
Elard yang melihat sang istri sepertinya sedang tidak baik baik saja pun meminta Jimi untuk membawa sang anak pergi dulu.
"Jimi, kau bawa Arsha ke luar, belikan dia makanan, cemilan, es krim, aja dia ke Playground di bawah atau pun sewa taman bermain." ucap Elard.
"Sayang, kamu main sama om Jimi dulu ya nanti om bakalan nyusul kalian, soalnya ini bunda nya Arsha lagi pingin tidur biar gak keganggu." ucap Elard.
Arsha melihat ke arah bundanya dan Neisha menganggukkan kepalanya sehingga Arsha pun mengiyakannya dan keluar dengan Jimi yang menggendong nya.
Karena Neisha sendiri tidak ingin sang anak khawatir dengan kondisinya sehingga Neisha pun tadi menganggukkan nya.
Setelah di rasa sudah pergi, Elard pun menghampiri sang istri yang langsung lemas dengan memukul-mukul dadanya karena sesak yang menyerang.
Elard sangat khawatir sekali dengan kondisi sang istri yang tidak terlihat baik baik saja membuat hatinya sakit juga.
"Sayang kenapa kamu?!" tanya Elard.
"Dada kamu sakit iya?" tanya Elard lagi dan terus menerus karena merasa khawatir.
Elard langsung membawa sang istri kedalam pelukannya agar Neisha merasa tenang dan benar saja idenya itu sangat manjur dan sesuka yang awalnya menyerang sudah tidak lagi dan kondisinya sudah membaik.
Neisha yang merasa dadanya sudah cukup membaik pun langsung menangis dengan kencang bahkan Elard yang tadinya menopang badan sang istri pun ikut merasakan getaran hebat tubuh sang istri saat menangis.
Elard segera memeluk kembali sang istri dengan erat, dia tebak sang istri pasti mengalami trauma dengan apartemennya ini, namun Elard tidak ingin sang istri pergi meninggalkan dirinya, ini semua salahnya, Elard sudah bersalah kepada Neisha.
Di rasa Neisha cukup tenang Elard pun langsung menggendong Neisha ala bridal style menuju ke kamar mereka untuk menidurkannya setelah itu Elard juga menyelimuti tubuh sang istri.
"Kamu tunggu di sini ya biar aku bikinin bubur dulu." ucap Elard kemudian menuju ke dapur untuk membuat bubur yang memang kebetulan dia bisa membuatnya, itu pun dari ajaran bi Nana tahun tahun yang lalu di mana sang istri pertama kali pergi meninggalkan dirinya, entah kenapa dulu Elard malah tertarik untuk membuat beberapa masakan.
Namun ini terlihat membantu sekali sehingga Elard bisa mengobati sang istri agar cepat sembuh dengan bubur ciptaan nya.
Sedangkan Neisha di kamar hanya diam sambil melihat ke arah atas dengan tatapan kosong, Neisha merasa dia tidak bisa memikirkan apapun kali ini.
Tiba-tiba saja air matanya jatuh dari mata indahnya tanpa permisi, dalam diam Neisha terus menangis hingga Elard datang dengan membawa nampan berisikan bubur panas.
"Sayang makan ya, kamu belum makan. Habis itu kita minum obat ya," ucap Elard membantu sang istri untuk duduk.
Elard sudah tahu dari tadi sang istri menangis namun dia berusaha untuk tetap tenang agar Neisha tidak takut kepadanya lagi.
Elard berencana untuk membuat janji dengan psikiater handal di negara ini untuk mengecek kondisi sang istri nantinya.
Elard menyuapi Neisha dengan lembut, Neisha juga sudah mulai tenang dan sadar dari traumanya, malu rasanya memperlihatkan titik terlemahnya kepada Elard.
"Kak aku sudah kenyang," ucap Neisha.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kamu istirahat aja dulu," ucap Elard.
"Arsha?" tanya Neisha karena jujur dia masih takut jika tiba-tiba Elard akan membawa sang anak jauh dari dirinya.
Elard yang tahu kekhawatiran sang istri pun menjelaskan bahwa Arsha akan aman dengan Jimi.
"Dia baik baik aja kok, sekarang dia sama Jimi jadi kamu gak usah khawatir ok." ucap Elard kemudian pergi membawa nampan makanan yang dia bawa tadi.
Neisha pun beristirahat untuk sejenak sehingga Elard memutuskan untuk menemui sang anak yang sedang bermain di Playground indoor di apartemennya.
"Sayang," panggil Elard dengan senyum yang merekah menghampiri sang anak.
"Om El!" teriak sambil berlari ke arah nya.
"Aduh seneng banget ya?" tanya Elard membawa sang anak kedalam gendongan nya.
"Iya om, seneng banget alcha. Banyak mainannya!" seru bocah tersebut dengan gembira.
"Loh emang Arsha belum pernah main kayak gini?" tanya Elard mengerenyitkan dahinya.
Arsha yang di tanya pun langsung menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa dia tidak pernah bermain di tempat permainan seperti ini.
