Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 45_Pergi Jauh


__ADS_3

Di sisi lain Elard yang baru saja tiba di mansion pukul tiga dini hari dan langsung menuju ke kamar nya, dia lama di markas karena baru saja ada pengepungan di daerah perbatasan namun untung saja semua anak buahnya selamat dan hanya mengalami luka luka saja.


Saat dia masuk ke dalam suasana gelap dan sepi karena biasanya sang istri tidur dalam kondisi lampu mati sama seperti dirinya dan hanya di terangi redup cahaya bulan dan Elard tidak terlalu memperhatikan kasurnya sehingga dia tidak tahu kalau sang istri tidak ada di sana.


Dan tanpa menghidupkan lampu Elard memilih untuk bersih bersih badannya terlebih dahulu karena dia tadi terkena percikan darah tawanannya yang dia bunuh secara sadis tadi.


Setelah di rasa sudah segar dia pun memilih untuk berbaring di samping sang istri tanpa tahu bahwa sang istri sudah tidak ada di sampingnya.


Mumpung hari ini adalah weekend jadi Elard bisa sedikit beristirahat karena dia sudah jarang sekali mengistirahatkan tubuhnya karena banyaknya pekerjaan yang terus datang.


Namun Elard malah merasa aneh karena tidak merasakan ada pergerakan dari sang istri bahkan deru nafas yang biasa dia dengar tidak terdengar kali ini.


Merasa ada yang tidak beres Elard langsung menyalakan lampu tidur dan melihat tidak ada nya sang istri di sampingnya, dia tadi tidak sadar bahwa sang istri tidak ada di sampingnya.


Dengan perasaan marah dia langsung keluar dan memanggil semua karyawannya dan juga anak buahnya yang berjaga malam ini.


Semua orang ketar ketir saat tuannya memanggil mereka, entah kesalahan apa hingga tuannya sangat marah sekali ini.


"Dimana Neisha?!" tanyanya dengan bentakan.


Semua orang diam tidak tahu harus menjawab apa karena mereka juga tidak tahu maksud dari tuannya itu.


"Maksud tuan?" tanya Jimi yang juga ada di sana.


"Dia pergi." tegas Elard sangat sangat marah.


"Akkkkkkk!" pekiknya sambil menjatuhkan semua yang barang yang berada di meja dekatnya hingga vas bunga jatuh kebawah pun menimbulkan suara akibat pecah.


Pyarrrrr


Semua karyawan yang berada di sana ketar ketir takut dengan sikap tuannya yang seperti ini, mereka semua mendoakan semoga kali ini nyawa mereka bisa terselamatkan.


"Jimi segera suruh semua anggotamu untuk mencari keberadaan istriku." perintah Elard.

__ADS_1


"Baik tuan." balas Jimi.


"Kalian semua cepat pergi dari pandanganku atau kalau tidak aku tidak akan menjamin kalian akan melihat matahari nanti!" bentak Elard.


Semua orang pergi dari sana meninggalkan dia sendirian, rasa kesal, marah, semuanya menjadi satu. Ingin sekali Elard membunuh wanita kurang ajar itu yang sudah berani beraninya pergi dari mansionnya.


"Jika kau ketemu maka akan ku pastikan akan ku bunuh kau sia*an! ****." sarkasnya.


🥕🥕🥕


Di sisi lain sekarang sudah jam empat pagi, Danu sudah kembali tidur sedangkan Neisha masih terjaga.


Dia sudah mengganti pakaiannya dengan pelan pelan agar Danu tidak tahu dan juga semua nya sudah dia bawa.


Dia keluar dengan hati-hati, untungnya saja Danu terlelap cukup dalam sehingga saat Neisha pergi dari rumah sakit dia sama sekali tidak tahu.


Neisha memesan ojek online menggunakan ponsel suster yang berjaga di sana dan menghantar nya ke terminal, dia akan menghilang dari kota ini, kota yang sudah memberikan banyak kenangan, baik kenangan baik dan juga kenangan buruk.


"Maaf yah, bu, nei harus pergi dari sini tanpa berpamitan dan Neisha tidak yakin apakah Neisha akan bisa kembali lagi atau tidak." lirih Neisha saat dia sudah berada di bis yang sudah berjalan ini dan mulai meninggalkan ibu kota.


