Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 50_Arshaka Virendra Eisha


__ADS_3

"Kamu nyumpahin anak aku jelek?!" ketus Neisha tidak terima dengan perkataan Dini.


"Eh bukan gitu nei, kan aku bilangnya kalau." balas Dini.


"Permisi," sapa suster dengan membawa box bayi dimana di dalamnya ada bayi Neisha.


🥕🥕🥕


"Ini anaknya Bu," ucap suster yang membawa anak Neisha.


"Oh iya sus terima kasih."


Setelah itu suster pun pergi, Dini dan Karen pun menghampiri box bayi di samping Neisha.


"Astaga nei, anak kamu ganteng banget!" seru Dini saat pertama kali melihat wajah baby boy Neisha yang menurutnya sangat tampan.


"Iya, kak. Ganteng banget, kalau seumuran sama aku bakalan aku ajak nikah nih." ucap Karen.


"Kamu itu ren nikah mulu," sahut Dini.


"Biarin."


"Iya lah, anak aku gitu." jawab Neisha dengan sombong.


"Sumpah, ini sih bibir unggul Nei." tegas Dini sangat senang melihat wajah baby boy dari dekat.


Neisha membawa baby boy ke dalam gendongannya sambil menimbang-nimbang dengan lembut.


"Kayak gak asing tapi siapa ya?" tanya Dini memikirkan siapa yang pernah dia temui.


"Itu mah cuma perasaan kamu aja Din," balas Neisha tidak ingin Dini memikirkan terlalu jauh.


"Iya kali ya," jawab Dini dengan cengiran.


"Kamu kasih nama siapa anak kamu nei?" tanya Dini.


"Iya kak, siapa namanya baby tampan ini?" sambung Karen.


"Namanya adalah...... Arshaka Virendra Eisha." ucap Neisha memperkenalkan baby Ar kepada para aunty aunty nya.


"Wah bagus banget kak namanya," seru Karen.

__ADS_1


"Makasih ren."


"Iya bagus banget nei, ya udah kalau gitu kamu susui dulu baby Ar. Lihat tuh mulutnya udah cari-cari sumber kehidupannya," ucap Dini gemes melihat baby Ar yang mencari asupan makanannya dari tadi karena mulutnya terus berkomat kamit.


"Kita keluar dulu mau cari makan, kamu ada yang dibutuhkan gak biar sekalian aku beliin?" tanya Dini sangat perhatian dengan sang sahabatnya.


"Enggak, aku mau susui baby Arsha aja dulu habis itu tidur soalnya ngantuk banget aku." ucap Neisha.


"Ya udah kalau butuh apa-apa telepon ya," ucap dini.


"Siap."


Setelah itu Dini dan Karen pun menuju ke kantin rumah sakit Sedangkan Neisha menyusui sang anak.


Setelah beberapa saat baby Ar sudah tidur dan Neisha menaruhnya di box bayi tersebut, dia juga ikut tidur di kasurnya karena dia cukup capek dan masih terasa sakit karena dia lahiran normal.


Neisha ingin menikmati hidup dengan sang anak saja tanpa orang lainnya, dia akan menjaga sang anak dengan baik dan tidak memikirkan hal lainnya. Karena sekarang dunianya hanyalah sang anak.


🥕🥕🥕


Dua tahun kemudian......


"Halo keponakan aunty yang tampan!" seru Dini saat keluar dari kamarnya dan menuju ke meja juga, tak lupa dia juga mencium pipi gembul sang keponakan.


"Ih aunty Dini, Archa itu gak mau di cium cium gini alo bukan cama bunda!" tutur bocah kecil itu dengan mulut cadelnya itu dan tak lupa dengan mengusap kembali pipinya yang tadi di cium oleh aunty nya.


"Iya iya aunty tahu, masa cuma bunda nya aja yang boleh terus aunty gak boleh gitu?" sahut Dini dengan berpura-pura wajah sedih.


"Iya, karena yang boleh itu cuma bunda cama papa Archa doang, yang lainnya gak boleh." tegas balita yang baru berusia 2 tahun itu.


