Menjadi Istri Mafia Kejam

Menjadi Istri Mafia Kejam
BAB 70_PAPA!


__ADS_3

Jam makan malam pun tiba, tapi sayang mikaila sudah kembali terlebih dahulu karena tadi mommy Sheila terus meneleponnya dan harus kembali sebelum jam makan malam.


"Ini lauk kamu yang masak?" tanya Elard.


"Enggak, tadi waktu mikaila datang bawa makanan itu, katanya itu masakan dari mommy Sheila." sahut Neisha dengan sedikit gugup.


Elard yang tahu perubahan wajah sang istri pun mengalihkan arah perbincangan ini karena dia tahu bahwa sang istri pasti masih takut jika membahas soal mommy dan daddy nya.


"Oh ya udah kalau gitu sekarang kita makan ya," ucap Elard mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun makan dengan khidmat, hingga selesai acara makan malam dan sekarang Neisha dan Arsha berada di ruang keluarga dan Elard berada di ruang kerjanya dengan Jimi yang baru saja datang tadi.


"Jam segini masih bahas kerjaan aja," cibir Neisha tak habis fikir dengan sang suami.


Sedangkan di ruang kerjanya Elard sedang serius membahas soal rencana penyerangan ke markas salah satu gembong mafia di ibu kota yang sudah mencari gara-gara dengan klan elang nya.


"Jimi, kau awasi mereka dulu, aku ingin tahu bagaimana rencana mereka hingga berani beraninya melawan klan elang." ucap Elard dengan tegas.


"Baik tuan, kalau begitu saya keluar dulu." pamit Jimi.


Tak lama setelah kepergian Jimi, Elard pun keluar dari ruang kerjanya dan langsung melihat istri dan anak nya yang sedang menonton televisi, atau lebih tepatnya Neisha saja karena sang anak sudah tertidur di pangkuan sang istri.


"Sayang," panggil Elard.


"Sssttttt, jangan keras keras." sahut Neisha dengan suara berbisik dan mendaratkan telunjuknya di bibirnya memberikan isyarat agar diam tidak berisik karena takut membangunkan sang anak.


"Iya sayang," ucap Elard samping berkata bisik-bisik.


Elard duduk di samping sang istri sambil menepuk-nepuk paha sang anak agar terlelap lebih dalam.


"Apakah Arsha sudah tidur dari tadi?" tanya Elard.


"Iya, udah dari tadi kok." balas Neisha.


"Ya udah sekarang kita bawa ke kamar aja, sekarang juga sudah malam." tutur Elard kemudian menggendong sang anak menuju ke lantai atas.


Setelah menaruh Arsha ke ranjang mini yang memang Elard persiapkan di sana di kamar utama sehingga saat Arsha bangun mereka berdua tahu.


"Arsha sudah tidur berarti sekarang kita yang tidur," seru Elard.


Mereka berdua pun merebahkan tubuhnya di kasur, dengan Elard yang memeluk erat tubuh sang istri penuh posesif.

__ADS_1


"Kak jangan kenceng kenceng aku gak bisa nafas," ucap Neisha mencoba melepaskan pelukan sang suami.


Elard pun melonggarkan pelukannya namun langsung mencium sekilas bibir sang istri kemudian kembali tidur dan memejamkan matanya sambil mengendus harum leher sang istri yang menurutnya sangat membuatnya cantik sambil terus memeluk sang istri pasti nya takut jika sang istri akan pergi lagi meninggalkan dirinya.


Sedangkan Neisha, kedua pipi nya merah merona seperti kepiting rebus karena perlakuan Elard yang tiba-tiba saja memeluknya kemudian mencium bibirnya sekilas membuat tubuh nya menegang.


"Udah gak udah tegang, sekarang kita tidur ya." ucap Elard dengan tetap memejamkan matanya.


Dia berharap tidak akan ada yang mengusik rumah tangganya, dia hanya butuh menyiapkan mental untuk memberitahukan semuanya kepada sang anak dan juga memperkenalkan Neisha lagi ke orang tuanya, tapi Elard yakin bahwa baik mommy Sheila dan daddy Brian pasti akan menerima kehadiran Neisha kembali.


Yang Elard khawatirkan adalah identitasnya yang bisa saja kapan pun terbongkar sebagai seorang mafia, Neisha hanya tahu bahwa Elard seorang pengusaha sukses, CEO perusahaan keluarga nya, namun dia tak tahu ada sisi gelap dari Elard yang selama ini belum Neisha ketahui.


🥕🥕🥕


Pagi harinya saat Neisha bangun dia tidak melihat keberadaan sang suami di sampingnya, entah kemana pagi-pagi sekali Elard pergi membuat Neisha khawatir saja.


"Bundaaa!" rengek Arsha yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Aduh anak bunda kenapa nih," seru Neisha menggendong sang anak dan membawanya ke bawah untuk membantunya masak atau lebih tepatnya Arsha melihat bundanya masak.


