Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 66_Tidur Bersama


__ADS_3

"Maafkan aku sayang," ucap Elard memeluk sang istri ikut menangis karena sang istri juga menangis di pelukannya.


🥕🥕🥕


"Sudah kak, aku sudah maafin kakak kok. Aku juga minta maaf karena sudah memisahkan kakak dengan Arsha," ucap Neisha juga merasa bersalah.


"Kamu tidak salah sayang, aku tau kalau kamu pasti merasakan bimbang dulu dan ingin segera pergi karena perbuatan ku yang tidak tahu diri ini," ucap Elard dengan pengertiannya membuat Neisha merasa salut.


Setidaknya dengan dia pergi, sang suami bisa berubah menjadi lebih baik dan bisa sedikit membuka hati kepadanya.


"Bundaaaaa!" teriak Arsha dengan tangisannya dari dalam kamar membuat perbincangan Neisha dan Elard berhenti seketika dan Neisha langsung menghampiri sang anak begitu pun dengan Elard.


"Ada apa sayang?" tanya Neisha saat sampai di dalam sambil menenangkan Arsha.


"Alcha tadi kebangun teluc gak liat bunda," rengek bocah tampan itu dan memeluk erat bundanya.


"Udah sayang gak usah takut kan bunda udah ada di sini, kamu pasti haus kan?" tebak Neisha sudah sangat tahu jika sang anak bangun dari tidurnya pada malam hari pasti haus kalau tidak ingin ke kamar mandi.


Pintar bukan padahal baru umur dua tahun tapi sudah sangat pintar dan tidak menyusahkan Neisha sama sekali, malah terkadang Neisha merasa anaknya terlalu cepat tumbuh dan berfikir, sangat dewasa sekali dari kebanyakan anak di usianya.


Arsha pun minum dari botol yang baru saja Neisha isi tadi, setelah selesai Arsha baru sadar ada Elard yang masuk ke dalam kamar.


"Om Elad ada di sini," ucap Arsha sambil mengelap air matanya, dia tidak ingin terlihat cengeng di depan pria gagah seperti Elard pikirnya.


"Iya sayang, sekarang tidur ya sama bunda kasihan bundanya belum tidur." ucap Elard dengan lembut.


"Om Elad mau tidur di sini juga?" tanya Arsha atau lebih tepatnya tawar Arsha.


Sedangkan Neisha malah melototkan matanya karena ucapan sang anak, entah kenapa Arsha sering kali membuat Neisha tidak ada pilihan lain.


"Enggak usah, om bakalan tidur di atas saja. Kalau ada apa-apa biar nanti bunda nya Arsha panggil om ya," ucap Elard karena melihat raut wajah sang istri yang terlihat terkejut.


Setelah itu Elard pun keluar dan menuju ke kamarnya namun tiba-tiba saja ada suara ketukan pintu membuat Elard bangun dari rebahannya dan membukanya.


Saat dia membuka pintu ternyata hal tak terduga sama sekali yaitu sang istri yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


Di sisi lain Neisha memberanikan diri untuk menghampiri Elard setelah Arsha tertidur, dia rasanya gugup karena takut jika mengganggu tidur Elard.


"Sayang, kenapa? Ada masalah?" tanya Elard khawatir.

__ADS_1


"Kakak sudah tidur?" tanya Neisha tidak menjawab pertanyaan dari Elard.


"Enggak kok, tadi baru rebahan." jawab Elard.


"Aku boleh tidur di sini?" izin Neisha seperti seorang wanita murahan saja tapi bagaimana pun dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk sang suami dan juga memulai kembali kisah yang sempat terhalang ini, meskipun ada rasa takut di hatinya.


Takut sekali Elard akan memukulnya, rasanya trauma nya akan kembali namun dia juga sudah tidak bisa mundur lagi.


Sedangkan Elard yang mendengar hal itu pun senang bukan main, setidaknya sang istri yang memulai inisiatif ini terlebih dahulu dan Elard sangat membuka lebar pintu kamarnya untuk sang istri.


"Arsha bagaimana?" tenaga Elard sedikit mengkhawatirkan sang anak.


Jika Neisha tidur di sini otomatis Arsha akan sendirian nanti, jika dia bangun dan tak melihat bundanya dia akan menangis lagi seperti tadi, begitulah pikir Elard.


"Sebenarnya Arsha sendiri yang meminta aku ke sini kak El," ucap Neisha dengan gugup.


