
HAI READERS π€π€π€π€π€
Jangan lupa follow Instagram author @Lala_Syalala13
Sebelum melanjutkan baca ceritanya jangan lupa follow aku NovelToon aku kemudian favoritkan cerita ini ya,kasih penilaian kalian juga dong di tunggu bintangnya πππππ lalu vote, like dan komentarnya, hadiahnya juga boleh bangetπ€ biar aku semangat buat upload bab nya tiap hariπ€π
Tanpa dukungan dari kalian semuanya gak mungkin cerita haluan aku ini bisa sampai seperti ini jadi jangan sungkan-sungkan buat mengkritik aku tapi tetap dalam bahasa yang sopan dan tidak menyinggung ya readers π
Happy Reading!!!!!
π₯π₯π₯
Sampai di kota nya Neisha segera menemui bela, dia sudah mengabari bela bahwa dia akan tinggal beberapa hari di kontrakan nya karena ada sesuatu hal yang mendesak dan bela mengiyakannya.
"Hai nei, masuk yuk." ajak bela.
"Iya."
Sampai di dalam Neisha segera meminta maaf karena sudah mengganggu hari bela.
"Bel, aku minta maaf ya karena sudah merepotkan mu." ucap Neisha.
"Gak papa nei, aku malah seneng kalau bis bantu kamu. Tapi gimana sama anak kamu kalau kamu tinggal di sini nei?" tanya bela.
"Aku udah titipin ke Dini, besok atau lusa aku baru balik gak papa ya?" izin Neisha dan di angguki oleh bela.
"Oalah ya udah kalau gitu, gak papa kok."
Neisha pun menuju ke kamar yang di sediakan oleh bela dan langsung menelepon Dini untuk menitipkan Arsha lebih lama lagi.
[Halo.] jawab seseorang dari sebrang.
[Halo Din, ini aku. Aku nitip Arsha lebih lama boleh gak?] izin Neisha takut jika Arsha juga akan menghambat kerja Dini.
[Kenapa emangnya sama kamu nei?]
[Aku sebenarnya udah di kota tapi aku ada beberapa urusan yang harus aku kerjakan Din,]
[Oh ya udah kamu tenang aja biar bocah tampan ini sama aku aja dulu.] ucap Dini.
[Aku tadi juga udah telepon Karen, kamu bisa gak beberapa hari tinggal sama Karen,] ucap Neisha membuat Dini mengernyitkan dahinya.
[Kenapa memangnya nei?] tanya Dini tidak paham dengan permintaan sang sahabat.
[Aku mohon Din,] lirih Neisha.
[Ya sudah kalau gitu besok aku ke rumah Karen ya,] ucap Dini.
[Makasih ya Din.]
Setelah itu Neisha pun menutup teleponnya dan setelah itu dia pun beristirahat karena dia sampai di kota ini sudah malam hari, pikirannya dan badannya sudah sangat capek sekali.
.
Sedangkan anak buah yang di tugaskan Elard untuk membuntuti Neisha pun mengabari tuannya itu dan memberitahukan semuanya hingga Neisha yang sudah berada di rumah bela.
Setelah mendapat telepon Jimi datang untuk memberitahukan tentang informasi yang tuannya inginkan.
"Nyonya Neisha sudah tinggal di pinggiran kota A selama tiga tahun bersama dengan nona Dini dan juga seorang anak kecil berusia sekitar dua tahun bernama Arshaka Virendra Eisha." ucap Jimi membuat Elard mengerut kan keningnya.
"Apa! Siapa anak kecil itu?" tanya Elard mengeraskan rahangnya.
"Kami sedang mencarinya tuan," ucap Jimi.
"Segera cari apakah Neisha sudah menikah atau belum." tegas Elard dan di angguki oleh Jimi.
__ADS_1
"Baik tuan," sahut Jimi langsung pergi meninggalkan tuannya itu.