"Papa mana bund?" tanya Arsha dengan suara lucu nya khas anak kecil baru bangun tidur dengan mengucek matanya menetralkan cahaya yang masih ke mata lentiknya.


Sedangkan Neisha yang mendengar ucap sang anak pun langsung tegang tiba-tiba, dia dan Elard belum memberitahukan semuanya ke sang anak namun tiba-tiba saja sang anak memanggil Elard sebagai papa membuat Neisha merasa tegang dan takut, takut jika sang anak tidak menerima Elard sebagai papa nya.


"Iya, papa Elad. Boleh kan kalau alcha panggil om Elad papa?" pinta bocah itu.


"I... Iya, boleh sayang." ucap Neisha dengan gugup.


"Yeyyy akhirnya alcha punya papa!" teriak kencang bocah kecil itu.


"Ada apa ini?" sahut seseorang membuat Neisha dan Arsha langsung melihat ke arah pintu dapur di mana Elard sudah berdiri di sana.


"PAPA!" pekik bocah tersebut berlari berhamburan ke pelukan Elard.


Sedangkan Elard yang mendengar panggilan sang anak membuat dirinya tegang seketika, sebuah panggilan yang sangat ingin dia dengar langsung dari sang anak dari jauh jauh hari.


"Sayang," Elard melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Arsha dengan tatapan bertanya namun penuh harapan.


"Iya, mulai sekarang om Elad akan jadi papa aku." ucap Arsha.


"Sayang, papa emang papa kamu sayang." ucap Elard merasa bahagia sekali sang anak memanggilnya dengan sebutan papa.

__ADS_1


"Iya, alcha tahu itu pa." sahut Arsha.


"Alcha udah tahu kalau papa ini papa Arsha?" Naya Elard.


Arsha pun langsung diam dan melihat ke arah bunda dan papa nya secara bergantian karena sudah keceplosan mengatakan hal tersebut, kemudian dia pun menampilkan cengiran manisnya.


"Cebenelnya alcha udah lama tahu, waktu bunda cama papa masih di kota tempat alcha tinggal dulu, alcha pernah dengel papa cama bunda bicara." ucap Arsha memberitahukan hal dia tahu dengan takut.


Neisha yang mendengar hal itu pun merasa tak percaya dengan sang anak yang menurutnya sangat pintar menyembunyikan sebuah hal yang dia tahu.


"Terus kenapa gak bilang sama bunda?" tanya Neisha yang sudah berada di depan Arsha yang sekarang ini sedang di gendong oleh Elard.


"Alcha takut bunda malah, apa lagi waktu itu bunda telus ngehindal waktu alcha tanya coal papa, terus bunda juga cetiap hali pacti bakalan nangic cetiap malamnya, aunty Dini juga celing bilang ke alcha bahwa bunda cakit dan halus ke doktel jadi alcha gak boleh lewel." ucap bocah kecil itu yang langsung membuat hati Neisha seperti terhentak batu besar.


Elard sendiri yang mendengarkan pun merasa sangat bersalah karena semua ini adalah salah nya, sang istri mengalami trauma itu adalah akibat dirinya.


"Maafkan bunda ya sayang," ucap Neisha merasa seperti menjadi seorang ibu yang sangat buruk sekali untuk sang anak.


"Enggak, bunda gak calah apa-apa kok." sahut Arsha.


"Sayang, maafin aku ya yang sudah membuat luka itu. Aku menyesal melakukan semuanya," ucap Elard.


"Iya, kak. Aku sudah maafkan kakak kok," sahut Neisha menampilkan senyuman nya.


"Belalti cekalang alcha udah punya olang tua dong," ucap bocah itu dengan senangnya.


"Iya mulai sekarang, papa bakalan selalu bahagiain kamu sama bunda kamu." ucap Elard.


,"Yeyyy, alcha punya papa!" pekik bocah itu kegirangan.


Mereka pun saling bahagia karena sudah di persatuan kembali menjadi sebuah keluarga yang utuh kembali tanpa ada yang hilang seperti dulu.


"Kamu dari mana kak?" tanya Neisha saat mereka sedang di meja makan setelah selesai sarapan barusan.


Dia baru ingat bahwa sang suami pagi tadi menghilang entah kemana tapi tiba-tiba saja datang kembali tadi.


"Tadi aku ada urusan bentar sayang sama Jimi," jawab Elard, tidak mungkin bukan dia bilang bahwa dia baru saja dari markas untuk membunuh tawanannya yang tadi berusaha untuk melarikan diri dari markas hingga melukai beberapa anak buahnya.


Sedangkan Neisha merasa bahwa ada hal yang di sembunyikan oleh Elard namun apa dia sendiri tidak tahu, Neisha berusaha untuk percaya sepenuhnya kepada sang suami tentang semua hal karena sebuah kepercayaan adalah hal paling penting dalam membina rumah tangga.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2