
"Iya, aku harus pergi dari sini. Jika aku di sini kak El akan tahu dengan perutku nantinya yang akan tambah membesar, dia akan menyuruhku untuk menggugurkan nya dan aku tidak mau hal itu terjadi karena anak ini tak bersalah sama sekali." ucap Neisha yakin dengan keputusannya.
"Tapi bagiamana caranya aku pergi? Di sini banyak sekali pengawal dan setiap aku akan pergi aku pasti akan di temani oleh Meri," sahut Neisha mulai lemas lagi karena dia tidak tahu bagaimana cari pergi dari sini.
🥕🥕🥕
Dia memikirkan cara bagaimana untuk kabur dari sini, dia tidak punya orang yang bisa membantunya.
Mau minta tolong keluarga Ardolph lainnya maka sama saja dia mengumumkan tentang kehamilannya.
"Lebih baik nanti malam aku pergi dari sini," lirih Neisha penuh dengan keyakinan.
Dia memilih malam hari karena saat malam hari semua orang pada tidur dan hanya ada beberapa penjaga saja, Neisha tinggal mengatur rencana bagaimana cara dia pergi dari mansion itu.
Sore harinya Elard memilih untuk ke markas terlebih dahulu karena Nelson tadi memberitahukan bahwa ada pengkhianat yang memberitahukan informasi klan elang kepada salah satu musuh klan elang.
Elard tidak akan pernah memaafkan orang yang seperti itu karena baginya dia sangat membenci seorang mengkhianati bahkan lebih dari seorang pembunuhan.
"Di mana dia?" tanya Elard dengan nada marahnya.
"Ada di ruang bawah tanah tuan." balas Nelson.
Elard tidak ingin berlama lama dan ingin segera menghabisi nyawa orang tidak tahu diri itu.
"Bagaimana dengan keluarganya?" tanya Elard saat sudah sampai di depan orang tersebut.
"Dia sebatang kara tuan tidak memiliki keluarga sama sekali, istri dan anaknya sudah meninggal karena sebuah kecelakaan." ucap Nelson.
"Malang sekali nasib mu, sudah tidak punya keluarga sekarang malah akan segera mati. Tapi bukankah itu bagus karena kau bisa segera menemui anak dan istrimu," ucap Elard dengan seringai menakutkan di sudut bibirnya.
"Tuan, maafkan saya. Saya melakukan itu karena terpaksa tuan," ucap pria tersebut namun sayangnya Elard tahu bahwa pria bodoh itu sedang bersandiwara agar dia tidak di bunuh.
Tetapi Elard tetap lah Elard yang tidak akan pernah menarik kata-kata nya dan tidak akan pernah mengampuni siapapun yang sudah berani benari berurusan dengannya.
"Ck, kau pikir aku bodoh. Bahkan dari cara mu bicara saja aku sudah sangat muak," ucap Elard.
"Nelson, bawakan samurai ku. Aku seperti nya ingin sekali mencoba samurai yang di kasih uncle Eric itu," ucap Elard.
"Jangan.... jangan tuan saya mohon!" ucap pria tersebut karena dia tahu bahwa samurai itu di lapisi oleh racun mematikan.
Racun yang membuat korban nya tidak langsung meninggal tetapi merasakan sakit yang begitu hebat terlebih dahulu hingga waktu ajal menjemput mereka masih merasakan sakit yang amat pedih bahkan Elard sangat jarang menggunakan senjata itu.
"Aku tidak minta pendapatmu jadi diam lah, nikmati saja belaian lembut samuraiku ini." ucap Elard.
SREK
__ADS_1
Satu hungusan samurai mengenai perut pria malah tersebut, Elard melihat pria itu kesakitan malah membuatnya merasa senang, dasar psikopat memang.
"Awww, tuan sakit! Tolong!" ujar pria itu merasa badannya sakit semua.
Racun tersebut mulai menyebar ke seluruh tubuhnya hingga busa mulai keluar dari mulutnya dengan darah yang masih terus keluar di perut pria tersebut.
Jika orang biasa melihat ini maka mereka akan ketakutan dan pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak berani melawan Elard.
🥕🥕🥕
Di sisi lain, waktu menunjukkan pukul sebelas malam dan Neisha masih terjaga dengan tas kecil membawa beberapa uang dan pakaian seperlunya.
Dia mengamati situasi dan melihat semua tampak kondusif, Neisha dengan hati hati keluar dari mansion, sesekali jika ada penjaga dia akan bersembunyi.
