kepala Nara sebelum meninggalkannya. Selly terlihat mencolok dengan setelannya yang cukup pendek. Menunggu kesempatan mendekati Reka untuk berbicara. “Pak Reka, wanita itu benar istri Bapak?”

__ADS_1


“Menurutmu?” Reka berjalan bergegas meninggalkan Selly.


Lebih dari satu jam, urusan dengan klien akhirnya selesai bahkan mereka sudah saling pamit. Reka dan Kris kembali menuju lobi sambil membicarakan kelanjutan hasil negosiasi. “Sepertinya saya langsung pamit Pak, kasihan istri saya sudah menunggu lama,” ujar Reka.


“Loh ini istri Pak Reka?” tanya Kris. Reka lalu mengenalkan Nara pada Kris salah satu orang kepercayaan Kevin. “Senang bertemu dengan menantu Pak Kevin. Tenang saja Bu, Pak Reka aman disini. Nggak macam-macam kok,” gurau Kris. “Pak Reka ini sepak terjangnya luar biasa ya, bisa menikahi dosennya,” ucap Kris. Reka hanya terkekeh sambil menoleh pada Nara yang sedang tersenyum.


“Oke, Pak. Kami permisi.” Kris mengangguk, Reka merangkul pinggang Nara seakan menyatakan kepemilikannya pada diri Nara. Selly menatap kesal kepergian Nara dan Reka. “Pak Reka setia banget sama istrinya,” celetuk Selly.


Kris pun menatap sekretarisnya, “Kamu jangan macam-macam dengan Reka, kalau masih betah kerja di perusahaan Pak Kevin.”


“Justru saya harus macam-macam biar bisa diterima oleh keluarga Pak Kevin,” sahut Selly.


“Tapi sepertinya Reka tidak tertarik sama kamu.” 


\=\=\=\=\=


Tenang aja gaes, Reka nggak tergoda ulat bulu si Selly 😅

__ADS_1


__ADS_2