Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 73_Balas Dendam


__ADS_3

Di sisi lain di sebuah markas mafia yang sudah lama hancur karena ulah daddy Brian sedang menyusun rencana karena selama ini rencananya harus tertunda.


"Tuan, bagaimana kelanjutan untuk balas dendam kita?" tanya anak buahnya.


"Kita akan bergerak malam ini juga, aku sangat penasaran bagaimana wajah istri dan anak Elard itu." ucap ketua mereka.


"Bagaimana nanti kalau kita tertangkap tuan?" tanya anak buahnya itu.


"Kamu tenang saja, aku hanya ingin menyapa tapi aku tidak yakin apakah setelahnya aku masih bisa untuk bernafas atau tidak tapi setidaknya aku bisa menyapa istri Elard itu mafia terkenal kejam sekali.


"Baik, tuan. Akan kami siapkan semuanya," ucap anak buah tersebut.


Dia adalah Jery, kalau kalian mengikuti cerita ini pasti ingat bukan siapa Jery, anak dari ketua klan mafia rajawali yang sudah daddy Brian bantai dulu.


"Awas saja kau, akan ku pastikan istri mu akan mendapatkan imbalan setimpal atas perbuatan ayah mu kepada papa ku!" tegas Jery dengan mimik muka marahnya.


🥕🥕🥕


Malam harinya, mommy Sheila dan daddy Brian sudah kembali dan pergi meninggalkan apartemen.


Awalnya mommy Sheila ingin membawa sang cucu ikut ke mansion keluarga Ardolph namun langsung di tahan oleh Elard dan mengatakan bahwa besok mereka sudah kembali jadi lebih baik Arsha tetep bersama dirinya.


Akhirnya mommy Sheila pun mengiyakan saja karena kalau anaknya sudah kekeh ingin itu maka tidak bisa di ganggu gugat sudah.


"Sayang, Arsha sudah tidur?" tanya Elard saat dia baru saja masuk ke dalam kamar.


"Udah," balas Neisha.


"Ya udah sekarang kita tidur aja yuk." ajak Elard.


Kemudian mereka pun berbaring di kasur dengan Elard memeluk sang istri merasakan hangat dan lembutnya pelukan sang istri yang membuatnya candu sekali.


"Aduh, jangan pegang pegang ihh!" protes Neisha karena tangan Elard yang sangat nakal dengan meremas dada Neisha.


"Hehe, iya maaf ya sayang." ucap Elard kemudian memeluk tubuh sang istri untuk segera terlelap ke dunia mimpi nya.


Dini hari pukul satu malam Neisha terbangun dari tidurnya dan merasa sangat haus sekali, namun melihat gelas di sampingnya yang lupa tak dia isi air pun membuat Neisha mau tak mau harus bangun dan menuju ke dapur untuk mengambilnya.


Dengan hati-hati Neisha melepaskan pelukan sang suami, namun tidak bisa karena Elard merasa terusik hingga terbangun dari tidurnya.


"Mau kemana?" tanya Elard saat Neisha sudah akan beranjak dari tempat tidur.

__ADS_1


"Aku mau ke dapur ambil air kak, haus soalnya. Udah kamu tidur aja aku bentar aja kok," ucap Neisha.


Setelah itu dia pun menuju ke bawah dengan membawa gelas nya, sedangkan Elard kembali tidur.


Saat sampai di dapur segera Neisha mengambil air dan meminumnya segera setelah itu mengisi kembali untuk di bawa ke atas.


Baru akan menuju ke lantai atas tiba-tiba sebuah ledakan cukup besar hingga membuat kaca jendela apartemen Elard retak namun tidak sampai pecah.


BOOM BOOM


Dua kali ledakan cukup besar hingga Neisha sampai jatuh terbanting saking terkejutnya.


"Awwww," serunya saat dia merasakan sakit di daerah kakinya yang terbentur.


Namun dia langsung bangun karena mendengar sang anak yang sedang menangis kencang di dalam kamar.


Neisha menghiraukan rasa sakit di kakinya karena yang penting sekarang ada keselamatan sang anak.


Baru akan naik dia mendengar suara dobrakan pintu hingga pintu terbuka dan menampakkan beberapa orang berbadan besar, dia di seret hingga terbentur sofa ruang keluarga.


Tubuhnya rasanya lemas sekali karena ini malam hari dan dia belum cukup beristirahat namun dia malah di perlakukan kasar seperti ini.


"Diam jangan memberontak." tegas orang tersebut siapa lagi kalau bukan Jery dan anak buah nya saat Neisha terus saja memberontak.