"Tapi mengapa tempat tinggal yang di beritahukan oleh Jimi dan anak buahnya lainnya berbeda? Atau jangan jangan Neisha sengaja ingin menghindar dariku?!" tebak Elard.
Setelah itu Elard pun kembali ke mansion dan langsung menuju kamarnya untuk istirahat karena jujur dia sangat capek sekali hari ini, emosinya di aduk sekali tapi juga senang karena bisa melihat wajah cantik yang sangat dia rindukan, malah Elard semakin terpanah dengan kecantikan sang istri yang menurutnya tambah cantik dan berisi di bagian bagian tertentu.
.
Pagi harinya Elard turun ke bawah dan melihat semuanya kosong tidak ada siapapun.
"Apakah mereka semua pergi?" tanya Elard kepada bi Nana yang menyiapkan sarapan untuknya.
"Iya tuan, tuan besar, nyonya besar dan oma sedang bepergian untuk ke pesta pernikahan temannya berangkat tadi pagi pagi sekali sedangkan nona mikaila sedang berada di negara Y berlibur." ucap bi Nana.
"Oh jadi pesta pernikahan anak rekan kerja daddy sekarang," ucap Elard karena beberapa hari lalu daddy Brian pernah mengajak Elard namun dia tidak mau.
"Ya sudah bi kalau gitu," ucap Elard kemudian duduk di meja makan menikmati sarapannya.
Karena hari ini adalah weekend, Elard memilih untuk menuju ke markas saja setelah sarapan ini.
Sampai di markas Elard menjadi sangat liar karena ada beberapa tahanan yang terus memberontak ini keluar dari sana.
"Hey diam atau aku akan buat mulut mu diam untuk selamanya!" ancam Elard membuat si tahanannya takut dan langsung diam.
"Nelson, mana tahanan yang harus aku eksekusi? Aku sangat ingin segera membunuh seseorang," ucap Elard dengan enteng sekali.
"Dia sudah berada di ruang eksekusi tuan," jawab Nelson.
Tidak ingin membuang waktu Elard pun langsung menuju ke ruangan eksekusi.
"Tuan, mohon ampuni saya!" ucap wanita yang sudah sangat mengenaskan itu dengan badan yang sudah di ikat di sebuah tiang.
Wanita yang sudah berani beraninya menggelapkan dana dari perusahaan nya, bahkan uangnya dia gunakan untuk bermain judi. Maka dari itu membuat Elard marah adalah hal yang wajar karena Elard tidak suka dengan orang seperti itu.
"Haha, apakah aku pernah menyuruhmu untuk bermain main dengan ku?!" tanya Elard penuh penekanan.
"Sayangnya aku bukan orang pemaaf," ucap Elard singkat
"Nelson bawakan senapan ku," ucap Elard.
Setelah itu Nelson pun mengambilkan senapan yang sering digunakan oleh tuannya itu.
"Ini tuan."
"Akhirnya aku bisa menggunakan nya lagi, aku sudah lama tak menggunakan senapanku ini." ucap Elard dengan mengarahkannya ke arah wanita yang sudah meronta ingin di lepaskan itu.
DOR DOR
Suara tembakan pun terdengar sangat nyaring namun buat Elard itu adalah suara paling enak di dengar selain suara istri nya.
"Kau bawa wanita bodoh itu ke kandang Tiger karena dia sudah lama tak makan daging wanita," ucap Elard.
"Baik tuan."
Setelah itu Elard pun ke ruangannya yang berada di markas, baru saja masuk Jimi langsung menghampiri tuannya itu.
"Tuan."
"Ada apa?"
"Saya sudah mendapatkan informasi bahwa nyonya Neisha belum menikah sama sekali setelah pergi dari mansion," ucap Jimi.
"Apa! Jadi siapa anak itu?"
"Ini tuan saya sudah membawa foto anak kecil itu." ucap Jimi memberikan sebuah foto di mana di sana ada foto Arsha.
