Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 77_Konferensi Pers & Ending (END)


__ADS_3

"Maafkan aku," ucap Neisha kemudian memeluk erat tubuh gagah dan tegap sang suami.


🥕🥕🥕


Elard yang mendengar ucapan sang istri pun merasa sangat senang karena sang istri sudah tidak marah lagi dengannya seperti beberapa hari lalu.


"Shuuttt, kamu gak salah apapun karena di sini aku lah yang salah, karena sudah menyembunyikan sebuah kebenaran yang tidak kamu ketahui." ucap Elard.


"Apakah kamu sudah mau menerima pekerjaan gelap ku sayang?" tanya Elard dengan ragu karena dia ingin sang istri menerima karena juga dia disuruh untuk pensiun dari dunia gelap ini tidak akan bisa.


Dengan ragu Neisha menganggukkan kepalanya membuat bibir Elard langsung melengkung ke atas saking senangnya.


Dia pun langsung mencium bibir sang istri yang sudah sangat candu baginya, bibir yang cukup lama tak ia rasakan dan saat dia merasakan lagi sekarang ini ternyata tambah bikin candu saja.


Elard melepaskan cumbuannya karena melihat sang istri yang sudah kehabisan nafas.


"Kamu mau bikin aku mati ya," protes Neisha.


"Manis sih," ucap Elard.


Kemudian dengan tanpa ba-bi-bu dia mendudukkan Neisha di kitchen set dan mencumbunya dengan menuntut bahkan Neisha hampir kewalahan untuk mengimbanginya.


"Aaaaaaaa!!!" pekik seseorang di tengah aksi Elard dan Neisha, hal itu membuat mereka menghentikan aksinya dan melihat siapa yang sudah mengganggu nya.


"Mikaila," sahut Elard dan Neisha berbarengan.


Elard tampak Baisa saja namun Neisha sangat malu hingga menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang suami.


"Kalian ya kalau mau kangen-kangenan mesra-mesraan itu di kamar jangan di sini, mau pamer! Mentang mentang aku belum punya pasangan tapi jangan gitu dong!" protes mikaila yang padahal niat awalnya ingin mengambil susu yang di buat oleh Neisha yang tak kunjung jadi.


Tanpa memperdulikan sang adik, Elard langsung menggendong sang istri ala bridal style menuju ke kamarnya dan melewati ruang keluarga sehingga tindakan Elard di lihat semua orang, Neisha hanya menyembunyikan wajahnya di dada sang suami dan Elard terlihat masa bodoh.


"Kak, aku mau perempuan ya!" pekik mikaila saat tiba di ruang keluarga.


"Bunda kenapa ante?" tanya Arsha melihat bundanya di gendong.


"Bundanya lemes sayang sakit, bentar lagi tuh di gempur saja papa kamu sakit nikmat lah pokoknya," ucap mikaila tanpa filter.


"Mikaila!" sahut mommy Sheila dan daddy Brian memperingati sang anak bisa-bisa berkata seperti itu kepada bocah kecil yang tak tahu apa-apa ini.


"Hehe, kelepasan." ucap mikaila dengan cengengesan.


.


Di kamar atas dengan gairah yang membuncah Elard terus saja melancarkan aksinya untuk menggempur sang istri, bahkan berapa kali pelepasan mereka sendiri tak tahu, mereka hanya menyalurkan rasa yang selama ini di rindukan.


"Makasih sayang," ucap Elard setelah pelepasan terakhir nya dan terkapar di samping sang istri.


Sedangkan Neisha sudah berada di alam mimpi karena sangat capek dengan gempuran sang suami.


Waktu makan malam Elard memilih mengambilkan makanan untuk sang istri agar di makan di kamarnya saja karena dia merasa kasihan dengan sang istri akibat ulah nya.


Bahkan malam hari pun Elard terus saja menggempur sang istri tidak memberi jeda untuk beristirahat barang sedetikpun.


🥕🥕🥕


Pagi harinya sinar surya mulai menampakkan sinarnya menyinari sepasang suami istri yang masih dalam indahnya mimpi atas buaian satu sama lain.


