
Sebelum itu follow IG @lala_syalala13 di sana ada beberapa ceritaku kepoin yaπ
JANGAN LUPA FAVORITKAN CERITA INI, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YA BIAR AKU SEMAKIN SEMANGAT BUAT UPLOAD BAB BARUNYA SETIAP HARI, KARENA DUKUNGAN DAN SUPPORT DARI KALIAN SEMUANYA ADALAH YANG MEMBUATKU TETAP MENYELESAIKAN CERITA SAMPAI AKHIR NANTINYAπππ₯°π₯°
π₯π₯π₯
Keesokan harinya Neisha sudah bangun dan membantu Dini di dapur, tidak enak jika dia harus terus tidur sedangkan si empunya rumah malah sudah bangun bukan.
"Nei, kamu udah enakan gak capek apa? Kalau capek mending di kamar aja," sahut Dini.
"Enggak kok Din, aku udah enakan kok." balas Neisha.
Karena ini hari libur jadi Dini tidak ada kerjaan, rencananya dia akan membawa Neisha bertemu dengan pak RT untuk mendaftarkan namanya karena mulai hari ini Neisha akan tinggal di sini.
"Din," panggil Neisha saat mereka berada di ruang tamu saat setelah sarapan pagi.
"Iya, Nei. Ada apa?" balas Dini.
"Aku mau bicara sama kamu,"
"Bicara apa?"
"Sebenarnya.... aku sedang hamil," ucap Neisha membuat Dini yang sedang mendengarkan sang teman pun di buat terkejut.
"A.... apa! Hamil Nei?!"
"Iya."
"Apakah bayi itu ada ayahnya?" tanya Dini pelan pelan agar tidak menyakiti hati Neisha karena berfikir yang tidak tidak mulai dari Neisha yang diper*osa hingga Neisha yang menjual dirinya.
"Iya, bayi ini punya ada
Dia adalah suamiku tapi mungkin sudah menjadi mantan suamiku," ucap Neisha yang sudah yakin bahwa sang suami langsung menceraikannya.
"Apa! Kamu udah nikah?! Dan kenapa kamu ngomong begitu?" tanya Dini dan mendapatkan anggukan dari Neisha.
"Iya, tapi maaf aku belum bisa kasih tahu ke kamu siapa suami aku." ucap Neisha sedih jika mengingat-ingat sang suami.
Dini yang tahu bahwa ada luka yang Neisha sembunyikan pun memilih untuk mengerti dan menunggu hingga Neisha sendiri yang menjelaskan semuanya sendiri.
__ADS_1
"Iya gak papa kok nei, yang penting sekarang kamu harus menjaga adalah diri kamu sendiri. Ingat sekarang kamu sudah tidak sendirian, sekarang ada satu nyawa lagi yang kamu bawa." ucap Dini sambil tersenyum.
"Iya Din, makasih ya." ucap Neisha setelah itu memeluk sang sahabat dengan erat.
Dia sudah menganggap Dini sebagai sahabat dan juga sekaligus sebagai keluarga nya sekarang karena dia sudah tidak memiliki siapapun.
"Sayang, sekarang bunda sama aunty Dini akan jaga kamu sayang." ucap Neisha mengelus perutnya dan dini melihat hal itu di buat haru.
"Sayang, kamu jaga bunda kamu ya. Jangan bandel di dalem perut bunda, nanti kalau bandel gak bakalan aunty Dini beliin mainan loh," ucap Dini ikut mengelus perut sang sahabat.
"Ciap aunty." balas Neisha menirukan suara anak kecil.
Mereka tertawa bersama dan bercerita banyak hal, namun memang Neisha belum bisa untuk bercerita tentang sang suami karena dia takut Dini akan kaget dan malah tidak mempercayainya secara sang suami adalah pengusaha nomor satu di negara X dan juga majikan orang tuannya, bagiamana bisa dia menjadi istri Elard Dini pasti akan heboh.
"Kalau gitu besok kita periksa kandungan kamu ya nei," ajak Dini dan di angguki oleh Neisha.
.
Keesokan harinya Neisha dan Dini bersiap menuju ke rumah sakit cabang di dekat tempat tinggalnya yang lebih murah dari pada rumah sakit pusat, awalnya Dini ingin membawa Neisha ke rumah sakit pusat di kota tersebut namun Neisha menolak karena pasti akan sangat mahal sekali.
Sampai di sana sudah banyak orang orang yang sedang antri periksa juga seperti nya, Neisha mendaftar untuk bertemu dengan dokter kandungan.
