
"Elard, jelaskan semuanya?!" tegas mommy Sheila dengan wajah sudah merah karena marah.
"Elard juga gak tahu mom," balas Elard karena dia juga tidak tahu kenapa sang istri tiba-tiba saja pergi.
"Bagaimana kamu enggak tahu itu kan istri kamu El!" ucap mommy Sheila merasa jengkel dengan jawaban sang anak.
🥕🥕🥕
"Ya Elard memang gak tahu mom," ucap Elard.
"Apakah kamu berbuat kasar lagi dengan istrimu?" tanya daddy Brian setelah lama diam.
Elard mendapat pertanyaan itu pun hanya diam tak menjawab membuat daddy Brian murka dengan sang anak.
BUG
Pukulan keras daddy Brian ke wajah tampan sang anak, darah segar keluar dari sudut bibirnya. Elard menyeka sudut bibirnya.
"Sayang!" ucap mommy Sheila kaget saat sang suami tiba-tiba memukul sang anak.
"Dasar kau, daddy sudah bilang sayangi istrimu! Dia adalah wanita baik baik, daddy sama mommy sudah memilih Neisha karena kita berdua percaya kalau Neisha bisa mencintai kamu dan bisa merubah mu menjadi lebih baik El!" bentak daddy Brian.
"Mencintai? Daddy jangan kejauhan, dia hanya ingin harta keluarga kita dan juga dia hanya memanfaatkan aku saja." ucap Elard tak kalah tegasnya dan juga wajah dingin dan cuek membuat aura kejam nya keluar sama seperti daddy nya sekarang ini.
"Apa maksud kamu?" tanya daddy Brian sambil mengerenyitkan dahinya.
"Dia hanyalah memanfaatkan aku dad, dia hanyalah cewek murahan dan juga ja*ang tidak tahu diri." ucap Elard sarkas sekali.
Mommy Sheila yang awalnya kasihan dengan sang anak namun tiba-tiba berubah dengan ucapan Elard tadi seperti menyudutkan sang menantu, bahkan sang anak menghina sang menantu membuat mommy Sheila tidak terima dengan ucapan sang anak tadi.
Dengan marah mommy Sheila menuju ke sang anak dan langsung menampar Elard dengan cukup kencang.
PLAK
"Mom... my," lirih Elard terkejut saat mommy nya yang tidak pernah memukulnya tiba-tiba saja menamparnya itu.
Bahkan daddy Brian dan mikaila yang memang dari tadi berada di sana pun ikut terkejut dengan tindakan mommy Sheila namun juga begitu tidak menghentikan nya.
__ADS_1
"Mommy kecewa dengan ucapan kamu tadi El, asal kamu tahu Neisha tidak pernah bersalah dalam hal ini." tegas mommy Sheila dengan air mata yang sudah keluar deras.
"Mommy merasa gagal mendidik kamu, Neisha adalah anak yang baik dan penurut bahkan dalam hal ini semua mommy yang salah," lanjut mommy Sheila.
"Seharusnya mommy tidak merencanakan pernikahan ini, mommy merasa bersalah kepada Neisha." ucap mommy Sheila.
"Begitu malangnya masih kamu sayang," ucap mommy dengan tangisan.
Daddy Brian yang melihat tangis deras sang istri pun merasa kasihan dan langsung membawanya kedalam pelukan nya dan menenangkan sang istri.
"Apa maksud mommy?" tanya Elard dengan mengerenyitkan dahinya saat sang mommy mengatakan hal tersebut.
"Sebenarnya mommy yang merencanakan agar kamu menikah dengan Neisha karena mommy percaya bahwa kamu bakalan ngelindungi dia dari para musuh keluarga Ardolph, kamu tahu sendiri bukan bahwa orang tua Neisha kecelakaan dan menjadi korban nya karena para musuh keluarga Ardolph," ucap mommy Sheila.
"Jadi maksud mommy?!" tanya Elard masih belum paham.
"Iya mommy yang memasukkan obat tidur ke minuman kalian berdua, awalnya Neisha menolak untuk menikah karena belum ada rasa cinta dan menurutnya dia tidak pantas bersanding denganmu namun mommy yang memaksanya!" lirih mommy Sheila.