"Enggak om, bunda gak punya banyak uang buat ngajak alcha ke tempat kayak gini. Biasanya bunda cuma bawa alcha ke tempat bermain di taman yang ada plocotannya aja," ucap alcha dengan santainya seperti sudah sangat biasa pergi ke taman bermain kota.
Sedangkan Elard yang mendengar hal itu pun membuat hatinya semakin sakit dan seperti sedang di iris belati tajam, dia tidak menyangka bahwa kehidupan anak dan istrinya sangat jauh dari kata kalak.
"Mulai sekarang kalau Arsha mau main atau mau beli apapun bilang sama om ya, om bakalan kabulin semuanya untuk Arsha." ucap Elard dengan penuh semangat.
"Beneran om?!" tanya Arsha memastikan dengan wajah sumringah nya dan mata berbinarnya saat mendengar hal tersebut seperti tidak menyangka sama sekali.
"Iya, sayang."
"Wah makasih om Elad." seru Arsha sambil memeluk leher Elard karena Arsha berada di di gendongan nya tadi.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita kembali ke dalem yuk, bunda pasti sudah bangun." ucap Elard dan di angguki oleh Arsha.
Sampai di apartemen nya ternyata di sana sudah ada Neisha yang berada di dapur dan sedang sibuk dengan peralatan dapurnya.
Memang setelah Elard pergi Neisha pun bangun dari kasur dan menuju ke dapur karena dia tidak bisa istirahat kembali mungkin karena dari tadi terus istirahat.
Dia menuju ke dapur dan berencana untuk membuat makan malam untuk sang anak karena sebentar lagi akan tiba waktunya makan malam.
Dia melihat di kulkas hanya ada makanan instan saja di sana dan hanya ada telur dan sosis saja serta beras.
__ADS_1
Neisha pun memutuskan untuk memasak berasnya dan setelah itu membuat nasi goreng untuk sang anak setidaknya sang anak tidak kelaparan namun tetap bergizi makanannya dari pada harus makan makanan instan.
Nasi goreng baru saja selesai, Neisha segera menyiapkan semuanya di meja makan.
"Bunda!" teriak Elard dengan senangnya sambil berlarian menuju ke sang bundanya yang sedang menata piring di meja makan.
"Loh anak bunda kenapa sayang kok seneng banget sih?" tanya Neisha ikut senang melihat wajah sumringah sang anak.
"Tadikan alcha ke playglon di bawah, bunda tahu gak ci kalau di cana itu bagus banget dan banyak pelmainannya," ucap Arsha memberitahukan semuanya.
Sekilas Neisha melihat Elard yang terus melihat interaksi mereka berdua itu.
"Ya sudah kalau gitu sekarang Arsha bersih bersih setelah itu kita makan malam ya," ajak Neisha.
"Siap bunda." ucap bocah kecil itu dengan memberikan hormat tanda setuju kepada bundanya.
Namun Neisha langsung melihat ke arah Elard karena dia tidak tahu harus kemana dan bagaimana.
Elard yang tahu ke khawatiran sang istri pun langsung memberikan senyum lembutnya.
"Kamu ke kamar tadi saja, di sana aku sudah mengatur semuanya." ucap Elard.
Dengan ragu-ragu Neisha mengajak sang anak menuju ke kamar tersebut di ikuti oleh Elard juga.
"Bunda aku mau mandi baleng om Elad boleh?" tanya bocah kecil itu.
"Tapi om Elard udah mandi sayang," ucap Neisha memberikan pengertian kepada sang anak yang padahal dia sendiri juga tidak tahu apakah Elard sudah mandi atau belum.
Dia berbohong agar sang anak tidak masuk terlalu nyaman, agar nanti jika memang mereka sudah tidak dibutuhkan lagi maka sang anak tidak merasakan sakit yang teramat sama seperti dirinya dulu.
"Aku belum mandi kok, ayo sayang kita mandi bareng." ajak Elard yang langsung menggendong sang anak menuju ke kamar mandi.
Ini adalah kali pertama dia bisa mandi bersama sang anak dan merasakan bagaimana memandikan sang anaknya yang biasanya hanya dia lihat di beberapa video saja.
Sedangkan Neisha diam mematung, dia tidak menyangka bahwa Arsha akan sangat mudah bergaul dengan Elard, dia tambah bingung harus bagaimana, apakah dia harus menurunkan egonya untuk kebaikan sang anak tapi jujur dia masih trauma.
Otaknya terus saja berfikir membuat Neisha pusing sendiri dibuatnya, dia takut jika terus berada di samping Elard bisa saja pacar mantan suaminya itu akan marah besar ya walaupun Neisha belum tahu apakah Elard sudah punya pacar atau belum.
Tapi di lihat dari penampilan Elard tidak mungkin kalau Elard tidak memilikinya, begitulah tebakan Neisha.
"Sadar nei, ada atau tidak sekarang kak El pasti sudah tidak membutuhkan mu. Dia hanya baik padamu karena nyonya Sheila yang minta, iya pasti nyonya Sheila." tegas Neisha menyadarkan dirinya sendiri.
.
__ADS_1
.
TBC