"Ibu Neisha," panggil suster langsung lah Neisha masuk ke dalam di temani oleh Dini setelah mereka menunggu beberapa saat yang lalu.
"Pagi dok." balas Neisha.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter tersebut.
"Saya mau periksa kandungan dok," ucap Neisha.
Dokter pun Mila pun mengarahkan Neisha untuk berbaring di brangkas untuk di periksa dan di cek usia kandungan.
Dia pun segera di periksa untuk kandungannya, rasanya dia sangat dag-dig-dug menunggu pemeriksaan nya.
Setelah pemeriksaan kandungan yang membuat Neisha bingung karena jujur dia belum pernah hamil dan ini adalah gang pertama baginya.
"Kandungan ibu Neisha sudah memasuki usia dua minggu," ucap dokter yang Neisha tahu namanya adalah dokter Mila.
"Dua minggu dok?" tutur Neisha tidak percaya bahwa benar-benar ada janin di perutnya.
__ADS_1
"Iya Bu, untuk hubungan suami istri lebih baik di lakukan di bulan ke tiga." ucap dokter tersebut membuat Neisha gelagapan di buatnha.
"Saya harap selama kehamilan di trimester pertama ini ibu terus menjaga kesehatan, bukan hanya trisemester saja sih tapi seterusnya. Jangan lupa minum vitamin dan juga suplemen suplemen yang dibutuhkan. Ini akan saya resep kan obat nanti segera tebus di apotek," ucap dokter Mila
Neisha dan Dini pun merasa senang, apa lagi Neisha yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dari anak yang tak pernah di inginkan oleh sang suami, dia berjanji akan menjaga sang anak terus.
Setelah memeriksakan kandungannya Neisha dan Dini pun kembali kontrakan karena Dini hari ini harus bekerja.
Dini tadi izin cuti setengah hari karena dia ingin ikut Neisha pemeriksaan kandungan, awalnya Neisha menolak di temani namun Dini kekeh ingin menemani sehingga dia pun hanya pasrah, lagian Neisha juga belum tahu keadaan kota ini.
.
Neisha menjalani hari demi hari dengan pikiran positifnya, setelah pemeriksaan kandungan waktu itu beberapa hari kemudian dia di terima bekerja di sebuah toko bunga yang tak jauh dari kontrakannya setidaknya bisa untuk memenuhi kebutuhannya.
Untungnya saja selama tinggal dengan Dini atau bahkan selama bekerja, dia sama sekali tidak pilih pilih dalam memakan sesuatu, bahkan dia juga tidak merasakan mual lagi di pagi hari, tidak sama seperti waktu pertama kali dia sering sekali mual dan muntah.
π₯π₯π₯
Di sisi lain, Elard terus saja uring uringan. Bahkan selama satu minggu setelah sang istri pergi dia membunuh lima nyawa berturut-turut.
Jimi, Nelson bahkan uncle Yoga sudah memperingkatkan Elard namun tetap saja Elard sudah seperti setan kepanasan yang ingin terus membunuh dan mencium bau darah di mana mana.
Namun di sisi lain dia merasakan ada yang aneh pada dirinya, entah kenapa dia sekarang malah sangat pilih pilih dalam makanan.
Seperti sekarang ini dia baru saja turun untuk sarapan dia malah merasa mual mencium ikan yang sedang di goreng di dapur, bahkan mommy Sheila yang memang menginap beberapa hari di mansion sang anak pun heran melihat perubahan sang anak yang menurutnya sangat aneh.
"Kamu itu kenapa sih kak kok beberapa hari ini mommy lihat kamu kayak mayat pucat terus sama sering mual, kamu juga ya pilih pilih makanan banget." ucap mommy Sheila penuh selidik.
"Mungkin aku cuma salah makan aja kok mom." balas Elard.
"Beneran kak?" tanya mikaila yang juga khawatir dengan kondisi sang kakak.
"Iya." balas Elard singkat kemudian pergi meninggalkan mansionnya karena dia ada meeting penting.
Setelah kepergian Neisha yang tak kunjung menemukan titik terang, Elard malah menjadi seorang yang work holic sekali dan juga dia sering datang ke markas hanya untuk sekedar membunuh tahanannya karena dia merasa frustasi Setipa kali Jimi mengabarkan bahwa tidak ada tanda tanda keberadaan sang istri.
Entah Elard sendiri juga tidak tahu kenapa kepergian sang istri sangat mengusik dirinya, seharusnya kan dia malah senang karena dengan perginya sang istri maka dia tidak akan di manfaatkan lagi, ya padahal Elard sendiri juga tahu kalau dia sudah salah paham.
.
__ADS_1
.
TBC