Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 59_Kapal


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, Elard sudah siap dengan jas mahalnya namun tiba-tiba saja ada panggilan masuk dari anak buahnya yang dia suruh untuk mengikuti sang istri dan anaknya jika keluar dari rumahnya.


"****!" ucapnya kemudian segera menyuruh Jimi untuk membatalkan semuanya dan langsung terbang ke kota A.


"Tapi tuan, bagaimana dengan meeting penting ini?" tanya Jimi.


Jimi yang mengurusnya malah kalang kabut karena ini adalah salah satu meeting penting, namun satu ucapan tuannya itu yang membuat Jimi pasrah menuruti ucapan tuannya.


"Sekarang lebih penting istri dan anak ku dari pada meeting sialan itu, aku tidak akan miskin walau tidak bekerja sama dengan mereka!" ucap Elard.


Tak lama Elard pun langsung terbang menuju ke kota A dan membatalkan meeting penting itu, sesuai prediksi pihak klien marah besar karena Elard membatalkan meeting nya tiba-tiba.


Namun mereka juga tidak bisa berkutik karena bagaimana pun di sini kedudukan Elard adalah tertinggi dan mereka adalah yang ingin bekerja sama bukan Elard, ya walau nantinya dia akan mendapatkan bagian cukup besar namun bagi Elard itu bukan hal yang penting sekarang karena baginya uang segitu sangat kecil baginya, yang terpenting sekarang adalah anak dan istri nya.


[Tuan, nyonya dan tuan kecil sedang berada di pelabuhan.]


[Apa! Hentikan kapalnya. Tunda keberangkatannya dulu hingga aku sampai, bilang saja ada masalah,] tutur Elard kemudian menutup telepon nya.


Di dalam perjalanan anak buahnya mengatakan bahwa sang istri dan anaknya sedang ada di pelabuhan dan seperti nya akan menyebrang pulau, mendengar hal itu membuat Elard marah namun dia tidak boleh emosi karena dia ingin sang istri kembali kepada dirinya, Jika dia emosi maka takut sang istri akan takut kepadanya.


Setelah sampai dia segera menuju ke pelabuhan, anak buahnya sudah menahan kapal agar tidak berlayar terlebih dahulu.


.


Sedangkan saat bersamaan Neisha menaiki kapal dan akan menyebrang pulau yang sudah dia pesan tadi pagi-pagi sekali sebelum berangkat.


"Bunda, kita mau kemana kok naik kapal cih?" tanya Arsha yang berada di pangkuan bundanya saat mereka baru saja duduk di kursi nya.


"Kita bakalan pindah sayang, bunda ada kerjaan yang bakalan lama banget. Bunda gak mau ninggalin kamu sendirian," ucap Neisha. berbohong lagi.


Neisha memangku sang anak karena dia hanya beli satu tiket, bukan apa-apa ya karena dia ingin menghemat uangnya dan kebetulan sang anak juga masih kecil sehingga tidak terlalu susah untuk memangkunya.


Neisha duduk di kursi dekat jendela agar sang anak ada hiburan nanti di perjalanan yaitu melihat hamparan lautan lepas di sana.


"Lama banget ya," ucap Neisha yang duduk di sana hampir satu jam bersama dengan penumpang lain namun tak juga berangkat berangkat.


"Maaf mbk, ini kenapa belum berangkat berangkat juga ya?" tanya Neisha saat ada awak kapal yang melintas di samping nya.


"Iya Bu, ini sedang ada sedikit kendala. Sebentar lagi kapal juga akan berangkat," ucap awak kapal tersebut kemudian meninggalkan Neisha.


Semua penumpang tampak tenang sedangkan Neisha sudah takut, dia takut jika Elard akan tahu tentang kepergiannya.


"Semuanya kapal akan berlayar jadi di harapkan semuanya tenang di kursi masing masing." seru awak kapal.


Tak lama ada siaran dari spiker dimana kapal akan segera berlayar, dan membuat hati Neisha sedikit tenang.

__ADS_1


Kursi di samping nya juga sudah terisi oleh ibu-ibu yang cukup umur, Neisha tidak masalah juga dengan jbu-ibu itu dan juga mereka sesekali bicara.


Hingga tiba-tiba awak kapal menghampiri ibu-ibu tersebut dan mengatakan sesuatu entah apa karena Neisha tidak mendengarnya.


"Nak ibu pindah dulu ya," pamit ibu itu.


"Oh iya Bu," balas Neisha.


"Dada nenek," ucap Arsha melambaikan tangannya kepada ibu-ibu tersebut.


Setelah kepergian ibu-ibu tersebut, kursi di samping Neisha pun kosong.


"Sayang, kalau ngantuk tidur aja ya." sahut Neisha mengelus rambut sang anak saat kepala putra semata wayangnya itu berada di dadanya.


"Iya bunda," ucap Arsha.


Sedang asyik melihat lautan lepas, tiba-tiba Neisha merasakan ada yang duduk di sampingnya, segera dia melihat ke arah sampingnya dan membuat dirinya mematung di tempat.