Neisha yang akan ke meja makan pun menghentikan langkahnya saat sangat anak menyebutkan papa nya, ada rasa sesak yang menyelimuti hati Neisha, sudah hampir tiga tahun dia pergi dari sisi kak Elard namun tetap saja dia tidak bisa lupa kenangan kelam dan indah bersama mantan suaminya itu.


"Udah gak usah bertengkar mulu pusing aku denger nya, sayang sekarang sarapan ya habis itu kita ke bude mala." ucap Neisha dan di angguki oleh sang anak.


"Iya, bunda."


Biasanya pagi hari saat Neisha kerja dia akan menitipkan sang anak ke tetangga nya yang kebetulan sudah cukup berumur dan tidak memiliki keluarga lainnya yaitu bude mala dan sudah Neisha anggap seperti budenya sendiri.


"Sekarang kita ke bude mala ya sayang," ucap Neisha mengajak sangat anak ke bude mala saat mereka sudah selesai sarapan.


Mereka berdua menuju ke rumah bude mala yang tidak jauh dari kediaman nya, bude mala yang memang suka dengan anak anak pun tak keberatan jika Neisha menitipkan anaknya kepadanya karena baginya Shaka sudah beliau anggap sebagai cucu nya sendiri.

__ADS_1


"Bude..." seru Arsha lari ke teras bude mala karena beliau ternyata sudah menunggu kedatangannya.


"Wahh siapa ini yang dateng, anak ganteng nya bude udah dateng." ucap bude mala senang sambil tertawa riang menyeimbangi tawa Arsha.


"Bude, aku nitip Arsha ya. Ini tasnya Arsha dan ini ada sedikit rejeki dari Neisha buat bude, di terima ya bude." ucap Neisha memberikan tas Arsha yang biasanya berisi pakaian dan juga beberapa perlengkapan sang anak.


Dia juga tak lupa memberikan sedikit rejekinya sebagai tanda terima kasih sudah mau membantu menjaga sang anak.


"Ya tuhan Neisha, gak usah bude ikhlas kok jaga Arsha. Anak ganteng ini juga pinter, anteng kok kalau sama bude," ucap bude mala merasa tidak enak menerima bantuan dari Neisha.


"Udah bude ini saya ikhlas kok, udah ya bude Neisha harus kerja soalnya." ucap Neisha kemudian berjongkok berhadapan dengan sang anak yang sedang duduk di kuris.


"Sayang nurut sama bude mala ya, nanti jam 3 sore bunda bakalan jemput Arsha." pamit Neisha.


"Iya bunda, bunda yang cemangat ya keljanya." sahut Arsha.


"Iya sayang, ya udah bunda berangkat. Bude Neisha berangkat dulu ya," pamit Neisha kemudian meninggalkan sang anak.


Memang setelah melahirkan Neisha sudah tidak bekerja di toko bunga, namun untung beberapa bulan setelah melahirkan, Neisha sudah mencari pekerjaan karena tidak mungkin dia dan sang anak harus bergantung terus kepada Sini sahabatnya itu, malu rasanya bagi Neisha jika terus seperti itu.


Untungnya saja Neisha mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan kecil yang bergerak di bidang produksi peralatan rumah tangga, walau gajinya tida besar namun setidaknya untuk makan sehari-hari cukup.


"Neisha," panggil bela rekan kerja Neisha di bidang pemasaran.


"Eh bela ada apa?" tanya Neisha saat dia baru saja duduk di kursinya.


"Enggak, aku cuma kangen sama si kecil. Gimana kabarnya?" tanya bela karena di kantor hanya dia saja yang tahu bahwa dia sudah memiliki anak.


"Baik kok, kapan kapan ayo ke rumah aku." ajak Neisha.


"Siap bos."


Setelah itu mereka pun mengerjakan pekerjaan nya karena sudah masuk jam kerja dan semua pegawai sudah datang.


Neisha berada di divisi pemasaran, awalnya dia sedikit takut jika nantinya ada yang tahu bahwa dia adalah janda dan memiliki anak karena dia tidak ingin sang anak menjadi bahan olok-olokan pegawai, tapi untungnya saja semuanya tidak terjadi sehingga Neisha aman dalam bekerja.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2