Neisha bangun terlebih dahulu dan melihat wajah tampan sang suami, dengan rahang tegas dan juga jakun yang menonjol membuat pipinya memerah karena mengingat pergulatan panas mereka berdua.

__ADS_1


"Sudah puas melihat wajah tampan suamimu ini?" tanya Elard dengan mata yang masih tertutup rapat.


Neisha gelagapan di buatnya hingga dia harus menghindar dari mata sang suami yang tiba-tiba saja terbuka.


"Mau kemana?" tanya Elard melihat sang istri mengambil kimono nya dan berjalan menjauh dari ranjang.


"Mau mandi." tegas Neisha tanpa menoleh ke arah Elard.


"Bareng yukkk!" seru Elard semangat sekali.


"Enggak! Tetap di situ atau gak dapet jatah lagi," ucap Neisha berhasil membuat Elard mati kutu.


"Iya iya, gak asik ih ngancem nya." sahut Elard dengan cemberut.


.


Setelah selesai bersih-bersih mereka berdua pun turun ke bawah, di mana semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan.


"Cieee kayak pengantin baru aja nih," goda mikaila saat melihat Neisha dan kakaknya menuju ke meja makan dengan bergandengan tangan.


"Mikaila jangan ganggu kakak ipar kamu," ucap mommy Sheila.


"Hehe iya mommy ku yang cantik," sahut mikaila.


"Pagi semua." sapa Neisha dan Elard.


"Pagi." balas semua orang juga.


Mereka semua pun sarapan dengan tenang, Neisha dengan menyuapi sang anak karena jika tidak maka sang anak akan angkat lama sekali untuk makan.


"Elard, hari ini kamu jadi untuk konferensi pers?" tanya daddy Brian saat mereka semua sudah selesai sarapan namun masih berada di meja makan.


"Konferensi pers apa?" tanya Neisha entah mendapat keberanian dari mana.


"Sayang, hari ini aku akan mengumumkan kamu sebagai istri ku. Aku tidak ingin menyembunyikan pernikahan kita lagi, aku ini mengeklaim bahwa kamu selama nya adalah milikku." ucap Elard membuat Neisha membelalakkan matanya tak percaya.


Dia tak percaya bahwa hari ini pun terjadi, di mana seluruh dunia akan tahu dan menganggapnya. Keinginan yang dari dulu Neisha harapkan.


"Kenapa sayang?" tanya Elard khawatir melihat sang istri yang berkaca-kaca.


"Aku gak papa kok," balas Neisha.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik sekarang kita semua segera ke Ard company karena konferensi pers akan segera di lakukan." tegas daddy Brian.


Dalam konferensi pers ini juga semua anggota keluarga Ardolph akan di tampilkan yaitu mikaila pun akan segera di perkenalkan.


.


Saat mereka sudah sampai di perusahaan, semua orang menunduk hormat kepada keluarga nomor satu di perusahaan ini.


"Kamu jangan gugup ya, ingat ada aku." ucap Elard memegang tangan sang istri.


Di aula sudah banyak wartawan yang hadir dan Jimi sedang berbicara hingga tiba-tiba terdengar suara untuk mempersilahkan keluarga Ardolph masuk dan naik ke atas panggung.


Layar flash semakin banyak menyorot apa lagi saat Elard masuk dengan menggendong Arsha dan tangan satunya lagi menggenggam tangan Neisha.


"Maaf sebelum nya karena kami membuat konferensi pers yang sangat mendadak," ucap daddy Brian membuka kata.


"Kami keluarga Ardolph mengadakan konferensi pers untuk memberitahukan sesuatu yang seharusnya sudah dari dulu kami beritahukan," jeda daddy Brian.

__ADS_1


"Saya ingin memberitahukan bahwa wanita di samping saya ini adalah putri kecil saya, adik dari Elard anak saya namanya adalah Mikaila yesica Ardolph." ucap daddy Brian memperkenalkan mikaila di khalayak ramai.


