
"Kau!" panggilnya membuat Neisha langsung melihat ke sumber suara.
"I... iya kak," balasnya takut.
"Ikut dengan ku!" ucap Elard kemudian melangkahkan kakinya lagi menuju ke lantai dua di ikuti oleh Neisha yang langsung mengikuti sang suami karena jika telat sedikit bisa bisa dia akan di marahi lagi dan Neisha tidak ingin itu terjadi.
🥕🥕🥕
Sampai di kamar utama Neisha hanya diam di luar pintu, takut jika dia masuk akan di bentak oleh sang suami.
Elard yang melihat Neisha malah berdiam di depan pintu pun membuat dia ingin marah saja, menangani satu wanita membuat kepala Elard pusing.
"Masuk jangan di luar saja." tegasnya membuat Neisha langsung masuk ke dalam.
"Mulai hari ini kau akan tidur di sini." tutur Elard.
"Hah... tapi kak," ucap Neisha terjeda saat Elard sudah memotongnya.
"Tidak ada tapi tapian," ucap Elard kemudian masuk ke kamar mandi.
"Uhh seenaknya sendiri, tapi kenapa ya kan kak Elard sendiri yang bilang kalau dia tidak ingin tidur dengan ku?" tanya Neisha dalam hatinya.
Dia pun memilih untuk keluar menuju ke dapur berencana untuk membuatkan kue yang pernah di ajari oleh mommy Sheila, kue kesukaan sang suami.
"Nyonya, ada yang dibutuhkan?" tanya bi Iyem saat melihat istri tuan mudanya itu masuk ke dapur.
"Bi jangan panggil saya gitu dong, panggil biasanya aja." ucap Neisha merasa kurang nyaman jika harus dipanggil seperti itu.
"Maaf nyonya ini sudah ketentuan dari tuan besar jadi kami hanya menjalankan," ucap bi Iyem menunduk takut tidak sopan.
Neisha pun hanya bisa menghela nafas karena tidak akan bisa mengubah hal yang sudah disuruh apa lagi oleh daddy Brian.
"Bi, aku mau buat kue buat kak El." ucap Neisha dengan penuh semangat.
"Boleh nyonya, mari kami bantu." ucap bi Iyem.
Neisha pun membuat kue sesuai resep yang di berikan oleh mommy Sheila, Neisha terlihat senang karena dia sudah akrab dengan para maid yang lainnya karena memang yang dia tahu hanya bi Iyem dan juga Fitri saja selainnya dia tidak tahu.
🥕🥕🥕
Saat Elard keluar dari kamar mandi, dia tak melihat keberadaan sang istri padahal tadi dia menyuruhnya untuk ke kamarnya bukan.
Entah Elard juga tidak tahu ada setan apa yang merasuki tubuh dan pikirannya hingga mengatakan bahwa sang istri akan tidur dengan nya mulai malam ini, mungkin saja Elard berfikir agar lebih mudah saat mereka akan bercinta, alasannya sendiri tanpa ada yang tahu maksud pastinya.
__ADS_1
Dia pun keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai satu, dia mencium aroma harum dari area dapur membuat Elard langsung menuju ke sana dan melihat sang istri yang sedang sibuk di sana dengan para maid.
Bi Iyem yang melihat ada majikannya segera memberi salam kepada Elard.
"Tuan." sapa bi Iyem dan para maid lainnya.
Neisha yang mendengar langsung membalikkan badannya dan ikut menunduk.
"Kak El aku bikin kue kesukaan kak El, kakak mau coba." tawar Neisha.
Elard hanya diam saja dan berjalan menuju ke ruang kerjanya yang memang berada di lantai satu.
"Sabar nei, suami kamu itu emang irit bicara." gumam Neisha dalam hati.
Sampai di ruang kerjanya Jimi yang memang mulai tinggal di paviliun mansionnya di panggil untuk menuju ke ruang kerjanya.
"Iya tuan."
"Segera kau urus jadwal Berlin selama satu bulan, aku ingin dia tidak mendapatkan tawaran apapun bahkan iklan kecil sekalipun." perintahnya.
"Baik tuan."
