
Pagi harinya saat Neisha bangun namun dia tak melihat sang suami di sampingnya membuat Neisha sedikit kebingungan karena ini masih jam enam pagi.
Sang suami biasanya bangun jam setengah tujuh kalau enggak gitu jam tujuh tapi ini sang suami malah sudah tidak ada di kamar.
Neisha pun turun ke bawah siapa tahu sang suami sedang berada di bawah, di tempat gym atau di tempat kerja.
"Selamat pagi nyonya," sapa para maid.
"Pagi, oh ya bi Iyem tau kak El gak?" tanya Neisha.
"Apakah tuan tidak memberitahu nyonya kalau hari ini tuan berangkat ke negara Z untuk bisnis dan tadi jam lima tuan sudah berangkat." ucap bi Iyem membuat Neisha terkejut akan hal tersebut.
"Apa! Tapi kok kak El gak ngasih tahu aku sih," ucap Neisha bete sekali.
Bi Iyem hanya diam saja tidak ingin mengganggu suasana hati istri majikannya yang seperti nya kurang bersahabat pagi ini.
Sedangkan Neisha langsung menuju ke kamarnya, dengan kesal dia membanting pintu kamarnya hingga suara keras terdengar.
BRAKK
Bersamaan dengan itu Meri yang baru saja masuk ikut terkejut, dia langsung menghampiri bi Iyem untuk mencari tahu penyebabnya.
"Bi, itu tadi suara apa?" tanya Meri.
"Suara pintu di tutup," balas bi Iyem.
"Lah kenceng banget, siapa emangnya gak tau apa kalau nyonya masih di dalem!" ucap Meri.
"Ya nyonya sendiri yang nutup," balas bi Iyem.
"Lah kenapa emangnya, ada masalah sama nyonya?"
"Tadi kayaknya tuan Elard pergi gak pamit dulu ke nyonya terus nyonya tadi bangun langsung nyariin ya bibi bilang aja kalau tuan sedang perjalanan bisnis ke negara Z eh nyonya marah." jawab bi Iyem.
"Oh ya udah nanti aku kasih tahu tuan Elard aja lebih baik bibi siap siap aja nanti nyonya turun buat sarapan soalnya."
"Iya mer." balas bi Iyem.
🥕🥕🥕
Sedangkan Elard sekarang dia sudah berada di jet pribadinya menuju ke negara Z di temani oleh Jimi pastinya.
Dia mendadak harus segera berangkat pagi karena ada meeting dengan para manajer di sana pukul sepuluh siang waktu sana.
__ADS_1
Perbedaan waktu yang tidak lama sekitar dua jam, membuat perjalanan ke sana juga cukup singkat sekitar lima jam an sehingga lebih baik berangkat pagi pikir Elard.
Elard berangkat jam lima pagi waktu sana sedangkan di negara Z masih jam tiga pagi.
Karena pergi secara mendadak di pagi hari Elard pun tidak pamit kepada sang istri, dia sudah bisa menebak pasti sang istri akan mencari keberadaannya namun Elard tidak perduli akan hal tersebut.
Baginya buang buang waktu saja memberitahu Neisha tentang kepergiannya kali ini.
Elard di negara Z akan tinggal sekitar satu sampai dua minggu, tergantung dari cepat atau lambatnya proses pabriknya yang akan segera di buka itu.
.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya menjadi pakaian santai Neisha pun memilih untuk turun ke bawah untuk sarapan.
Dia duduk sendirian di meja makan dengan sarapan yang sudah siap, dia tadi meminta untuk di buatkan nasi goreng saja dengan telur orak-arik.
"Sumpah sepi banget sih rasanya, nasib istri tak di anggap ya gini ke keluar negeri aja gak ngasih tau." tutur Neisha dengan menyuapi nasi tersebut ke mulutnya.
Setelah sarapan dia memilih untuk pergi menghibur dirinya saja, dia memilih untuk ke mall dengan Meri karena dari tadi Meri terus mengatakan akan ikut.
"Nyonya, apakah tuan sudah tahu kalau nyonya akan ke mall?" tanya Meri.
"Gak perlu tahu! Orang dia ke negara Z aja gak ngasih tahu." ucap Neisha, entah keberanian dari mana dia malah mengatakan hal tersebut.