Akhirnya kebenaran pun terungkap, mommy Sheila menjelaskan semua yang sudah beliau rencanakan selama ini kepada anak dan menantunya.
Elard yang mendengar hal itu seperti tertancap duri tajam, rasanya dia langsung memflashback kembali perlakuan nya kepada sang istri.
"Iya, dia tidak tahu apa-apa El. Mommy mohon cari menantu mommy sampai ketemu, mommy gak bisa bayangin gimana keadaannya sekarang," ucap mommy Sheila dengan air mata yang terus keluar.
"Sudah sayang, lebih baik sekarang kita pulang ya," ajak daddy Brian.
"Dan kau El, daddy harap kamu segera membawa menantuku kembali atau kau mau melihat mommy mu seperti ini terus," ucap daddy Brian lebih tepatnya ancaman dan perintah.
Setelah itu daddy Brian pun mengajak istri dan anaknya kembali ke mansion utama dan memerintahkan Elard dan anak buahnya mencari keberadaan Neisha.
Setelah orang tuanya kembali pulang dan menyisakan dirinya sendiri, Elard sekarang berada di kamarnya.
Dia merasa frustasi dengan sebuah kebenaran yang baru saja terungkap, di mana dia telah salah menuduh sang istri selama ini.
"Akkkkkk!" pekiknya.
🥕🥕🥕
__ADS_1
Di sisi lain Neisha sekarang sudah berada di terminal setelah menaiki pesawat dua kali, capek jangan tanya lagi namun dia merasa lebih baik berada dari pada di keramaian ibu kota.
Dia menemukan tempat tinggal karena Dini, Dini pindah ke sebuah desa yang cukup asri karena di sana dia menemukan sebuah pekerjaan yang cukup bagus dan juga di sana dia ingin hidup damai untuk beberapa saat tanpa ada bisingnya ibu kota.
Hari di mana Neisha wisuda setelahnya Dini mengirimkan chat kepadanya bahwa dia pamit karena akan tinggal di desa dan bekerja di sana.
Neisha mengirimkan ucapan selamat tinggal, namun saat dia tahu tentang kehamilannya dia teringat akan Dini yang pergi ke luar kota dia pun berinisiatif untuk mengirim pesan untuk ikut tinggal bersama dan Dini menyetujui nya untuk Neisha ikut biar ada teman.
Dini sudah berada di desa itu sekitar tiga harian, dia menjemput Neisha di terminal bis yang memang Neisha naiki setelah dari bandara ke dua tadi.
"Nei." pekik Dini saat melihat Neisha keluar dari bis.
"Din," balas Neisha akhirnya bertemu dengan temannya itu.
"Aku seneng kamu ikut, yuk kita pulang." ajak Dini.
Mereka menyusuri jalanan asri hingga tiba saat mereka memasuki sebuah desa yang indah tepatnya bukan sebuah desa kecil juga tapi seperti daerah pinggiran kota yang masih asri.
"Wah bagus banget ya Din daerah ini," ucap Neisha merasa senang bisa menghirup udara segar.
"Iya nei, makanya aku beberapa hari aja udah seneng di sini." ucap Dini saat mereka sudah berada di sebuah rumah sederhana.
Mereka turun dari motor matic yang di kendarai Dini dan masuk ke dalam, Dini menjelaskan semuanya kepada Neisha tentang rumah kecilnya yang dia kontrak.
"Masuk nei, maaf ya kecil." ucap Dini.
"Enggak Din, aku malah yang minta maaf karena menyusahkan kamu," ucap Neisha merasa tidak enak.
"Udah gak usah di bahas, mending sekarang kamu istirahat pasti kamu capek kan?" sahut Dini.
Neisha pun masuk ke dalam kamarnya yang sudah Dini siapkan, dia merasa beruntung memiliki teman seperti Dini yang sudah mau menampungnya di saat dia kesusahan.
"Sayang, mulai sekarang kita tinggal di sini bersama aunty Dini ya." lirih Neisha mengelus perutnya.
Dia berencana untuk memberitahu kan tentang kehamilannya kepada Dini nanti setelah dia beristirahat karena memang jujur dia sendiri juga saat capek setelah menempuh perjalanan panjang.
.
__ADS_1
.
TBC