Hingga dia melewati tembok belakang yang memang sudah dia pikirkan dari tadi saat dia mulai merencanakan untuk pergi dari mansion.
BUG
Neisha akhirnya bisa keluar dari mansion tersebut dengan susah payah, dengan memanjat tembok besar yang menjulang.
"Akhirnya, aku harus segera pergi kalau tidak nanti kak El bisa tahu kalau aku gak ada." ucap Neisha kemudian menyusuri jalanan hutan karena memang di belakang mansion adalah jalanan area hutan.
Hingga dua jam berjalan di area hutan dia pun menemukan sebuah jalan raya yang cukup sepi.
TIT TITTTTTT
Klakson sebuah mobil saat Neisha akan menyebrang jalan untuk mencari tumpangan, hal tersebut membuat Neisha kaget dan langsung melindungi perutnya dengan tangannya.
"Aaaaaaa!" pekiknya.
Untung saja pengendara mobil tersebut tidak sampai menabrak Neisha dan berhenti tepat di dekat Neisha.
Sang pengendara pun langsung keluar dan menampakkan seorang pria yang pasti Neisha tidak akan pernah sangka.
"Neisha," panggil pria tersebut membuat Neisha pun langsung melihat ke arah pria itu balik.
"Da... Danu," lirih Neisha sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran nya.
Brug
Untung saja Danu cepat tanggap langsung menopang tubuh Neisha sebelum benar-benar jatuh ke aspal jalanan.
Dia langsung membawa Neisha menuju ke rumah sakit untuk mengecek kondisi teman kampusnya itu karena dari wajahnya terlihat sangat pucat sekali.
Sampai di rumah sakit Neisha langsung dilarikan ke IGD untuk penanganan pertama, tak lama dokter yang memeriksa Neisha pun keluar.
__ADS_1
"Dok bagaimana keadaannya?" tanya Danu khawatir.
"Bapak tenang saja kondisi pasien dan janinnya sehat dan tidak ada kendala apapun, kami sudah memberikan suntikan vitamin dan setelah infus habis pasien sudah boleh pulang." ucap dokter perempuan itu.
"Mak... maksudnya?" tanya Danu yang merasa bingung dengan ucapan dokter tersebut.
"Ja...janin?"
"Iya, pasien sedang mengandung dan usianya sudah jalan dua minggu." ucap dokter tersebut.
"Kalau tidak ada yang di tanyakan lagi saya pamit," pamit dokter tersebut kemudian meninggalkan Danu yang sedang mematung di tempat itu.
Rasanya dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, wanita yang selama ini dia idam idam kan ternyata sekarang sedang hamil dan Danu bahkan tak tahu kapan wanita yang dia cintai itu menikah.
Setengah jam baru lah Neisha bangun dan dia langsung melihat Danu yang sedang tertidur di sofa kamar pasiennya.
"Danu," lirih Neisha.
Danu yang baru saja tertidur langsung bangun saat dia samar-samar mendengar suara.
"Neisha kamu sudah bangun?" tanya Danu menghampiri Neisha.
"Danu, terima kasih ya sudah menolongku." ucap Neisha sangat sangat berterima kasih.
"Nei," panggil Danu dia sudah sangat penasaran dan ingin segera tahu kebenarannya, dia tidak bisa untuk menunggu lagi.
"Iya, ada apa dan?"
"Apakah aku boleh bertanya?"
"Tanya apa?"
"Apakah kamu sudah menikah? Karena tadi dokter bilang kalau kamu sedang hamil dan usianya sudah menginjak dua minggu." tanya Danu membuat tubuh Neisha kembali menegang.
Lama tak ada jawaban Neisha pun akhirnya memberitahukan tentang rahasia bahwa dia sebenarnya sudah menikah karena fakta tentang kehamilan nya sudah diketahui oleh Danu.
"Iya dan, aku sudah menikah dan aku memang sedang hamil sekarang. Tapi aku mohon sama kamu ya dan jangan pernah kasih tahu siapapun tentang ini karena ku belum siap dan aku ingin menjaga privasi ku dan jika bertemu dengan mikaila tolong diam dan jangan berkata apapun tentang aku ya," ucap Neisha.
Danu pun mengerti dan mengiyakan permintaan dari Neisha ya walaupun dia merasa hatinya sangat sakit namun juga rasa penasaran, siapa sebenarnya suami dari Neisha dan kenapa malam malam seperti ini seorang ibu hamil keluar apakah sang suami tidak mencarinya namun Danu tahan untuk tak bertanya karena menjaga privasi.
.
.
TBC
__ADS_1