
"Gak papa, oh ya kak El ada?"
"Ada nyonya, mari saya antar." tawar Jimi.
"Enggak usah aku bisa masuk sendiri." ucap Neisha kemudian meninggalkan Jimi dan mengetuk pintu ruangan sang suami.
TOK TOK TOK
π₯π₯π₯
"Masuk." perintah Elard dari dalam.
Neisha pun segera masuk ke dalam dan melihat sang suami sedang fokus dengan pekerjaannya membuat Neisha tidak berani untuk mengganggu.
Dia terus berdiri karena belum di persilahkan untuk duduk oleh sang suami.
"Duduk! kau ingin berdiri terus." sahut Elard yang masih saja fokus ke berkasnya.
Dia sebenarnya dari tadi melihat gerak gerik sang istri ya walaupun tidak melihat ke arah sang istri.
Neisha pun segera duduk di sofa ruangan sang suami dengan terus diam tanpa berbicara.
Elard pun meninggalkan berkas berkasnya dan menuju ke arah sang istri dengan perasaan marah mengingat sang istri terus saja berdekatan dengan pria lain.
Elard tanpa ba-bi-bu langsung menyeret sang istri menuju ke kamar yang berada di ruangannya.
"Awww, kak El sakit!" sahut Neisha mencoba melepaskan cengkeraman sang suami di lengannya namun sia-sia tenaga suaminya lebih besar dari dirinya.
"DIAM." ucapnya.
Sampai di ruangan kamarnya Elard langsung menghempaskan tubuh sang istri ke kasur dan merobek pakaian atasnya dengan kasar hingga meninggalkan bra yang masih melekat di sana.
"Kak El, aku salah apa?" tanya Neisha dengan air mata yang sudah turun karena merasa di lecehkan oleh suaminya sendiri.
"Kau masih tanya apa salahmu? Salah mu adalah kau lahir di dunia." ucap Elard dengan rakus langsung meraup dada sang istri membuat Neisha kelabakan dengan perlakuan sang suami.
Dia ingin memberontak namun di sisi lain Neisha tidak bisa berbohong kalau dia juga menikmati nya.
"Dasar! sekali ja*ang tetap lah seorang ja*ang." ucap Elard di sela sela kegiatannya.
Sakit, ya itu lah gambaran yang sangat terekam jelas di hati Neisha mendengar sang suami menyebutnya ja*ang.
Selanjutnya apa yang terjadi hanya tuhan yang tau.
__ADS_1
Setelah melakukan percintaan, Elard langsung membersihkan tubuhnya karena dia harus kembali ke meja kerjanya, sedangkan Neisha masih tertidur karena kelelahan dengan hanya di tutupi selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya.
Setelah sampai di meja kerjanya Elard langsung melanjutkan dengan berkas berkas yang menumpuk sebelum akan dia tinggal besok ke negara Z, namun sebelum itu dia tadi juga sudah menyuruh Jimi membawakan pakaian ganti untuk sang istri di bantu Meri pastinya.
Setelah baju itu ada, Elard sudah menaruh baju tersebut di dalam sehingga sang istri bisa menggunakannya.
"Sepertinya aku harus menaruh beberapa lembar baju wanita di lemari kamarku di kantor, agar nanti saat aku ingin melakukannya di sini semuanya sudah siap dan tidak perlu susah susah menyiapkan." ucap Elard mempunyai ide seperti itu.
Entah rasanya candu sekali tubuh sang istri, bahkan Elard kalau tidak karena pekerjaan dia ingin selalu mencicipi tubuh sang istri, hanya mencicipi tidak untuk perasan lebih, begitulah pikirannya.
Jam makan siang tiba dan Neisha juga baru bangun dari tidurnya, dia merasakan tubuhnya yang lelah dan sakit karena perlakuan kasar sang suami, bahkan Elard beberapa kali menampar beberapa bagian tubuhnya dan mencengkram lengannya.
"Aww, sakit banget." seru Neisha berusaha untuk duduk dengan itu bersamaan dengan pintu kamar juga terbuka menampakkan sang suami masuk ke dalam.
"Akhirnya kau bangun juga, segera bersihkan dirimu setelah itu keluarlah untuk makan siang." ucap Elard dengan dinginnya dan pergi menuju ke meja kerjanya.
"Sabar nei, yang kuat." ucap Neisha menyemangati dirinya sendiri.
SKIP....
Malam harinya Elard kembali ke mansionnya, Neisha sendiri setelah makan siang tadi sudah kembali ke mansion.
