
Di sisi lain Elard sekarang berada di negara Y, selama satu minggu ini dia berada di negara Y karena ada urusan mendadak sekali masalah bisnis.
~Flashback On~
Sampai di ruangannya setelah membunuh dengan keji musuhnya, tiba-tiba pintu di ketuk membuat atensi Elard teralihkan ke pintu karena dia sudah mengatakan bahwa dia tidak ingin di ganggu.
"Masuk." ucap Elard dengan tegas.
Jimi pun masuk dengan tergesa-gesa karena ada hal yang harus dia sampaikan kepada tuannya itu karena sangat penting.
"Maaf tuan ada keadaan darurat cabang perusahaan di negara Y." ucap Jimi saat sudah berada di depan tuanya itu.
"Ada masalah apa?" tanya Elard.
"Perusahaan cabang dan juga pabrik baru saja di bakar tuan oleh dua manajer yang ternyata baru saja melakukan korupsi miliaran dolar, dan sekarang dia kabur ke negara S tuan." ucap Jimi.
"Apa!" bentak Elard setelah Jimi memberitahukan keadaan seperti itu.
"****! Mereka memang ingin mencari gara-gara dengan ku." tegas Elard marah sekali.
"Sekarang juga kita terbang ke negara Y!" tegas Elard segera bangkit dari kursi kebesarannya dan menuju ke jet pribadi yang memang di dekat markasnya ada landasan pacu untuk jet pribadi keluarga Ardolph.
Sampai di negara Y Elard langsung menangani semua urusannya hingga selama satu minggu dia bekerja keras dan semua baru saja beres mengusut tuntas semuanya.
Hingga membuat Elard mengurungkan niatnya untuk kembali ke negara X padahal dia tahu hari ini sang istri sudah bisa kembali ke mansion, itu pun dia mendapatkan kabar dari mommy Sheila.
Elard meminta agar mommy Sheila dan daddy Brian tidak memberitahukan keberadaannya karena Elard tahu sang istri pasti masih marah kepadanya.
~Flashback Off~
"Sayang, maafkan aku. Aku janji besok akan pulang, tunggu aku ya." gumam Elard di dalam kamar hotel setelah dia selesai mengurus urusan nya yang terakhir.
Dia tidak bisa tidur teratur sama sekali selama satu minggu ini sehingga dia memutuskan untuk istirahat baru besok dia akan mengecek pabrik lagi setelah itu kembali ke negara X untuk menemui kekasih hatinya yang sedang marah kepadanya.
🥕🥕🥕
Keesokan harinya di kediaman keluarga Ardolph, semua orang sedang berada di meja makan untuk sarapan bersama.
Neisha sudah lebih baik, dia sedang sarapan dengan sang anak yang berada di meja khusus nya.
"Sayang, kamu juga sarapan ya biar Arsha nanti mommy yang jaga sini." ucap mommy Sheila karena dari tadi melihat sang menantu tak kunjung menyantap sarapannya.
"Gak papa kok mom," ucap Neisha tidak enak.
"Udah Nei kamu turutin aja ucapan mommy." sahut mikaila yang berada di depannya.
__ADS_1
Mau tak mau akhirnya Neisha pun menurut saja dan mulai menyantap sarapannya.
Setelah sarapan Neisha memilih untuk berjemur dengan sang anak yang pastinya di temani oleh mikaila karena dia tadi memaksa untuk ikut.
Neisha, Arsha dan mikaila sedang berjalan jalan di area kompleks yang damai dan tenang karena memang di sepanjang kompleks adalah masih milik keluarga Ardolph jadi sangat sepi dan hanya orang orang keluarga Ardolph saja yang berlalu lalang sambil menyapa hormat majikan mereka.
"Nei, kamu kenapa?" tanya Mikaila karena dari tadi dia melihat Neisha yang hanya diam saja.
"Aku gak papa kok." balas Neisha sambil memaksakan senyumnya.
Mikaila bukanlah orang bodoh yang tidak tahu apa yang di pikirkan oleh sang sahabat itu.
Mikaila pun mengajak Neisha dan keponakannya itu ke sebuah taman kompleks yang sudah di sulap sangat cantik oleh Elard, dengan di tambahi banyak permainan anak anak di sana, dan juga ada taman bunga cantik di sana membuat Neisha merasa sangat senang melihatnya.
"Bagus banget!" seru Neisha kagum melihat indahnya taman tersebut.
"Iya lah orang ini taman yang bikin kak El buat istrinya," ucap mikaila membuat pipi Neisha bersemu merah.
Setelah berjalan-jalan sebentar, mereka pun kembali ke mansion karena sang anak sudah capek, begitu pun dengan dirinya.
