
"AKU GAK MAU DEKET DEKET SAMA KAMU! AKU MAU KITA PISAH!!" teriak Neisha kemudian dia pun memeluk lututnya saking takutnya dengan keadaan sekitarnya, apa lagi karena adanya sang suami.
"ENGGAK!!! KAMU GILA YA!" bentak Elard tidak bisa mengontrol emosinya setelah mendengar ucapan ngawur sang istri.
"Kak El aku mohon," pinta Neisha memohon.
"Enggak!" tegas Elard.
"Kenapa sayang? Tadi kita masih baik baik saja," ucap Elard sudah dengan duduk di depan sang istri.
🥕🥕🥕
"AKU GAK MAU HIDUP SAMA SEORANG MAFIA!" ucap Neisha penuh dengan penekanan.
DEG
~Flashback On~
"Santai sayang, ada aku di sini." bisik Jery yang membuat Neisha merasa jijik mendengar nya.
Setelah itu jery pun kembali membisikkan sesuatu kepada Neisha yang cukup pelan namun Neisha masih bisa mendengarnya.
"Asal kau tau, suamimu itu tidak sebaik yang kau kira. Ayahku mati di tangan keluarga Ardolph dan orang tua mu mati di tangan ku karena perbuatan ayah suami mu lah kenapa aku membunuh orang tua mu, aku bisa pastikan juga bahwa kau akan bernasib sama dengan ku setelah ini karena aku yakin bahwa hidupku akan berakhir sebentar lagi, dan aku hanya ingin memberitahumu bahwa suamimu adalah seorang mafia kelas kakap di dunia gelap dan bisnis gelap jadi aku sarankan kau menimbang-nimbang lagi akan tetap bersama nya atau tidak." bisik Jery dan sangat meyakinkan membuat Neisha terkejut mendengar hal tersebut.
Setelah itu lama berselang terdengar suara tembakan yang membuat jery harus tewas di tempat, di depan kepala mata Neisha sendiri membuat dia lemas di buatnya dan pikirannya tak karuan hingga dia pun pingsan di dekapan sang suami karena keterkejutan tersebut.
~Flashback Off~
"Enggak, kamu gak boleh pergi." perintah Elard dengan tegas yang membuat nyali Neisha seketika menciut.
Setelah mengucapkan hal itu Elard langsung pergi begitu saja dari ruangan sang istri membuat mommy Sheila dan daddy Brian yang menunggu di luar mengerenyitkan dahinya karena sang anak tampak murung dan kurang bersahabat yang tercetak jelas di wajah nya.
"Kenapa El?" tanya mommy Sheila.
"Mom, aku titip Neisha seperti nya dia sedang marah dengan ku karena tau siapa aku sebenarnya yang aku yakini pasti Jery yang memberitahunya. Aku harus ke markas karena tadi Jimi mengabari kalau markas baru saja di serang oleh anak buah Jery yang tersisa," ucap Elard tegas.
"Ya sudah kalau begitu urusan Neisha biar mommy sama daddy mu yang urus, lebih baik sekarang kamu ke markas segera." ucap mommy Sheila.
"Iya son, bener apa kata mommy mu. Hukum semua orang yang sudah berani macam-macam dengan keluarga Ardolph dan klan elang," tegas daddy Brian ikut marah mengetahui hal tersebut.
__ADS_1
"Iya dad, kala gitu aku pamit." pamit Elard.
Setelah berpamitan Elard pun segera menuju ke markas untuk melihat seberapa parah kerusakan markasnya karena ulah orang-orang bodoh tersebut.
Untungnya pembakaran yang di lakukan orang anggota klan rajawali yang tersisa hanya rumah samping markas di mana itu adalah rumah yang biasa di tempat oleh keluarga Ardolph saat berkunjung ke markas dan ingin menginap di sana.
"Tuan," sapa Jimi saat tuannya sampai di markas.
"Bagaimana?" tanya Elard to the point.
"Semua pelaku sudah kita amankan dan sekarang sudah berada di penjara bawah tanah," ucap Jimi.
Elard dengan marahnya langsung menuju ke ruang bawah tanah di mana para musuhnya berada.
"Haha, kalian salah memilih lawan." tegas Elard yang baru saja tiba di bawah tanah, mereka hanya di batasi oleh jeruji besi tebal.
"Elard lepaskan aku!" ucap anggota klan rajawali yang sudah dia tangkap.
"Kau dengan enaknya membakar rumah markas ku enak saja kau ingin ku bebaskan." tegas Elard.
Kemudian dia pun langsung mengambil pistol yang berada di saku belakangnya, menembak anak buah klan rajawali yang tersisa dengan sadis hingga tidak tersisa lagi pengikut pengikut nya.