Setelah itu Jimi pun menjalankan tugasnya, kalau kalian bertanya kenapa hanya satu bulan? Kenapa tidak seperti pria tua bangka itu saja di bunuh dan di masukkan ke kandang Tiger.
Elard sebenarnya juga ingin langsung mengeksekusi nya namun karena sang daddy Brian tadi mengatakan jangan sakiti Berlin dahulu karena Daniel papi dari Berlin masih rekan kerja daddy nya dan juga rekan kerjanya sehingga Elard menahan agar tidak membunuhnya untuk keuntungan perusahaan terlebih dahulu baru habis itu dia bisa mengeksekusi wanita sialan itu.
"Masuk." ucap Elard dari dalam ruang kerjanya.
Secara perlahan pintu pun terbuka dan menampakkan Neisha yang masuk membawa sepiring kue yang dia bikin tadi di bantu oleh para maid nya namun Elard sama sekali tak menengok ke arah Neisha.
"Kak ini aku bikinin kue," ucap Neisha menaruh kue tersebut ke meja depan sofa.
"Hem." jawabnya singkat.
Neisha lama di sana namun tidak dihiraukan sama sekali membuat dia langsung keluar dari ruang kerja sang suami.
Baru akan keluar sebuah tembakan terdengar nyaring sekali membuat Neisha terkejut di buatnya.
DOR DOR
"Akkkkkk!" pekik Neisha karena terkejut dan ketakutan, dia langsung terduduk.
Elard yang sedang fokus dengan berkasnya langsung melihat ke arah sang istri yang ketakutan karena suara tembakan tersebut.
__ADS_1
Segera Elard menghampiri Neisha dan membawa sang istri ke dalam pelukannya dan membawanya ke kamar mereka yang lebih aman.
"Kau tetap di sini." ucapnya.
Elard pun akan keluar dari kamar namun langsung di tahan oleh Neisha.
"Ada apa?"
"Jangan pergi kak, di luar ada bahaya." sahut Neisha tidak ingin sang suami kenapa kenapa.
"Kau tenang saja aku adalah Elard Frey Ardolph." jawabnya singkat, kemudian melepaskan tangan sang istri dari lengannya.
Elard segera keluar dari mansionnya dan melihat ada beberapa orang yang entah Elard juga tidak tahu mereka siapa yang sudah di tahan oleh anak buahnya dengan wajah babak belur.
"Siapa mereka?" tanya Elard melihat lima orang pria berbadan besar.
"Mereka adalah suruhan dari orang yang sudah menyerang markas dan juga apartemen tuan." ucap Jimi.
"Maksud mu Jery?" tebak Elard dan mendapatkan anggukkan dari Jimi.
"Iya, tuan."
"Ck, kalian kalau mau cari tuan cari lah yang kompeten jangan mau dengan tuan mu yang tidak mau menampakkan wajahnya malah mengorbankan anak buahnya." ucap Elard dengan tawa meremehkan.
"Jimi, bawa mereka ke markas." ucap Elard.
"Baik tuan."
"Tuan, maafkan kami. Kami hanya menuruti perintah saja untuk menyerang rumah, kami tidak tahu kalau yang harus kami serang adalah rumah anda tuan," ucap salah satu orang tersebut memberontak saat akan di bawa ke mobil.
"Haha makanya aku sarankan kalau kau mendapatkan tawaran jangan langsung mau, ingat nyawamu akan dipertaruhkan saat berhadapan dengan ku." tekan Elard kemudian masuk ke dalam mansionnya tanpa melihat ke belakang lagi.
Sedangkan Neisha karena penasaran dia tak sengaja melihat ke arah balkon dan melihat semua yang terjadi di bawah namun dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
"Mereka siapa ya?" tanya Neisha kepada dirinya sendiri.
"Kenapa kau di sana?" tanya Elard yang baru saja masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri berada di balkon.
Neisha yang tidak menyadari kapan sang suami datang pun dibuat terkejut karena dia ketahuan melihat adegan di bawah.
"Eng... enggak kak," ucap Neisha terbata-bata pun masuk ke dalam.
.
__ADS_1
.
TBC