"Mau kemana?" tanya orang di sampingnya.


Sedangkan Neisha tidak menjawab, dia merasa mulutnya keluh untuk menjawab, dia ingin menghilang saja sekarang juga.


Siapa lagi kalau bukan Elard yang langsung menuju ke kapal dan menyuruh ibu-ibu yang duduk di samping sang istri untuk di pindahkan karena Elard ingin berada di samping sang istri sekaligus memergoki sang istri yang akan pergi lagi darinya.


Neisha berencana untuk bangun dari duduknya sambil menggendong sang anak yang kebetulan sedang tidur.


Neisha yang di cekal pun ingin melepaskannya namun tenaganya tidak sebanding dengan Elard sehingga dia pun memilih untuk duduk kembali, dia tidak akan bisa pergi juga karena Elard berada di sampingnya menghalangi jalannya.


Akhirnya Neisha pun tidak bisa kemana mana dan pasrah saja sambil melihat ke arah lautan lepas dengan terus memeluk sang anak takut jika tiba-tiba Elard membawa nya pergi.


"Apakah dia tidur?" tanya Elard saat melihat sang istri sama sekali mengacuhkan dirinya dan tak melihat ke arahnya sambil memeluk sang anak yang tertidur.


"Aku sedang berbicara lihat mataku," ucap Elard memegang tangan sang istri namun di tepis oleh Neisha mentah mentah.


Neisha lebih ke arah takut, bahkan tangannya sudah basah oleh keringat dan juga jantung nya sudah berdetak kencang, namun dia mencoba mengontrol pikirannya agar tidak takut.


Tak lama sang anak bangun dan merengek ingin minum karena haus, karena dari tadi Arsha belum minum sama sekali kecuali di kontrakan tadi.


"Eeeeee, bunda haus..." rintih bocah kecil tersebut yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Eh iya sayang, bentar ya bunda ambilkan." ucap Neisha.


Dia bingung karena tas besarnya ada di bagasi atas dan dia harus mengambilnya namun terhalang Elard di sampingnya.


"Biar aku ambilkan." ucap Elard saat Neisha akan berdiri.

__ADS_1


Neisha pun duduk kembali sambil menenangkan sang anak yang terus menangis di pangkuan nya.


"Cup cup jangan nangis ya sayang," sahut Neisha menenangkan sang anak.


Setelah itu Elard pun duduk kembali sambil memberikan tas besar Neisha di mana isinya ada botol air minum dan beberapa pakaian.


Melihat itu membuat Elard kesal, dia harus membuang tas itu agar sang istri tak berfikiran untuk kabur lagi darinya.


"Ini minum sayang," seru Neisha memberikan air minum kepada sang anak.


Elard melihat betapa begitu telatennya sang istri mengurus sang anak membuat Elard merasa bangga dan tidak salah memilih istri, namun juga sekaligus ada rasa sedih karena dia tidak mengikuti perkembangan dari masa kecil sang anak.


"Ini," ucap Neisha memberikan botol yang tadi di minum oleh sang anak tadi.


"Apakah ada yang berharga seperti surat-surat, atau foto di tas ini?" tanya Elard membuat Neisha mengerenyitkan dahinya kenapa Elard bertanya seperti itu.


"Ti... tidak," jawab Neisha spontan karena memang benar tidak ada yang berharga sekali baju karena semua dompet berada di tas kecil di sampingnya.


"Jimi, kau bawa tas ini karena aku tidak ingin melihatnya, kalau bisa sekalian buang." tegas Elard menyerahkan tas tersebut kepada Jimi.


Jimi memang berada di belakangnya dengan beberapa anak buahnya juga, sedangkan para penumpang lain di suruh untuk diam atau kalau tidak nyawa mereka terancam.


"Ke... kenapa tas ku mau di buang!" ucap Neisha sedikit gugup namun mengeraskan suaranya.


"Bunda ini ciapa?" tanya Arsha yang baru sadar kalau ada orang lain di samping bundanya.


"Ini tem..." ucap Neisha namun sudah di potong terlebih dahulu oleh Elard.


.


.


TBC


Annyeong Readers 🤗🤗🤗


Jangan bosen bosen yang lihat cerita aku ini,, maaf kalau masih sering telat upload karena memang ada kerjaan lain, tapi bakalan aku usahakan kok buat upload bab nya..


Jangan lupa buat favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan share ya, kalau mau ngasih hadiah juga boleh banget kok🤭


Jangan lupa juga buat penilaian bintangnya 🌟🌟🌟🌟🌟


Doakan bisa double up ya tiap hari ya readers 😊


JANGAN LUPA FOLLOW AKUN INSTAGRAM @Lala_Syalala13 ada rekomendasi beberapa cerita yang bisa kalian baca😊

__ADS_1


DAN JANGAN LUPA FOLLOW AKUN NOVELTOON AKU INI YA😊😊🙏


__ADS_2