
...DON'T BOOM LIKE...
HAI READERS π€π€
Maaf ya kemarin gak update buat bab barunya, aku usahakan hari ini update lagi ya ππ
Aku malah banyak kerjaan nih jadi sering telat update nya, tapi terima kasih sudah mau menunggu cerita cerita haluan aku ya, akan aku usahakan untuk update tiap hari jadi terus dukung karya ku ini ya.
Jangan lupa penilaian nya, vote, like dan hadiahnya ya biar aku tambah semangat buat ****nulisnyaπππ₯°π₯°****
Happy Reading π
π₯π₯π₯
Malam harinya Elard sudah kembali ke mansionnya, di sana sudah sepi.
Dia pun menuju ke kamarnya untuk bersih bersih, setelah itu menuju ke walk in closet untuk mengganti bajunya.
Namun tiba-tiba Elard penasaran dengan area almari sang istri yang belum pernah dia buka setelah Neisha pergi.
Dia pun membukanya, di lihatnya semua baju tertata rapih membuat Elard menyunggingkan senyumnya saat memikirkan sang istri.
Namun tiba tiba matanya tertuju pada laci almari yang sedikit terbuka dan menampakkan sebuah kertas yang di mana di sana tertulis jelas tulisannya.
"Surat cerai! Sialan ternyata dia ingin pisah dengan ku, aku tidak akan pernah menceraikannya kalau pun kita berpisah maka dia harus mati." ucap Elard dengan marahnya dan langsung merobek kertas tersebut yang dimana Neisha sudah menandatangani.
Namun matanya teralihkan lagi dengan sebuah benda yang Elard tahu itu kegunaan nya.
"Apa ini?" tanya Elard dan melihat garis dua merah yang berada di sana.
"Apa jangan jangan?!" seru Elard masih belum percaya.
"Dia hamil?" sahut Elard.
Entah mengapa melihat benda bergaris kan dua merah itu membuat jantung nya berdetak kencang, membuat hatinya senang hingga air mata yang tidak pernah dia keluarkan malah sekarang sudah berada di pelupuk mata, segera usai agar tidak turun.
"Apakah dia hamil anak ku?" tanya Elard dengan wajah sumringah padahal dulunya dia sangat membenci memiliki anak dari sang istri, bahkan meminta Neisha untuk meminum pill kontrasepsi.
Tak lama telepon nya berdering menandakan ada orang yang meneleponnya, dengan segera Elard mengangkat telepon tersebut.
[Halo.]
[Tuan ini saya, saya melaporkan bahwa kami menemukan tanda tanda keberadaan nyonya Neisha setelah pergi dari mansion.] ucap Jimi dari sebrang.
__ADS_1
[Kita ke sana sekarang.] tegasnya.
Elard langsung turun ke bawah karena Jimi sudah menunggunya, Jimi berani menelepon malam malam karena tuannya sendiri yang mengatakan ketika mendapatkan kabar langsung di sampaikan tidak peduli pagi siang malam.
"Di mana kau menemukannya?" tanya Jimi.
"Kami belum sepenuhnya mengetahui nya tuan apakah nyonya masih ada di sana atau tidak karena itu sudah satu minggu yang lalu, kami menemukan daftar nama nyonya Neisha di rumah sakit A tuan." sahut Jimi saat mereka sudah sampai di depan rumah sakit tersebut.
Tanpa basa basi Elard langsung masuk membuat semua mata tertuju padanya, bagiamana tidak pria tampan, tubuh yang sangat proposional dan juga kaya raya datang tiba-tiba ke rumah sakit.
Siapa sih yang tidak tahu seorang Elard Frey Ardolph pengusaha nomor satu di negara X, memimpin kerajaan Ardolph yaitu Ard company dan perusahaan lainnya.
Elard tak memperdulikan tatapan memuja orang orang yang dia ingin tahu sekarang adalah keberadaan sang istri.
"Sus ada pasien bernama Aneisha Cheryl Adiguna?" tanya Elard.
Jimi baru saja tiba di area resepsionis untuk menanyakan keberadaan nyonya nya itu.
"Bagiamana sus?" tanya Elard.
"Iya tuan, ada satu minggu yang lalu." jawab suster tersebut terlihat ketakutan karena aura Elard yang sangat mendominasi.