Elard membunuh tanpa ampun dan di saksikan oleh tahanan lainnya yang membuat mereka bergidik ngeri melihatnya.
"Aku tekankan pada kalian semua, kalau masih ingin berumur panjang makanya jangan memulai gara-gara dengan klan elang." tegas Elard memperingati para tahanan lainnya.
Setelah itu dia pun pergi ke ruangannya yang berada di markas, dia sebenarnya ingin kembali ke rumah sakit namun dia tahu sang istri tidak ingin bertemu dengan nya dan Elard juga ingin memberikan beberapa waktu untuk sang istri agar lebih tenang.
....
Di sisi lain setelah kepergian sang suami Neisha menangis sejadi-jadinya hingga dia pun memukul dadanya yang sangat sakit sekali.
Mommy Sheila dan daddy Brian masuk ke dalam dan melihat apa yang dilakukan menantunya itu pun langsung mencoba menenangkan Neisha.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya mommy Sheila memeluk sang menantu dengan lembut.
Neisha pun membalas pelukan tersebut, dia merasa seperti ibu nya yang sedang memeluknya.
"Mommy, Kak El..." ucap Neisha tidak bisa melanjutkan ucapannya dan lebih memilih menangis di pelukan mommy Sheila.
__ADS_1
"Iya sayang, yang sabar ya." ucap mommy Sheila menenangkan sang menantu.
Mommy Sheila tahu betul bagaimana perasaan Neisha karena beliau sendiri juga sudah merasakan bagaimana pertama kalinya mommy Sheila mengetahui pekerjaan suaminya, namun mommy Sheila yakin bahwa menantunya nanti akan bisa menerima kehidupan Elard dengan baik sama seperti mommy Sheila menerima daddy Brian dengan baik.
🥕🥕🥕
Satu minggu sudah Neisha berada di rumah sakit dan dokter indah sudah memperbolehkan Neisha pulang, dia sudah berganti pakaian dan di temani mommy Sheila Neisha menuju ke mobil yang sudah siap di depan.
Arsha sendiri menunggu di mansion keluarga Ardolph karena mulai sekarang Neisha akan tinggal di sana karena tidak aman jika tetap tinggal di apartemen.
Selama satu minggu itu pun Elard sama sekali tak menampakkan dirinya, kali terakhir Neisha melihatnya adalah ya saat Neisha mengatakan ingin pisah.
Entah kenapa Neisha berharap sang suami datang untuk menjemputnya, kata hati dan pikirannya seperti tidak sinkron sekarang ini.
Entah kenapa tidak adanya sang suami membuat hati Neisha hampa rasanya, bahkan dia tak berselera untuk makan dan terus saja melamun padahal di sini seharusnya dia yang marah tetapi kenapa harus dia juga yang tersiksa karena tak bisa bertemu dengan sang suami dan seharusnya dia senang, bukankah ini semua adalah yang dia inginkan tapi entah mengapa dia merasa sangat kecewa.
"Ayo sayang," ajak mommy Sheila saat mereka sudah sampai di depan mobil nya.
Selama berjalanan Neisha hanya dia saja sambil memandangi luar jendela yang ternyata hujan, seperti nya langit pun tahu bagaimana perasaan Neisha sekarang ini.
Setelah setengah jam di perjalanan, akhirnya mobil pun sampai di mansion besar dan megah yang dulu pernah Neisha tempati, mansion yang penuh dengan luka itu pun kembali lagi namun entah luka nya itu seperti sirna karena pikirannya yang terus mencari keberadaan sang suami di mana.
"Bunda!!" pekik Arsha keluar dari pintu utama dengan daddy Brian di belakangnya dan juga ada Mikaila namun Neisha merasa kecewa karena Elard tidak menyambut kedatangan nya.
"Anak bunda, bunda kangen banget sama kamu." seru Neisha menciumi seluruh wajah tampan bocah itu.
"Iya, alcha juga kangen cama bunda." ucap Arsha memeluk leher Neisha karena dia sekarang berada di gendongan Neisha.
"Ya sudah kalau begitu sekarang kita masuk yuk," ajak mommy Sheila.
Neisha pun masuk ke dalam, semuanya masih tertata rapi sama seperti saat dia berada di sini tapi mungkin ada beberapa sudut yang berubah namun tidak terlalu berbeda.
"Sekarang lebih baik kamu istirahat ya sayang, biar Arsha sama Oma dan opa nya kan juga ada tante nya." ucap daddy Brian.
Neisha pun hanya menurut saja karena memang staminanya tidak terlalu baik karena dia baru saja sembuh sehingga masih merasa lemas di tubuhnya.
.
.
__ADS_1
TBC