
Setelah dokter itu pergi dan Jimi juga pergi dari kamar tersebut tinggallah tiga orang saja yaitu Elard, Neisha dan Arsha.
"Sayang, kalau capek bisa tidur samping bunda ya." ucap Elard menggendong sang anak karena dari tadi Arsha tidak mau turun padahal Elard ingin mengecek keadaan sang istri.
"Iya om," ucap Arsha kemudian tidur di ranjang samping sang bunda.
Ada rasa nyeri saat sang anak malah memanggilnya om, namun Elard tidak akan menyerah dan akan terus berusaha hingga sang anak memanggilnya papa.
Sedangkan Elard duduk di kursi dekat sang istri sambil mengecek kondisi sang istri lagi siapa tahu nanti Neisha akan bangun, sambil memegang laptopnya karena tadi Elard membatalkan janjinya acara mendadak sehingga dia meminta untuk meeting online saja.
Cukup lama Neisha tidak sadarkan diri hingga ada sebuah pergerakan dari kasur membuat Elard mengalihkan pandangan nya.
"Sayang, kamu udah bangun? Gimana ada yang sakit?" tanya Elard khawatir dengan kondisi sang istri.
"Arsha!" ucap Neisha pertama kali setelah bangun dari tidurnya.
"Dia ada di samping kamu sayang," ucap Elard membuat Neisha langsung melihat ke arah sampingnya di mana sang anak sedang tidur dengan lelap.
"Syukur lah," ucap Neisha.
Setelah itu Neisha pun baru sadar keberadaan Elard karena dari tadi khawatir dengan sang anak.
"Kak.... El, aku dimana? Aku ingin pergi!" ucap Neisha ingin pergi dari kamar itu.
"Sayang kamu sedang sakit, kamu tenang aja nanti setelah turun dari kapal kita ke rumah ya." ucap Elard sambil mengelus lembut rambut sang istri.
"Jangan pegang pegang!" ucap Neisha dengan ketus sambil menyingkirkan tangan Elard.
Elard pun melepaskan tangannya dari kepala sang istri dan menyuruh Neisha untuk tetap di kamar karena sebentar lagi mereka akan sampai di tujuan.
Tak lama Jimi pun mengetuk pintu dan Elard langsung membukanya, Jimi mengatakan bahwa kapal mereka sudah bersandar di pelabuhan kota B.
"Sayang, sekarang kita turun ya." ajak Elard.
Neisha yang hanya diam saja langsung berdiri dan akan menggendong sang anak namun di tahan oleh Elard karena dia yang akan menggendong sang anak.
"Biar aku aja." ucap Elard menggendong sang anak dengan hati hati.
Ada rasa sejuk melihat hal tersebut, Neisha merasa ada rasa bersalah telah memisahkan anak dan ayahnya itu tapi di sisi lain Neisha ingin pergi jauh dari Elard serta membawa anaknya karena trauma nya yang belum sembuh total.
__ADS_1
Saat turun dari kapal, di sana sudah ada mobil berjajar rapih menunggu mereka, dengan penuh perhatian Elard menggenggam tangan Neisha sedangkan tangan lainnya menggendong sang anak yang masih tertidur lelap mungkin karena lelah.
"Sekarang masuk ke mobil ya," pinta Elard dengan lembut.
Karena tidak ada pilihan lagi Neisha pun masuk dengan was-was, berharap semoga saja Elard tidak bersikap kasar kepadanya.
Setelah mereka masuk, mobil pun langsung melaju meninggalkan arah pelabuhan dan langsung menuju ke bandara karena Elard tadi sudah menyuruh Jimi untuk memesankan tiket First class.
"Kita mau kemana?" tanya Neisha penuh kebingungan sambil duduk di tempat duduknya di dalam pesawat.
"Kita akan pulang sayang," balas Elard.
"Tapi kenapa kita duduk di sini kak, di sini pasti mahal banget." ucap Neisha merasa tidak enak jika harus duduk di tempat itu karena harganya pasti sangat mahal sekali dan dia tidak yakin bisa menggantinya.
"Sudah kamu duduk dengan tenang aja, kalau mau tidur, tidur aja." ucap Elard.
"Tidak ada pilihan lain akhirnya Neisha pun memejamkan matanya karena jujur dia memang sangat capek dan ingin istirahat.