*Kalau kalian mempertanyakan keberadaan Oma salma maka author akan katakan bahwa Oma salma sudah meninggal satu tahun yang lalu dan sekarang sudah di makamkan di satu liang lahat dengan sang suami.


*Jadi kalau ada yang tanya keberadaan Oma salma kalian sudah tidak bingung lagi ya.


Semua wartawan pun memotret mikaila dengan cepat karena bisa menerima berita menghebohkan.


"Setelah ini Elard akan melanjutkan," ucap daddy Brian.


Elard pun melanjutkan ucapan sang daddy dan akan memperkenalkan untuk pertama kali nya tentang statusnya.


"Di sini saya Elard Frey Ardolph ingin memberitahu kan bahwa wanita di samping saya ini adalah istri saya dan yang ada di gendongan saya ini adalah anak kandung saya," ucap Elard dengan tegas membuat semakin banyak kilatan lampu menyorot mereka.


bahkan dalam waktu singkat saja semua tranding sudah di kuasai oleh keluarga Ardolph.


Setelah konferensi pers mereka kembali ke mansion dengan senangnya, bahkan ini lebih lega setelah memberitahu kan semuanya kepada media.


"Sayang," panggil Elard saat mereka sudah berada di dalam kamar nya berdua saja.


"Iya,"


"Makasih ya karena sudah mau menerima aku, menerima semua kekuranganku dan maafkan aku atas perbuatan ku di masa lampau yang pernah menyakiti hati kamu," ucap Elard mengutarakan isi hatinya.


"Iya, aku juga minta maaf karena sudah memisahkan kamu dan anak kamu, aku juga terima kasih karena kamu mau memperjuangkan aku hingga kita akhirnya bersama lagi." tukas Neisha.


Elard pun memeluk sang istri dan di balas oleh Neisha tak kalah eratnya.


"Oh ya temen kamu Dini itu aku sudah memberikan dia pekerjaan bagus di Ard company jadi mulai besok dia sudah mulai bekerja," ucap Elard dengan masih memeluk sang istri.


Neisha yang mendengar hal itu pun di buat terkejut dan langsung melepaskan pelukan sang suami dan melihat ke arah Elard dengan tajam.


"Jadi dini udah berada di ibu kota?" tanya Neisha dan di angguki oleh Elard.


"Waahhhh, makasih sayang aku cinta banget sama kamu, makasih suami mafia ku." tegas Neisha dengan senangnya dan memeluk kembali sang suami.


Elard merasa beruntung sekali bis mendapatkan sang istri dan berjanji akan terus menjaganya hingga maut memisahkan.


Bagi Neisha ternyata takdirnya adalah menikahi seorang mafia kejam namun dia di jadikan ratu di sana.


Ini adalah ending terbaik yang tuhan berikan kepadanya, meski dalam perjalanannya banyak sekali kesulitan yang harus dia lalui.


.


.


...TAMAT...


YEEEEEEYYYYY🥳🥳🥳🎉🎉🎉


YEY AKHIRNYA SEKUEL DARI MENIKAHI MAFIA SELESAI JUGA NIH!!!!


BAGAIMANA KESAN DAN PESANNYA NIH READERS SETELAH MEMBACA CERITA HALUAN KU KALI INI, SEMUA TETEP SENENG YA SAMA CERITANYA.


JANGAN LUPA FOLLOW AKUN NOVELTOON AUTHOR BIAR KALAU AUTHOR NGELUARIN CERITA BARU KALIAN BISA LANGSUNG MENJADI PEMBACA PERTAMA KU YA!


UDAH SEGITU AJA SEMOGA SUKA DENGAN CERITA INI MAAF KALAU BEBERAPA WAKTU JARANG UPLOAD TAPI UNTUNGNYA CERITANYA SELESAI JUGA YEYY!!!!


SALAM HANGAT DARI AUTHOR @LALA_SYALALA

__ADS_1


BYE BYE BYE SEE YOU NEXT STORY🤗🤗


__ADS_2