__ADS_1
Elard melihat foto tersebut pun di buat mematung dengan foto yang dia lihat, wajah bocah kecil itu sangat sama persis seperti dirinya waktu kecil.
"Anak kecil itu berusia berapa?" tanya Elard lagi memastikan.
"Dua tahun tuan."
Elard pun menimbang-nimbang kembali saat sang istri pergi Elard mendapatkan kenyataan bahwa sang istri hamil namun keguguran, dalam pikiran Elard mungkinkah sang istri tidak menggugurkan kandungannya karena jika di hitung dari umur bocah kecil itu dengan kepergian sang istri sangat tepat sekali kalau istrinya itu hamil anaknya dan anak itu adalah anaknya sendiri tapi Elard belum yakin akan hal tersebut.
Tapi jika sang istri tidak menikah lagi maka sudah pasti itu adalah anaknya, apa lagi wajah sang anak sangat mirip semirip mirip nya dengan nya.
"Kita harus ke kota A Jim," tutur Elard.
"Maaf tuan tapi hari ini akan ada meeting penting dengan klien dari luar negeri dan tidak bisa di batalkan," ujar Jimi membuat Elard merasa frustasi.
"Aaaaakkk! Kalau begitu besok pagi langsung kau siapkan jet pribadiku karena ku sudah sangat ingin bertemu dengan istriku." tegas Elard.
"Baik tuan." balas Jimi.
π₯π₯π₯
Di sisi lain, daddy Brian, mommy Sheila dan oma Salma sekarang berada di kota A untuk menghadiri pesta pernikahan anak rekan kerja daddy Brian.
"Sayang, kita ke mall dulu yuk." ajak mommy Sheila saat mereka baru saja sampai di kota A.
"Kamu gak capek sayang? Terus mami juga gak capek?" tanya daddy Brian.
"Mami gak papa kok bri," ucap Oma salma.
"Ya sudah kalau begitu kita ke mall dekat sini saja ya." ujar daddy Brian.
Mereka langsung menuju ke mall untuk mencari barang-barang yang ingin di beli sambil mengisi waktu beberapa saat di sana.
.
Di sisi lain pagi harinya Dini mengajak Arsha ke rumah Karen di mana dia sudah menunggu kedatangan nya.
"Aduhhh keponakan aunty udah dateng aja," sambut Karen.
"Karen aku sama Arsha ikut nginep di sini ya,"
"Iya kak, kak Neisha juga udah bilang kok sama aku." ucap Karen.
Setelah beberapa saat di rumah Karen, dini pun mengajak sang keponakan pergi ke mall untuk jalan jalan sekalian Dini harus bertemu dengan temannya, tidak mungkin dia meninggalkannya sendirian karena karena tadi baru saja berangkat kerja.
"Arsha, sudah siap?" tanya Dini kepada sang keponakan.
"Udah aunty," balas bocah kecil tersebut.
"Ya sudah kalau gitu kita berangkat."
Dini melajukan sepeda motornya menuju ke mall tengah kota, hampir satu jam mengendarai sepeda motor akhirnya mereka pun sampai di sana.
"Di sana nanti jangan jauh-jauh dari aunty ya Arsha, aunty cuma bentar aja kok." sahut Dini.
"Iya aunty."
Arsha merasa senang setidaknya dia bisa keluar dari rumah, karena jika mengajak sang bunda pasti susah karena bundanya sibuk dengan bekerja apa lagi bundanya sekarang berada di ibu kota karena Arsha belum tahu kalau Neisha sudah kembali ke kota.
"Arsha aunty mau ke toilet bentar ya, kamu mau ikut gak?" ajak Dini.
"Enggak aunty alcha kan cowok gak mungkin macuk ke cana," ucap Arsha menolaknya.
"Ya sudah kalau gitu kamu tetep di sini, kalau gak berani langsung masuk aja ke toilet ya." ucap Dini dan di angguki oleh Arsha kemudian Dini pun masuk ke dalam.
.
__ADS_1
.
TBC