Dia akan pergi jauh ke daerah di mana dia akan sangat sulit di temukan, dia tidak ingin bertemu lagi dengan semua orang pada masa lalunya, dia akan menata hidupnya kembali mulai dari awal bersama anaknya nanti.


"Aku akan melupakan masa lalu ku mulai sekarang dan hidup memulai hidup baru dengan anakku." tegasnya.


"Sayang, bunda akan terus memperjuangkan kamu ya." lirih Neisha.


Bis semakin jauh meninggalkan ibu kota dan sekarang berada di pelabuhan untuk menyebrang ke kota lain.


.


Pagi hari pun tiba, Danu bangun dari tidurnya dan tidak menemukan keberadaan Neisha di tempat tidurnya.


"Nei, nei kamu dimana?" panggil panggil Danu siapa tahu Neisha menjawabnya, namun sayang tidak ada jawaban sama sekali.

__ADS_1


Dia pun bertanya kepada suster yang berjaga siapa tahu mereka tahu, dan benar saja suster bilang kalau pasien sudah keluar tadi pagi pagi sekali.


"Nei, ada apa sama kamu? Kenapa kamu pergi nei?" ujar Danu masih belum mengerti jalan pikiran teman kampusnya itu.


Dengan perasaan sedih dia pun kembali ke rumahnya namun sebelum itu dia mencari telepon nya dan melihat ada notifikasi dari Neisha yang memang di atur oleh Neisha agar terkirim jam enam pagi sekarang ini.


{Danu, terima kasih sudah mau menolongku kemarin, kalau tidak ada kamu maka aku tidak tahu bagaimana nasibku sekarang. Kalau kamu membuka pesan ini berarti itu tandanya aku sudah pergi, aku mohon jangan cari aku atau yang lainnya karena aku ingin menenangkan diriku, banyak peristiwa yang sudah aku lalui. Aku ingin memulai hidup baruku, aku harap kamu mengerti maksudku aku mohon jangan ceritakan semuanya yang kamu ketahui tentang ku kepada siapapun karena aku ingin menjadi seorang Neisha yang baru mulai hari ini.


Maaf Danu kalau aku banyak bicara tapi jujur aku sudah menganggap kamu sebagai teman terbaik aku, aku tidak tahu apakah nanti kita akan bertemu lagi tapi jika tuhan berkehendak aku harap kamu akan terus menjadi teman ku.


Salam Neisha}


Danu membaca surat yang dikirim oleh Neisha melalui telepon pun merasa kehilangan dan sedih karena itu membuktikan bahwa dia di tolak secara mentah-mentah.


"Nei, aku akan berusaha untuk menghilangkan rasa suka ini kepadamu dan aku berjanji akan selalu menjadi teman terbaik mu. Doakan aku nei semoga aku bisa menjalani hari hari ku selanjutnya ini tanpa kehadiranmu." ucap Danu membalas pesan dari Neisha namun hanya di dalam hatinya saja.


Dia akan merelakan Neisha agar wanita yang dia cintai bahagia, karena baginya melihat Neisha bahagia sudah membuatnya senang dan selalu mendoakan semoga tidak terjadi apa-apa kepadanya.


🥕🥕🥕


Di sisi lain Elard belum juga bisa tidur dari tadi dini hari, rasanya dia khawatir entah mengapa padahal dari tadi dia ingin marah kepada sang istri.


Keluarga Ardolph lainnya juga baru saja mendapatkan kabar tentang perginya Neisha dari mansion.


Seperti sekarang ini mommy Sheila berjalan dari luar menuju ke arah pintu utama dengan terburu-buru karena dia ingin mendengar sendiri dari sang anak bagaimana bisa sang menantu pergi dari mansion.


"Elard, jelaskan semuanya?!" tegas mommy Sheila dengan wajah sudah merah karena marah.


"Elard juga gak tahu mom," balas Elard karena dia juga tidak tahu kenapa sang istri tiba-tiba saja pergi.


"Bagaimana kamu enggak tahu itu kan istri kamu El!" ucap mommy Sheila merasa jengkel dengan jawaban sang anak.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2