Yap Arsha sendiri yang menyuruh Neisha untuk tidur dengan Elard dan tidak menghiraukan dirinya karena Arsha bisa mengatasinya sendiri.


~Flashback On~


Setelah kepergian Elard, Neisha pun merebahkan tubuhnya di samping sang anak ambil menepuk nepuk paha sang anak agar cepat tidur.


"Ada apa sayang?"


"Bunda mending tidur cama om Elad deh, kayaknya tadi om Elad pingin banget tidul cama bunda." ucap Arsha.


"Tapi kan sayang nanti kamu gimana coba kalau bunda tinggal," ucap Neisha.


"Bunda, bunda gak ucah khawatilin alcha, alcha udah gede jadi gak takut tidul cendirian." ucap Arsha begitu dewasa.


"Ya sudah kalau gitu bunda tunggu sampai kamu tidur dulu ya sayang nanti bunda bakalan ke atas," ucap Neisha.


Arsha pun langsung menutup matanya untuk pura-pura tidur, hingga dia merasakan bundanya sudah pergi dia pun membuka mata, Arsha tadi hanya pura pura tidur saja.


"Bunda, alcha tahu kalau om Elad itu papa alcha. Alcha akan menunggu campek bunda kacih tahu alcha," ucap bocah tersebut kemudian kembali untuk tidur.


~Flashback Off~


"Ya sudah kalau begitu masuk sayang," ajak Elard.

__ADS_1


Setelah itu Neisha pun masuk, saat di kamar suasana sangat canggung sekali, bahkan Neisha hanya duduk di tepi ranjang saja.


"Sayang, kalau kamu memang tertekan aku akan tidur di sofa saja saja." ucap Elard tidak ingin membuat sang istri merasa tidak nyaman.


"Enggak, kak El aku gak papa kok. Mungkin cuma belum terbiasa," ucap Neisha tiba-tiba.


Dia tidak ingin elard tidur di sofa, apa lagi sekarang Elard sedang sakit bukankah Neisha seperti tidak memiliki hati nurani sekali kalau membiarkan Elard tidur di sofa.


"Ya sudah kalau begitu kita tidur ya," ajak Elard tidur di samping Neisha, begitu pun dengan Neisha yang dengan pelan tidur di samping sang suami.


Dengan berani Elard membawa sang istri ke dalam pelukannya, Neisha yang di tarik dengan lembut secara tiba-tiba pun merasa terkejut karena dia langsung menabrak dada bidang sang suami.


"Tidur begini saja ya sayang," ucap Elard memeluk erat sang istri.


Neisha merasa gugup tapi juga tenang, entah mengapa saat mendengar detak jantung Elard rasanya sangat tenang sekali.


"Aku sangat berterima kasih sekali sama tuhan karena sudah mengembalikan kamu ke aku, aku sungguh menyesal dengan perbuatan ku yang dulu. Bahkan mommy dan daddy sangat membenciku karena perbuatan ku dulu," ucap Elard dengan tetap memeluk sang istri.


Sedangkan Neisha hanya mendengarkan saja, namun tiba-tiba Elard menyebut mommy dan daddy membuat tiba-tiba saja Neisha melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Elard secara intens membuat Elard yang di tatap pun merasa heran dan sedikit bingung.


"Ada apa?"


"Aku lupa kalau mommy dan daddy gak tahu kalau kamu udah ketemu aku, aku takut kalau mereka tidak akan menerima aku lagi kak." ucap Neisha memberitahukan kekhawatiran nya yang baru saja dia pikir.


"Kenapa ngomongnya gitu! Gak boleh ngomong gitu ih!" ucap Elard membawa sang istri ke dalam pelukannya.


Namun kekhawatiran Neisha rasanya cukup besar, hingga dia sangat sulit untuk tidur. Dini hari dia memilih untuk ke dapur mengambil air minum karena dia sangat haus.


Jam menunjukkan pukul tiga pagi dan suasana sangat sepi sekali, dia menuju ke dapur untuk mengambil air untuk melegakan dahaganya, dahaganya sudah hilang Neisha pun berencana untuk kembali ke kamar.


Sampai di kamar dia merebahkan tubuhnya, Elard yang merasakan adanya pergerakan langsung bangun dan memeluk kembali sang istri yang baru saja tidur.


Mereka pun kembali tidur bersama dengan mesra, bahkan Elard tak henti-henti nya mencium sang istri saat Neisha sudah kembali tidur terlelap.


Elard berharap waktu akan berhenti sekarang sehingga dia tidak akan pernah bisa berpisah dengan anak istrinya.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2