"Udah pulang sayang?" tanya mommy Sheila melihat cucu dan menantunya masuk ke dalam.
"Iya, mom."
"Ya sudah kalau gitu kamu istirahat dulu ya," ucap mommy Sheila.
🥕🥕🥕
Di sisi lain di negara Y, Elard baru saja selesai dari pabriknya untuk melihat perkembangan terakhir sebelum dia akan kembali ke negara X.
"Setelah ini kita kembali ke negara X." ucap Elard tegas.
"Baik tuan," balas Jimi.
Benar saja setelah itu mereka langsung terbang menuju kembali ke negara X, Elard sungguh tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri.
Saat sampai di negara X dan jet sudah landing di landasan pacu mansion, Elard langsung saja turun dengan langkah kaki besar menuju ke arah mansion untuk bertemu sang anak dan istrinya.
Saat masuk dia melihat mommy Sheila, daddy Brian,mikaila dan sang anak di sana tanpa melihat kehadiran sang istri.
"Papa!" pekik Arsha berlari ke arah Elard.
Dia sangat rindu sekali beberapa hari tak bertemu sang papa, bahkan setiap malam dia akan bertanya kepada siapapun baik Oma, opa, Tante dan bunda nya tentang keberadaan papa nya.
"Aduhhh anak papa kok tambah tampan aja sih," seru Elard menciumi seluruh wajah sang anak dengan lembut karena dia sangat rindu dengan bocah kecil itu.
__ADS_1
"Hehehehe," Arsha hanya terkekeh geli dengan perlakukan papa nya itu.
"Mom, Neisha di mana?" tanya Elard to the point.
Mommy Sheila pun mengerti dan langsung menunjukkan keberadaan sang menantu kepada Elard.
"Dia ada di dapur, buruan samperin. Selama kamu gak ada dia banyak murung banget, kamu emang kenapa coba gak kasih tahu aja kalau kamu ada pekerjaan jangan gantungin gitu kenapa sih?!" kesal mommy Sheila.
"Hehe, maaf mommy ku yang cantik. Ya udah kalau gitu aku mau ke dapur dulu," pamit Elard.
.
Sedangkan Neisha sama sekali tak mendengar kegaduhan di ruang tamu karena dia berada di dapur dengan melamun memikirkan dimana Elard sekarang sambil terus mengaduk susu untuk sang anak.
Elard yang melihat sang istri dari belakang pun langsung menyuruh para maid yang lainnya untuk diam tak bersuara karena dia ingin mengagetkan sang istri.
Para maid pun hanya diam dan memilih untuk pergi meninggalkan dapur, sehingga di sana sekarang hanya ada pasangan suami istri itu saja.
Dengan lembut Elard memeluk Neisha dari belakang, jangan tanyakan lagi bagaimana terkejutnya Neisha mendapat serangan pelukan mendadak bahkan dia sampai tersentak dan ingin langsung memukul orang yang sudah berani-berani nya memeluknya.
"Sayang." ucap Elard dengan suara maskulinnya membuat Neisha menegang seketika.
Dia merindukan suara ini, suara yang sangat ingin dia dengar selama seminggu ini yang menghilang dari Indra pendengar nya.
Neisha berusaha untuk melepaskan pelukan sang suami dari dirinya namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga Elard.
"Lepaskan," lirih Neisha yang berusaha untuk melepaskan pelukan Elard.
"Biarkan begini 5 menit lagi sayang," sahut Elard malah mempererat pelukannya dan Neisha pun diam saja tak menolak karena jujur dia juga sangat merindukan saat saat seperti ini.
"Maafkan aku," ucap Elard yang masih memeluk Neisha.
Neisha yang mendengar hal itu pun tidak bisa membendung air matanya yang tanpa permisi jatuh membasahi pipinya, Elard yang merasakan bahu sang istri yang bergetar pun langsung membalikkan tubuh wanita yang sangat dia cintai itu.
"Jangan nangis ya," sahutnya sambil menghapus air mata yang sudah membuat wajah cantik istri nya itu basah.
"Kak El," lirih Neisha.
"Iya, sayang. Ada apa?" tanya Elard dengan lembutnya.
Neisha seharusnya merasa beruntung karena sudah mendapatkan pernah pria yang sangat mencintainya, tentang pekerjaan nya Neisha memang masih tidak menyangka namun mungkin ini jalan tuhan yang mempertemukan dirinya dengan seorang mafia kejam yang dulu nya sering menyiksanya namun sekarang malah memperlakukannya layaknya putri di sebuah kerajaan megah.
"Maafkan aku," ucap Neisha kemudian memeluk erat tubuh gagah dan tegap sang suami.
.
__ADS_1
.
TBC