
"Menjauh dari istriku atau kau akan mendapatkan akibatnya!" tegas Elard penuh dengan kemarahan saat Jery berbisik ke telinga sang istri cukup dekat.
"Kak... tolong," lirih Neisha ketakutan, bahkan wajahnya sudah sangat pucat pasih.
Kemudian Jery pun kembali membisikkan sesuatu yang membuat Neisha terkejut namun Elard sama sekali tidak bisa mendengar apa yang di bicarakan Jery kepada sang istri, namun bisa di lihat raut wajah sang istri seperti sangat terkejut.
"Sayang, kamu bertahan ya." pinta Elard.
Kemudian Elard pun memberikan kode kepada Jimi dan juga para uncle nya untuk melakukan aksinya setelah dia memberikan aba-aba.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Elard lagi.
"Aku sudah berkata bukan bahwa aku ingin melihat istri mu dan kalau bisa mencicipinya juga, dan ya satu lagi kalau bisa aku ingin lima puluh satu persen saham Ard company kau balik namakan atas nama ku." ucap Jery tanpa rasa malu sedikit pun.
"Haha, kau memang tak jauh beda dari orang tua mu," tutur uncle Aldo gemas melihat tingkah Jery yang sok-sokan ingin mengancam klan elang padahal di sini dia sudah sudah kalah telak.
"Kau hanya gila harta dan melakukan segala cara untuk memeras lawanmu!" sahut uncle Aldo dengan nada meremehkan.
"DIAM! Atau aku tembak kepala wanita ini!" pekik Jery dengan nada marahnya.
"Kau seharusnya sebelum melakukan serangan balas dendam, kau seharusnya menganalisis lebih dulu bagaimana seluk beluk lawan mu agar nantinya kau tidak menyesal." tegas Elard dengan itu berbarengan dengan suara tembakan yang cukup keras mengenai dada Jery setelah di layangkan tembakan oleh uncle Aldo yang pastinya setelah aba-aba dari Elard.
DOR
Tembakan keras sekali, Neisha di samping pun sampai terkena darah yang keluar dari Jery, bergetar sekali rasa nya seluruh tubuhnya melihat darah yang mengenai tubuhnya.
Jery langsung tergeletak begitu saja di lantai dengan darah yang terus mengalir dari dadanya, begitu pun dengan anak buah Jery yang sudah bernasib sama dengan bos nya.
"Sayang," sahut Elard menghampiri sang istri yang terkejut dengan kejadian ini hingga seluruh tubuhnya lemas dan bergetar hebat.
Neisha serasa blank melihat semuanya bahkan tubuhnya seperti kaku dan tidak merasa kan apapun sekarang ini.
Elard menahan tubuh sang istri yang sudah lemas hingga tak lama Neisha pun kehilangan kesadarannya.
"Jimi segera siapkan mobil, uncle Yoga aku serahkan baj*ngan ini ke uncle dan yang lainnya." ucap Elard.
"Iya El, kau urus istrimu dulu biar urusan baj*ngan satu ini biar uncle dan yang lainnya yang urus," balas uncle Yoga.
__ADS_1
Setelah itu Elard pun membopong tubuh sang istri ala bridal style dengan khawatir, dia seperti orang kehilangan arah dan kendali.
Sepanjang di dalam mobil Elard terus menyuruh Jimi untuk mempercepat laju mobilnya agar segera sampai di rumah sakit, yang harusnya di tempuh selama satu jam kalau macet kalau lancar setengah jam seperti dini hari sekarang ini, namun sekarang hanya lima belas menit saja karena kencangnya Jimi membawanya.
Bisa bayangkan dengan jalanan sepi di jam satu sampai dua pagi dengan kecepatan tinggi akan sangat berbahaya karena suasana sepi dan juga jalanan yang gelap.
Sampai di rumah sakit Elard langsung membawa sang istri ke brangkas yang sudah di siapkan karena sebelum ke rumah sakit saat di mobil tadi Jimi sudah menelepon pihak rumah akit bahwa ada keadaan darurat.
Dokter indah juga sudah berada di sana untuk mengecek keluarga pasien nomor satunya itu.
Neisha di bawa ke ruang pemeriksaan, sedangkan Elard menunggu di luar dengan cemas.
