
Maaf ya readers kalau beberapa hari ini gak upload bab nya, karena memang masih banyak kesibukan jadi bolong2, bakalan aku usahakan untuk melanjutkan bab nya jadi terus dukung aku ya semuanyaππ
Terus dukung aku dengan follow akun dan favorit kan cerita akun ini, jangan lupa juga vote, like, komentar dan juga hadiahnya ya biar aku tambah semangat lagi buat upload babnya lagiππ₯°π₯°
Happy Reading!!!
π₯π₯π₯
Pagi harinya Neisha sudah bangun dan langsung menuju ke kamar sang anak di mana Arsha ternyata masih tidur dengan lelap.
Melihat kondisi sang anak yang masih tidur, Neisha pun memilih untuk ke kamarnya lagi untuk membangunkan sang suami karena sebentar lagi Elard akan berangkat kerja, itu pun keinginan dari Neisha karena dia tidak ingin jika Elard harus terus cuti kerja, ya walaupun itu perusahaan miliknya.
"Kak, bangun kak." seru Neisha menggoyang-goyang kan lengan Elard.
Elard pun langsung membuka matanya dan melihat bidadari cantik yang membuat hari-hari nya akan semakin bersinar saja.
"Enghhhh!" lengkuh Elard menarik tangan sang istri hingga Neisha terjatuh dan berada di pelukan sang suami.
"Kak jangan gini ih, udah bangun ayo aku mau masak terus bangunin Arsha," ucap Neisha mendorong tubuh Elard.
Dengan berat hati Elard pun melepaskan pelukannya, hal itu tidak di buang sia-sia oleh Neisha, dia segera bangun dari kasur dan pergi dari kamar karena dia harus memasak sarapan untuk anak dan suaminya.
Hari ini dia berencana untuk membuat capcay dan juga ayam goreng kesukaan sang anak, di sisi lain Elard sudah siap dengan penampilan tampannya.
Setelah itu dia pun turun dan menuju ke kamar sang anak, ternyata di sana Arsha sudah bangun dengan muka lucunya ciri khas seperti orang bangun tidur.
"Sayang," sapa Elard membuat Arsha mengalihkan padangan nya kepada Elard.
"Om Elad, bunda mana?" raya Arsha dengan menerima gendongan dari Elard.
"Bunda di dapur, sekarang mandi ya terus kita susulin bunda." ajak Elard.
Dengan senang hati Arsha pun menurutinya sang papa, dia ingin sekali memanggil Elard dengan panggilan papa tapi dia juga tidak ingin sang bunda marah dan sedih karena selama ini bundanya terus saja merahasiakan tentang papa nya itu.
Setelah papa dan anak itu siap, mereka pun langsung menuju ke dapur di mana kebetulan juga sarapan yang Neisha buat juga selesai.
"Bunda," sapa Arsha dengan senangnya dan berlari ke arah sang bunda.
"Wah anak bunda sudah bangun, udah mandi juga, ganteng banget sih." seru Neisha menciumi seluruh wajah tampan sang anak.
"Iya tadi di bantu cama om Elad," ucap bocah kecil itu.
"Ya sudah kalau gitu sekarang kita sarapan aja yuk." ajak Neisha.
Mereka pun sarapan dengan tenang, hanya Arsha saja yang berceloteh sendirian, sesekali Neisha melihat ke arah sang suami dengan gugup begitu pun dengan Elard.
Setelah selesai sarapan Elard pun pergi ke kantor meninggalkan anak dan istrinya.
Beberapa saat Neisha dan Arsha berada di dalam apartemen membuat Arsha merasa bosan begitu pun dengan Neisha.
__ADS_1
"Bunda, alcha bocen!" ucap bocah itu secara jujur.
"Aduh sayang, terus gimana nanti kalau om Elad tahu kita pergi dia bisa marah," sahut Neisha sungguh langsung teringat kekejaman Elard dulunya meksipun dia percaya Elard sudah tidak seperti dulu lagi.
"Bentar coba bunda tanya ke om Elad boleh apa enggak ya sayang," tawar Neisha.
Untung saja kemarin Elard menerbitkan sebuah hp mahal kepadanya, sedangkan hp nya sudah di suruh ganti oleh sang suami, di dalam hp tersebut juga sudah ada nomor telepon Elard jadi sewaktu-waktu Neisha bisa menghubungi nya sama seperti sekarang ini.
Dia pun langsung mengirim pesan kepada Elard dan meminta izin untuk pergi keluar karena sang anak bosan.
Kalau kalian tanya kenapa Neisha tidak kabur saja seperti yang dulu, jawaban nya karena Elard menempatkan beberapa bodyguard dan juga cctv di banyak tempat di apartemen sehingga selangkah saja Neisha pergi tanpa memberitahu nya maka Elard sudah bisa tahu.
π₯π₯π₯
Di sisi lain Elard sedang rapat dengan para manajer, dia sangat terlihat serius hingga sebuah notifikasi pesan muncul di hp nya.
Dia melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya karena sudah mengganggu waktu rapatnya, namun saat melihat siapa yang mengirimkan pesan tiba-tiba saya suasana hati Elard menjadi sumringah, di mana sang istri mengirimkan pesan kepada nya bahwa sang anak bosan ingin jalan jalan di luar.
Kak El, Arsha sama aku bosen di apartemen terus, bolehkah jika aku mengajak Arsha jalan-jalan?
^^^Boleh tapi harus di temani oleh bodyguard ya, aku gak mau kamu kenapa-kenapa.^^^
Iya kak, makasih.