"Kak El udah makan? Tadi mommy Sheila datang sebentar buat ngasih lauk." ucap Neisha.
"Hm itu apaan? Aku gak ngerti kakak balas apa." protes Neisha karena sang suami terlalu kaku.
"Ambilkan." balasnya.
Neisha dengan telaten mengambilkan lauk yang sudah di berikan oleh mommy Sheila, banyak jenis makanan di sana mulai dari ikan, ayam hingga kepiting saus pedas manis yang memang kesukaan sang suami.
Mereka makan malam dengan tenang, sesekali Neisha melirik sang suami yang terlihat seperti patung hidup yang tak bergerak sama sekali kecuali tangannya yang di gunakan untuk makan.
"Aku akan ke ruang kerja, kau tidurlah." jelas Elard meninggal Neisha sendirian di meja makan setelah mereka selesai makan malam tadi.
"Astaga kenapa sih suamiku sangat irit bicara, mukanya jutek banget lagi." protes Neisha kepada dirinya sendiri.
Setelah itu dia pun kembali ke kamar, awalnya dia ingin membantu bi Iyem buat membersihkan piring piring kotor namun langsung di cegah oleh bi Iyem dan maid lainnya sehingga Neisha pun tidak ada kerjaan.
"Astaga iya aku lupa!" ucap Neisha saat dia berada di kamarnya, segera dia mencari obat rutin nya yaitu pil kontrasepsi nya.
Dia lupa tidak meminumnya dari kemarin bisa gawat kalau sang suami tahu, bisa-bisa Elard akan marah besar kepadanya.
"Aduh dimana ya aku naruhnya?" lirih Neisha sambil mencari keberadaan botol pil tersebut.
__ADS_1
Dia mencoba mengingat-ingat terakhir kali dia menaruhnya di mana siapa tahu nanti dia akan teringat, dan benar saja Neisha baru saja mengingat dimana dia menaruhnya.
"Astaga!" ucapnya saat teringat di mana botol pil tersebut.
Neisha langsung keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk mencari botol pil tersebut, dia sangat lalai waktu kemarin pindahan dia tanpa sengaja menaruh pil tersebut di rak dapur dan lupa untuk membawanya naik.
"Aduh kok bisa lupa sih nei." ucapnya menyalahkan dirinya sendiri.
"Nyonya, ada apa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Fitri menghampiri Neisha.
"Eh enggak ada, kamu kembali aja ke paviliun, bentar lagi kak El juga bakalan naik dari pada nanti kamu kena marah." ucap Neisha karena kalau sudah malam Elard tidak mengizinkan siapa pun masuk ke dalam mansion kecuali atas perintahnya.
"Baik nyonya, kalau begitu saya permisi." pamit Fitri.
Neisha langsung mencari kembali botol tersebut dan untungnya masih berada di posisi awalnya yaitu di rak makanan dan obat-obatan.
"Akhirnya ketemu." ucapnya lega.
Setelah itu pun Neisha langsung membawa obat tersebut naik ke atas agar tidak ada yang curiga dengan obat tersebut.
"Kenapa kau berjalan seperti itu dan kenapa ke bawah lagi?!" seru Elard yang baru saja keluar dari ruang kerjanya namun melihat Neisha sedang mengendap-endap menuju ke tangga.
Neisha yang tertangkap basah pun merasa malu karena dia seperti pencuri saja sambil mengendap-endap seperti tadi.
"Eh aku tadi habis minum pil ini kak iya itu," ucap Neisha mencari alasan.
"Kenapa tidak di minum di kamar saja?!" tanya Elard dengan wajah dinginnya.
"Tadi kebetulan pingin di dapur lagian gak ada maid jadi suasana baru," ucap Neisha mencari alasan.
"Ck, jangan pernah minum di luar lagi minumlah di kamar. Kalau sampai ada yang tahu maka kau akan habis malam ini juga!" ucap Elard menggertak sang istri membuat Neisha diam seribu bahasa dengan tubuh yang gemetar.
"I.... iya kak," balas Neisha.
Elard meninggalkan Neisha menuju ke kamar terlebih dahulu, Neisha hanya diam sama selang beberapa waktu dia pun tersadar dan mengikuti sang suami menuju ke kamar mereka.
.
.
TBC
Jangan lupa buat πππππ nya ya biar aku bisa sengatan buat menulisnya.
__ADS_1
Jangan lupa juga buat vote, like, share dan juga hadiahnya ya biar aku tambah semangat buat upload bab barunyaππ