Untuk Arsha sendiri Elard meminta mikaila sang adik untuk menjaganya terlebih dahulu karena dia tidak ingin sang anak khawatir dengan kondisi bundanya.
Tak lama suara gemuru terdengar hingga menampakkan wajah khawatir mommy Sheila dan daddy Brian yang berlari menuju ke arah Elard.
"Sayang, bagaimana keadaan menantu mommy?!" tanya mommy Sheila dengan nafas yang masih terengah-engah namun sudah tidak sabar untuk mengetahui kondisi Neisha.
"Neisha masih di periksa mom," ucap Elard.
"Astaga tuhan, kenapa bisa begini." lirih mommy Sheila lemas dan langsung duduk di kursi belakangnya.
"Sayang, kamu yang kuat ya jangan sedih biar nanti Neisha bisa ngelewati ini." ucap daddy Brian duduk di samping sang istri sambil memeluknya dan mommy Sheila pun membalas pelukan tersebut.
Tak lama dokter indah keluar membuat semua orang langsung bereaksi dengan berdiri menuju ke arah nya.
"Bagaimana dok kondisi istri saya?" tanya Elard dengan khawatir.
"Tuan Elard tidak perlu khawatir karena sekarang kondisi nyonya Neisha sekarang sudah lebih baik dan stabil, tadi nyonya hanya syok dengan apa yang di alami karena seperti nya nyonya Neisha memiliki sebuah trauma," ucap dokter indah.
"Syukur kalau begitu terima kasih dok." ucap Elard.
Setelah itu dokter indah pamit undur diri, untuk masalah trauma mommy Sheila dan daddy Brian sudah tahu semua itu sehingga mereka pun hanya bisa merasakan kasihan melihat menantunya itu.
Setelah itu Elard pun masuk ke dalam setelah dokter indah mengizinkannya, dia melihat sang istri yang terbaring lemas di kamar VIP yang sudah di pesan.
"Sayang," lirih Elard duduk di kursi sang tempat tidur sang istri sambil menggenggam tangan sang istri.
__ADS_1
Sekarang sudah menunjukkan pukul empat lagi dan tak lama sebuah pergerakan dari Neisha membuat Elard merasa lega setidaknya dia bisa melihat sang istri membuka matanya membuat hatinya senang sekali.
"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Elard dengan senangnya.
"Sayang," sahut mommy Sheila juga yang juga berada di sana.
Daddy Brian juga menghampiri ranjang sang menantu untuk memastikan keadaannya.
Sedangkan Neisha saat membuka matanya dia langsung melihat sang suami yang terlihat khawatir dengan dirinya, namun Neisha langsung menghindari sang suami karena kejadian beberapa saat lalu.
"Arsha," ucap Neisha mencari keberadaan sang anak, dia merasa khawatir dengan sang anak takut jika terjadi apa-apa dengan Arsha.
"Kamu tenang aja ya, Arsha baik baik aja kok " ucap Elard yang ingin menggenggam tangan sang istri namun langsung di tepis oleh Neisha.
"Sayang, kenapa?" tanya Elard bingung kenapa sang istri malah menepis tangan nya.
Mommy Sheila dan daddy Brian yang melihat hal itu pun memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut karena seperti ada masalah antara anak dan menantunya itu.
"El, mommy sama daddy keluar dulu ya. Kalau ada apa-apa kamu panggil saja," ucap mommy Sheila kemudian meninggalkan ruangan tersebut dengan daddy Brian.
"sayang," ucap Elard.
"Jangan pegang-pegang!" bentak Neisha dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.
"Kamu kenapa sayang?" raya Elard penuh kebingungan.
"AKU GAK MAU DEKET DEKET DAMA KAMU! AKU MAU KITA PISAH!" teriak Neisha kemudian dia pun memeluk lututnya saking takutnya dengan keadaan sekitarnya, apa lagi karena adanya sang suami.
"ENGGAK!!! KAMU GILA YA!" bentak Elard tidak bisa mengontrol emosinya setelah mendengar ucapan ngawur sang istri.
"Kak El aku mohon," pinta Neisha memohon.
"Enggak!" tegas Elard.
"Kenapa sayang? Tadi kita masih baik baik saja," ucap Elard sudah dengan duduk di depan sang istri.
.
__ADS_1
.
TBC