Sampai di mall Neisha menuju ke salah satu tempat buku-buku dia ingin sekali membaca buku untuk menenangkan pikirannya, namun baru beberapa saat Meri sudah menghampiri nya saja.
"Apa! Kita baru saja tiba mer. Enggak, aku mau di sini aja! Kalau kamu mau pulang ya pulang aja dulu," ucap Neisha keras kepala.
"Nyonya tolong saya, kalau nyonya tidak pulang bersama maka saya tidak tahu nasib saya bagaimana nantinya." ucap Meri.
Neisha yang mendengar hal itu pun juga mulai kasihan, jangankan Meri orang Neisha saja juga di sakiti, akhirnya mau tidak mau mereka kembali ke mansion.
Kalau kalian tanya Elard tahu dari mana, maka jawabannya adalah dia tahu dari Meri yang memberitahunya dan juga cctv yang dia pasang di area mansion.
"Apa aku telepon mikaila aja ya buat temenin aku," gumam Neisha merasa bosan di ruang tamu.
Dia langsung menghubungi mikaila dan untungnya saja mikaila setuju dan mau ke mansion nya.
.
"Spadaaaaaa!" pekik mikaila yang masuk ke dalam.
"Gak usah teriak teriak aku gak budek." ucap Neisha.
__ADS_1
"Hehe siapa tahu ya kan."
"Kak El ke negara Z berapa hari?" tanya mikaila duduk di samping Neisha.
Neisha hanya mengangkat bahunya pertanda dia juga tidak tahu.
"Hah masa kamu gak tahu sih orang situ istrinya," sindir mikaila.
"Mau tahu gimana coba orang kak El ke negara Z aja gak bilang atau bahkan pamitan ke aku," sahut Neisha dengan wajah sedihnya.
"Udah jangan sedih kan ada aku, lebih baik kita fokus ke ujian kita. Kamu sama aku sama kan harinya minggu depan ujiannya?"
"Iya."
"Kita fokus ke ujian terus wisuda setelah itu kita cari kerja deh, eh tapi kamu kan punya suami kaya jadi gak kerja juga gak papa sih." ucap mikaila.
"Apaan sih, seharusnya aku yang ngomong gitu ke kamu orang keluarga kamu kaya gak kerja juga bisa kali kamu mik." ucap Neisha bercanda.
Neisha pun mulai melupakan kekesalannya karena di tinggal ke luar negeri tanpa berpamitan.
🥕🥕🥕
Sudah satu Minggu lebih Elard sibuk dengan pekerjaan nya di negara Z, bahkan dia tidak sempat untuk kasih kabar ke sana mommy apa lagi sang istri.
Dia hanya fokus dengan bekerja, dia juga tetap mengkontrol klan elang yang sedang di ambil alih oleh daddy Brian karena dia masih berada di negara Z.
Beberapa kali sang istri menelepon nya namun Elard tidak pernah mengangkatnya karena baginya tidak penting, sebenarnya Elard sangat merindukan bercinta dengan sang istri namun kesibukan membuat dia tidak bisa langsung pulang mungkin beberapa hari lagi baru bisa pulang.
Di sisi lain Neisha sangat mengkhawatirkannya sang suami, Elard tidak pernah mengangkat teleponnya namun saat mommy Sheila meneleponnya dia selalu mengangkatnya.
Ada rasa sakit di hati, bahkan Neisha merasa gagal menjadi seorang istri yang tak pernah di anggap oleh suaminya.
Dia sangat merindukan sang suami namun sang suami malah tidak pernah sekalipun tanya kabarnya.
Seperti kemarin, Neisha melaksanakan ujiannya dan sang suami tahu dari mommy Sheila namun tidak pernah sekalipun Elard menelepon hanya sekedar untuk mengucapkan selamat membuat hati Neisha sakit.
Sekarang dia berada di kamarnya, sudah dari pagi dia tak juga membuka pintu dan juga di kunci olehnya, untuk sarapan saja Neisha tidak nafsu, dia hanya terus menangis hingga sekarang matanya bengkak.
.
.
TBC
__ADS_1
Jangan lupa support terus cerita aku ini ya dengan favorit kan cerita ini, vote, like, dan juga hadiahnya di tunggu....
JANGAN LUPA JUGA LUPA UNTUK 🌟🌟🌟🌟🌟 NYA KARENA AKU BAKALAN SEMANGAT BANGET BUAT NULIS NANTINYA