Setelah itu Neisha pun bersiap mengajak sang anak sekedar untuk bermain di taman untuk menghilangkan rasa bosan sang anak.
"Bunda, alcha udah ciap!" teriak bocah itu menunggu kehadiran bundanya yang sedang berganti pakaian.
Setelah itu mereka pun keluar dari apartemen dan tenyata di sana sudah ada beberapa orang yang Neisha yakini sebagai bodyguard sang suami.
"Selamat pagi nyonya, saya Riko dan ini Doni yang akan menjaga nyonya dan tuan kecil," ucap bodyguard nya yang baru saja dia tahu namanya itu yaitu Riko dan Doni.
"Selamat pagi, kalian bisa panggil saya Neisha saja." ucap Neisha tidak enak kalau harus di panggil nyonya.
"Maaf nyonya, ini sudah peraturan dari tuan Elard." tegas Doni, akhirnya mau tak mau Neisha pun mengalah.
Setelah itu Neisha dan Arsha sudah berada di dalam mobil dan mobil di kemudikan oleh Riko.
"Riko, saya sama Arsha hari ini pingin jalan jalan ke taman kota aja ya yang ada tempat bermain anak yang ada di dekat-dekat sini aja ya." ucap Neisha sebelum mereka melakukan mobilnya.
"Baik, nyonya." balas Riko.
Setelah itu Riko pun melajukan mobilnya menuju ke sebuah taman tak jauh dari apartemen nya, di sana sudah ramai pengunjung dan banyak sekali anak anak yang bermain di sana.
"Kita sudah sampai nyonya," ucap Doni saat mobil sudah terparkir rapi di parkiran.
"Ayo kita keluar sayang," ajak Neisha membuat Arsha merasa senang sekali.
"Yeeyyyyy kita kelual bunda!" seru bocah kecil itu.
__ADS_1
Neisha mengajak sang anak menuju ke taman yang kebetulan ada tempat bermainnya, jangan lupa juga Riko dan Doni yang terus mengawasi istri dan anak dari tuannya itu, mereka tidak ingin hal buruk terjadi atau kalau tidak nyawa mereka dan orang orang terkasih mereka yang akan menjadi taruhannya.
Neisha mengawasi sang anak yang sedang asik bermain dengan anak anak lainnya, rasanya senang bisa melihat anaknya menjadi seorang anak seperti semestinya di usianya bukan malah terlihat dewasa di usianya yang sangat kecil.
Terkadang ada rasa menyesal karena sudah memisahkan anak dan papa nya itu tapi Neisha bersyukur sang suami masih mau memperjuangkan nya lagi.
π₯π₯π₯
Di sisi lain Mikaila baru saja selesai dari butiknya, dia di langsung pergi meninggalkan butik nya dan akan kembali ke mansion.
Saat dia melewati sebuah taman yang cukup ramai, tak sengaja matanya menatap seorang wanita yang sangat dia kenal sekali sedang berada di area taman bermain anak.
"Pak berhenti!" perintah mikaila.
Pak Lutfi pun menghentikan mobilnya, dan segera mikaila turun dari mobil menuju ke arah wanita yang mikaila yakini adalah sahabatnya itu, Yap siapa lagi kalau bukan Neisha.
Kebetulan sekali saat mikaila melewati taman ternyata Neisha sedang berada di sana mengawasi sang anak.
Untuk bodyguard nya Neisha meminta agar di awasi dari kejauhan saja karena jika terlalu dekat maka akan membuat banyak orang curiga, dan Neisha tidak ingin hal tersebut terjadi.
"Neisha?!" panggil mikaila dari belakang tubuh Neisha.
Sedangkan Neisha sama sekali tidak tahu akan hal tersebut, saat ada orang yang memanggilnya dia dengan reflek langsung membalikkan badannya.
"Iya." balasnya singkat.
Dan berapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang sudah memanggilnya itu, sahabat, anak dari majikannya sekaligus adik iparnya itu sedang menatap dirinya tak percaya, begitu pun dengan Neisha.
"Ini bener kamu kan nei?" tanya mikaila tak percaya.
Dia berjalan mendekat ke arah Neisha yang mematung di tempat, Neisha belum siap untuk bertemu dengan mikaila tapi ternyata rencana tuhan lebih tak bisa di prediksi.
"Mi... mika," seru Neisha dengan terbata-bata.
Mendengar namanya di sebut mikaila pun sangat senang dan langsung memeluk erat tubuh sahabatnya itu yang sudah sangat dia rindukan sekali.
Mikaila sudah menangis bahagia begitu pun dengan Neisha, tapi di hati Neisha ada rasa kekhawatiran yang mendalam bahwa mikaila akan membencinya karena sudah pergi darinya.
"Kamu kemana aja nei?" tanya mikaila melepaskan pelukannya.
"Ka... kamu gak marah sama aku?" tanya Neisha was-was.
Ingin mengerjai sahabatnya itu, mikaila langsung memasang wajah judesnya dan juga tidak lagi memeluk Neisha.
"Kamu masih tanya aku gak marah, aku marah banget sekarang ya!" seru mikaila dengan akting marahnya.
Hal itu membuat Neisha merasa sangat bersalah sekali, dia harus meminta maaf kepada mikaila tapi dia masih belum siap kalau nanti mommy Sheila dan daddy Brian tahu bahwa dia sudah kembali, Neisha yakin mereka pasti akan kecewa dengan dirinya.
.
__ADS_1
.
TBC