π₯π₯π₯
Di sisi lain mommy Sheila dan daddy Brian sudah berada di ibu kota dan berada di mansion juga, sampai di sana mommy Sheila bertanya kepada bi Nana ke mana sang anak karena sejak mereka tinggal Elard tidak sama sekali menelepon nya, bahkan saat mommy Sheila telepon selalu saja tidak di angkat.
"Tuan muda sekarang ke kota A nyonya," ucap bi Nana membuat daddy Brian mengerenyitkan dahinya karena setahunya sang anak hari ini ada meeting penting.
"Hah bukan nya dia ada meeting penting hari ini?!" ucap daddy Brian penasaran kenapa sang anak malah pergi ke kota A.
"Tadi memang tuan muda akan ke kantor tuan besar, tapi tiba-tiba saja Jimi melaporkan sesuatu terus tuan langsung pergi dan menuju ke kota A katanya," ucap bi Nana.
"Ya sudah kalau gitu bi, bibi kembali bekerja saja." ucap daddy Brian.
"Baik tuan besar." ucap bi Nana kemudian pergi dari hadapan majikannya itu.
"Anak itu emang ya dad, setelah di tinggal istrinya pergi dia semakin hari semakin tidak karuan. Kadang ke sana, kadang ke sini, sering mabuk-mabukan untung aja Jhon temannya Elard selalu menolong Elard." ucap mommy Sheila kesal dengan sang anak.
Kalau tahu anaknya di kota A kan mommy Sheila tidak usah pulang dulu karena sebenarnya mommy Sheila ingin mencari sendiri keberadaan bocah kecil yang pernah dia temui di mall di kota A.
Entah kenapa firasatnya mengatakan hal yang ingin sekali dia dengar tapi ada rasa mengganjal di hatinya seperti ingin mengetahui siapa orang tua bocah kecil nan tampan itu.
Namun suaminya malah mengajaknya pulang dan mengatakan akan menyuruh anak buahnya untuk mencarinya padahal mommy Sheila sudah menolak dan mengatakan akan mencarinya sendiri.
__ADS_1
Sedangkan daddy Brian menuju ke ruang kerjanya dan memanggil Yoga dan menyuruhnya untuk menyelidiki siapa anak yang sudah daddy Brian, mommy Sheila dan oma Salma temui waktu di kota A.
π₯π₯π₯
Setelah sampai di ibu kota Elard berencana untuk membawa sang istri dan sang anak ke mansion keluarga Ardolph namun Neisha menolak.
"Sayang kita ke mansion besar ya," ucap Elard.
"Enggak! Kak aku gak mau ke sana ya, aku belum siap bertemu sama nyonya Sheila dan tuan Brian," ucap Neisha pelan.
Dia merasa sudah tidak pantas untuk memanggil mantan majikan orang tuanya itu dengan sebutan mommy dan daddy karena sampai sekarang yang Neisha tahu dia adalah mantan istri dari Elard.
"Kenapa panggil nyonya sama tuan, panggil mommy sama daddy sayang." ucap Elard.
"Dan kenapa gak mau ke mansion besar keluarga Ardolph?"
"Aku gak mau aja," ucap Neisha.
"Kalau gitu kita ke apartemen, mau?"
"Terserah kakak," ucap Neisha karena seberapa dia ingin pergi pun pasti Elard akan mengejarnya sama seperti tadi saat Neisha akan meninggalkan kota A.
Sampai di apartemen, Arsha juga sudah bangun dan berada di gendongan sang papa, sedangkan Neisha berjalan sejajar dengan Elard.
Mereka masuk ke dalam, saat baru pertama melihat Neisha tidak percaya karena semuanya masih tertata rapih tanpa ada yang hilang dan di ubah sama sekali.
Seketika masa-masa kelamnya pun teringat jelas di benaknya membuat dia merasa sedih dan sakit sekali di dadanya, rasa trauma itu muncul kembali, jika harus mengingat ingat lagi kejadian yang pernah menimpanya nya.
.
.
TBC
Annyeong Readers π€π€π€
Maaf ya sebelumnya kalau kemarin aku gak upload bab karena kemarin ngerasa tubuh ku kurang fit jadi istirahat dulu aku kemarin dan untuknya sekarang sudah lebih baik.
Kalian juga jangan lupa jaga kondisi ya supaya tetap sehat dan tidak sakit apa lagi di musim seperti sekarang ini banyak penyakitπ
__ADS_1
Jangan lupa follow akun aku dan Instragram aku @Lala_Syalala13 dan juga vote cerita ini, like, komen, dan hadiahnya juga boleh, penilaiannya jangan lupa ya di tunggu bintangnya πππππ