Ternyata istri dari Elard sangat cantik, bahkan Jery saja sampai tergoda ingin mencicipinya.


Sedangkan di sisi lain, Elard yang masih terlelap pun terkejut dengan suara ledakan besar itu.


"****!" umpatnya dengan menekan bel untuk menyambungkan ke arah ruang kontrol namun tak kunjung terjawab.


"Siapa yang sudah berani beraninya mengganggu tidur ku!" tegas Elard tidak terima.


Namun di dalam emosinya dia segera menghampiri sang anak dan menenangkannya agar tidak menangis namun seketika dia teringat akan sang istri yang berada di dapur.


"F*ck!" ucapnya menggendong sang anak dan langsung menuju ke bawah, namun siapa sangka ternyata di bawah sudah ada seorang pria yang entah Elard tidak tahu siapa dengan membawa pistol di tangannya yang berada di kepala sang istri yang menjadi sandera.


"Siapa kau?!" tanya Elard marah melihat keadaan sang istri dengan kaki yang membiru karena sakit yang dia alami tadi akibat terbentur.


"Hahaha, kau mungkin tidak tahu siapa aku tapi aku tau siapa kau. Gara-gara orang tua mu itu papa ku harus meninggal dengan mengenaskan!" pekik Jery dengan marahnya, bahkan dia menekan pisau yang berada di leher Neisha membuat Neisha ketakutan begitu pun dengan Arsha yang ada di gendongan Elard.


"Bunda!" rengeknya ingin ke sang bunda.

__ADS_1


"Lepaskan istriku! aku tidak ada urusan dengan mu!" bentak Elard dengan kemarahan maksimal.


Dia marah karena sang istri yang sedang dalam keadaan bahaya dan juga marah terhadap anak buahnya yang membiarkan orang luar dan penjahat busuk masuk begitu saja di apartemen nya.


"Haha, kau ingin aku melepaskan istri cantik mu ini? Sayang kalau di lepaskan begitu saja, ada baiknya kalau aku ikut mencicipinya bukan." ucap Jery yang sudah hilang akal.


Mendengar hal itu membuat Elard naik darah, namun bertepatan itu anak buah Elard datang semua begitu pun dengan uncle Yoga, uncle Aldo dan uncle Brandon yang juga ikut datang di sana.


"Kau ternyata anak dari pria sialan itu?" ucap uncle yoga dengan kesalnya karena setelah beberapa tahun ini mencari keberadaan anak Jeffry akhirnya tertangkap juga.


"Oh kau yang ikut andil dalam membunuh papa ku bukan?" tebak Jery karena dia sudah mendapatkan beberapa orang yang ikut andil dulu membunuh sang papa.


"Bunda!" tangis bocah kecil itu melihat sang bunda seperti itu.


"Meri kau bawa Arsha ke tempat aman, kau bawa dia ke ruang kerja ku." perintah Elard sambil menyerahkan sang anak ke Meri.


"Baik tuan."


"Sayang, kamu sama Meri dulu ya nanti bunda sama papa bakalan jemput Arsha kalau udah selesai ini pestanya ya," ucap Elard memberitahukan bahwa akan ada pesta untuk orang dewasa dan bocah seusia Arsha tidak boleh ikut.


Dan Arsha pun iya saja dan menganggap bahwa ucapan sang papa benar meski tidak yakin seratus persen.


Setelah di rasa sang anak sudah pergi Elard pun dengan tajam melihat ke arah Jery seperti ingin mengulitinya.


"Santai jangan terlalu menakutkan seperti itu tuan Elard yang terhormat," ucap Jery dengan wajah cerianya karena sudah berhasil membuat Elard marah.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Elard.


"Haha tuan Elard memang tau saja ada yang aku ingin kan, aku hanya ingin balas dendam saja setelah apa yang kalian lakukan terhadap papa ku!" tegas Jery dengan emosi.


"Sudah berapa kali aku katakan kalau itu semua adalah salah dari ayahmu," ucap Elard.


"Haha ingat tuan istrimu yang polos ini seperti nya tak tau apa apa tentang dirimu," ucap Jery melihat ke arah Neisha yang merasa ketakutan.


"Santai sayang, ada aku di sini." ucap Jery.


Sedangkan Neisha sudah merasa ketakutan, dia tidak tahu arah perbincangan ini di mana namun dia tahu ada sesuatu hal yang besar yang tidak dia ketahui tentang keluarga suaminya tapi apa dia sendiri juga tidak tahu.


Semua anak buah Elard sudah mengepung Jery bersama dengan anggotanya, semua menodongkan senjata nya dan di pastikan Jery tidak akan selamat kali ini secara hidup hidup keluar dari sini.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2