"Sakit apa dia?" tanya Elard to the point.
"Pasien saat di bawa ke sini pingsan tuan, setelah di cek ternyata beliau sedang hamil muda." ucap dokter tersebut.
Jimi yang mendengar tentang kehamilan istri dari tuannya pun merasa terkejut namun juga senang karena akhirnya tuannya akan menjadi seorang papa.
"Selamat tuan." ucap Jimi tulus dari hatinya.
"Iya Jim."
"Terus dok bagaimana kondisi bayinya?" tanya Elard.
"Kondisinya kurang baik tuan jadi kami menyarankan untuk melakukan operasi karena janin tidak berkembang dengan benar di dalam." ucap suster tersebut.
~Flashback On~
Saat dokter selesai memeriksa Neisha dan kebetulan Danu tidak ada tiba-tiba saja Neisha mengatakan sesuatu.
"Dok saya boleh minta tolong," panggil Neisha.
"Iya Bu, minta tolong apa?"
__ADS_1
"Saya ingin merahasiakan kehamilan saya ini dok dari orang orang jahat, jadi boleh kah saya minta tolong jika ada yang mencari saya di rumah sakit ini pihak rumah sakit bisa mengatakan bahwa saya di sini untuk menggugurkan kandungan dok? Saya ingin menyelamatkan bayi saya dari orang orang yang ingin menghancurkan saya," lirih Neisha dengan pilu.
Dokter dan suster di sana pun merasa bingung tapi juga kasihan, mereka juga seorang wanita yang mengerti perasaan satu sama lainnya.
"Baik Bu, akan saya samarkan menjadi operasi kandungan. Saya harap ibu Neisha bisa kembali dengan baby yang imut nantinya," ucap dokter Vera bergurau.
"Iya dok, terima kasih banyak." ucap Neisha.
~Flashback Off~
"Apa! Jadi dia kehilangan anaknya?" tanya Elard susah untuk percaya.
"I... Iya tuan." balas suster tersebut dengan takut dan gugup.
Elard diam termenung di tempat, bahkan Jimi yang memanggilnya pun tidak di respon dengan baik orang Elard, entah tiba-tiba saja Elard merasakan dunianya seperti runtuh, entah dia sendiri juga tidak tahu ada apa dengan dirinya.
Setelah menemukan bukti bahwa sang istri sudah tidak hamil lagi membuat Elard marah, marah kepada Neisha karena tidak bisa mempertahankan bayi mereka. (Dasar manusia anehhhh!)
"Kamu dari mana saja?" tanya mommy Sheila bangun di pagi hari namun sang anak malah baru kembali, padahal mommy Sheila yakin kemarin malam sang anak sudah kembali ke mansion.
"Aku capek mom, aku ke atas dulu." balasnya dengan nada lemas tidak seperti Elard biasanya.
"Ada apa dengan dia?" ucap mommy Sheila sendirian.
"Ada apa sayang?" tanya daddy Brian yang tiba-tiba saja berada di belakangnya.
"Ih kamu ngagetin aja, gak ada apa-apa kok. Udah aku mau masak buat sarapan anak anak," ucap mommy Sheila.
Rencana nya mulai hari ini Elard akan kembali ke mansion utama karena di sini akan sangat kesepian dirinya, dan dengan berada di mansion utama bisa untuk menjaga sang anak lebih baik pikir mommy Sheila.
"Tuan," panggil yoga kepada daddy Brian saat mereka berada di ruang kerja manusia utama.
"Ada apa?"
"Dari yang saya dapatkan nona Neisha sempat hamil tuan baru baru ini," ucap yoga.
"Sempat hamil! Maksud kamu?" tanya daddy Brian tidak paham.
Yoga pun mulai menceritakan semua informasi yang dia dapat, hingga soal surat perceraian pun dia ucapkan. Namun begitu sangat sulit mengetahui keberadaan Neisha sekarang karena Neisha tidak mengeluarkan identitasnya di mana mana pun dan juga karena Neisha menggunakan identitas dini sebagai gantinya.
"Cucu ku yang malang," lirih daddy Brian merasa kasihan tidak menyangka bahwa akan kehilangan cucunya secara cepat, bahkan daddy Brian belum melihat wajah sang cucu di dunia.
.
__ADS_1
.
TBC